IKPM KAIRO

Selasa, 12 Februari 2019

Pengurus Majalah Latansa Periode 2017/2018 Luncurkan Kumpulan Opini
10.51.000 Comments
Bunga Rampai Pembaruan, kumpulan opini
Kru La Tansa 2017-2018

Usai satu tahun masa jabatannya, pengurus Majalah Latansa periode 2017/2018 luncurkan  Bunga Rampai Pembaruan sebagai kumpulan opini yang dimuat di majalah Latansa dalam periode tersebut. 

Luthfiah Muflihah atau yang akrab disapa Fia, Pimpinan Umum majalah Latansa menyebutkan bahwa buku ini merupakan sebuah arsip yang akan menyimpan data data tulisan Latansa. "Saya harap setiap tahunnya Latansa bisa membuat sebuah arsip layaknya buku ini agar dapat menjadi contoh bagi generasi yang akan datang dan eksistensi Latansa akan terus berjalan,"  ujar mahasiswi Fakultas Bahasa Arab tersebut. 

Buku atau dokumen ini, lanjut Fia, tidak untuk dijual ke publik, namun hanya untuk internal kru Latansa dan dokumen di Sekretariat IKPM Cabang Kairo.

 "Namun jika ternyata ada ketetapan lain dari ketua IKPM, untuk dijual misalnya, maka kita akan tindak lanjuti," ujar Fia. 

Ketua IKPM Cabang Kairo, Nurman Haris, mengusulkan pada Latansa untuk terus meningkatkan produktifitas dalam menulis, hingga dapat menerbitkan berbagai karya tulis.

"Saya berikan apresiasi besar pada kawan kawan Latansa atas buku yang dirilis. Saat ini mungkin sifatnya kolektif, namun nantinya insyaAllah setiap orang akan mempunyai karyanya sendiri sendiri, selamat!" tutup Nurman

rep : Bana
red:  Fakhri
Reading Time:

Senin, 11 Februari 2019

Peta Pemikiran Islam Dr. Syamsudin Arif: Aliran Pemikiran Islam dan Tantangan Masa Kini
10.59.000 Comments

IKPM Kairo – Selang beberapa hari setelah kedatangan Asep Shobari, Lc pada Selasa (5/2), IKPM Kairo merevitalisasi keilmuan dengan diadakannya diskusi ilmiah pada Sabtu (9/2) bersama Dr. Syamsuddin Arif, M.A, seorang Peneliti INSIST (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization) dan Dosen Senior UNIDA (Universitas Darussalam Gontor). Substansi dakwah yang ingin disampaikan oleh Syamsuddin adalah Pemikiran-pemikiran Islam masa kini. Ia mengajak umat Islam, khususnya para pelajar untuk melek dan menganalisa lebih luas terhadap tantangan zaman dikalangan umat Islam, khususnya di Indonesia.

Alumnus Gontor 1989 itu memaparkan bahwasanya sejak abad ke-16 banyak dari umat muslim yang mengalami penganiayaan, pembantaian, penindasan dan serangan secara fisik oleh orang-orang Barat. Pada masa itu pula, bangsa Barat dapat  menguasai berbagai negara Islam khususnya di Timur Tengah. Adapun permasalahan umat muslim masa kini, diantaranya ekploitasi oleh bangsa Barat, proselitasi (permurtadan), dan sekularisasi. “Umat Islam terpecah-pecah oleh nasionalisme, akhirnya banyak umat Muslim yang merasa rendah diri, minder, ga pede lah istilahnya. Umat Muslim besar secara kuantitas namun berkurang secara kualitas,” tuturnya diawal acara.

Pemikiran merupakan anugerah dari sang Maha Pencipta, selalu hidup dan akan tetap hidup bahkan selalu berkembang. Seiring dengan berkembangnya zaman, berkembang pula lah pemikiran suatu bangsa. “Berbagai ideologi-ideologi keliru yang bercokol di dalam akar pemikiran umat Islam; Dualisme, Pluralisme, juga De-Islamisasi yang mencabang daripadanya; Sekularisasi, Orientalisme (Islam dalam vista-aspek Barat) dan Liberalisasi yang berujung dengan kekufuran Umat Islam,” ulas peneliti INSIST itu.

Diantara bukti yang paling jelas dan paling sederhana adalah Dualisme. Menurut Abu l-‘Ala al-Mawdudi bahwa dualisme memecahkan umat muslim menjadi dua kubu latar pendidikan yang berbeda; Graduates of Madrashas (pesantren, sekolah Islam, dll) dan Graduates of Colonial School (kampus umum) itulah mengapa banyak dari umat muslim yang lebih bangga dengan kampus-kampus internasional di Barat, lebih senang dengan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan science, medicine dan technology.

Tidak hanya itu, dosen senior UNIDA itu juga membuktikan bahwa cendikiawan Barat tak mau kalah dalam memainkan perannya dalam meneliti hal ini. Terbukti, salah satu dosen di Universitas Edinburg, W.M Watt yang ikut mengemukakan pendapatnya tentang pengaruh Dualisme terhadap umat Islam masa kini.

“Sudah merupakan kewajiban kita untuk bersama-sama memikul tanggung jawab ini. Bukan berarti mereka yang melenceng terlepas dari tanggung jawab kita. Man lam yahtam bi amri al-ummati fa laisa minhum. (Barang siapa yang tidak memperhatikan permasalahan-permasalahan umat, maka ia bukanlah bagian darinya). Dengan menguasai taktik lawan, memahami peradaban Barat dan menguasai khazanah Islam, In Syaa Allah kita bisa melawan kembali musuh-musuh Islam,” jelasnya.

Terakhir, ia menutup dengan menganjurkan untuk memiliki majalah ISLAMIA, majalah ilmiah yang diterbitkan untuk membendung arus liberalisme.

Rep: Hanifah
Red: Naili
Reading Time:

Minggu, 10 Februari 2019

ORKABA IKPM (Menjadi Kader Bangsa yang berjati diri Azhary dan Gontori)
15.50.000 Comments

IKPM Kairo- Sudah menjadi sunnah bagi setiap mahasiswa baru al-Azhar untuk mengikuti orientasi pengenalan, baik seputar keazharan, keilmuan, keorganisasian, kehidupan Mesir, juga beberapa aktifitas lainnya. Pada kesempatan kali ini IKPM Kairo adakan orientasi khusus bagi mahasiswa baru IKPM dengan tajuk berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu ORKABA ( Orientasi Kader Bangsa). Acara ini diadakan pada hari Jum’at (08/02) di aula Darul Hasan KMJ, Hay Asyir. Acara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru IKPM kedatangan 2018. Acara diawali dengan sambutan dari Ketua IKPM selaku ketua acara.

ORKABA IKPM ini memiliki 2 konsep; indoor dan outdoor. Acara indoor ini berhasil menghadirkan dua pembicara, yaitu Muhammad Athar Afif, Lc., dan Nur Fuad Shofiyullah, Lc., M.M dengan mengangkat tema “Menjadi Kader Bangsa yang Berjati Diri Azhary dan Gontori.” Acara ini diawali dengan pemaparan singkat dari Muhammad Athar Afif, Lc., dalam kesempatan ini beliau menyampaikan, “Ada beberapa tujuan penting didirikannya IKPM Kairo, diantaranya: untuk membantu pondok dan sebagai wadah silaturrahmi antar alumni PMDG yang melanjutkan studinya di Kairo, menjaga dan menjunjung nama baik PMDG, menaati AD/ART dan kebijaksanaan PMDG, juga sebagai penyambung lidah antara al-Azhar dan PMDG.”


Beliau juga menjelaskan akan apa itu Gontori sebagaimana yang sering kita dengar selama ini. “Jiwa Gontori tidak harus berasal dari PMDG, namun sejatinya setiap orang  yang berjuang, dan memperjuangkan nilai-nilai Gontor sebagai perekat umat itulah yang disebut sebagai jiwa Gontori, sama halnya dengan Azhary, yaitu bukan hanya setiap orang yang lulus dari al-Azhar lalu dikatakan Azhary, namun setiap orang yang menjaga nilai-nilai Azhary dengan 3 pilarnya itulah Azhary. Idealnya, seseorang akan menjadi generasi emas setelah menjaga nilai-nilai dari keduanya; nilai-nilai Azhar dan nilai-nilai Gontor, tutur alumni Gontor tahun 2013 ini.


Pembicara selanjutnya adalah Nur Fuad Shofiyullah, Lc., M.M. Pada kesempatan kali ini beliau memaparkan secara singkat akan beberapa hal penting yang perlu dicamkan bagi kita sebagai alumni Gontor yang melanjutkan studi di Negri Kinanah ini, "ketika sampai di Mesir sebisa mungkin untuk mengkosongkan diri (kosong dari anggapan bahwa apa yang ada di pondok adalah sama seperti apa yang ada disini). Fahami situasi, kondisi sekitar, ketahui informasi, lalu tentukan. Perlu kita ketahui hal yang paling penting untuk mencapai kesejahteraan adalah informasi. Semakin banyak informasi maka semakin banyak sumber daya dan akses yang akan kita dapat. Apa yang kita tekuni sekarang, itulah yang akan kita teruskan dan kita dapatkan di masa mendatang."

Di penghujung acara beliau berpesan untuk menjadi kader bangsa yang berjati diri Azhary dan Gontori, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu dengan membaca apapun itu, perkaya wawasan dengan membaca, lalu mengetahui, ketahui apapun itu, lalu resapi dan terakhir tentukan.



Sesi selanjutnya adalah acara outdoor yang dilaksanakan di Hadiqoh Dauliyah. Kali ini peserta terbagi menjadi 10 kelompok dan diminta untuk menyelesaikan beberapa misi dan teka-teki dari panitia. Kesemangatan peserta yang patut diacungi jempol melihat dari kekompakan tim, keaktifan, dan kreatifitas dari setiap kelompok. Acara yang berlangsung selama setengah hari ini ditutup dengan pembagian hadiah dari panitia dan beberapa pengumuman dari ketua IKPM. Dari acara ini diharapkan setiap peserta  dapat mengetahui dan mengenal akan IKPM, dan tentunya juga mengenal lebih dekat dan akrab dengan angkatan kedatangan (Ghazi) sendiri.

Rep: Azimatul
Red: Naili
Reading Time:

Rabu, 06 Februari 2019

Di Balik Keseruan IKPM CUP 2019
10.46.000 Comments

Doc: Perfotoan seluruh anggota IKPM Kairo

IKPM Kairo- Almamater IKPM kembali dibuat gempar oleh kegiatan bergengsi setiap tahunnya, termasuk kegiatan berlomba-lomba dalam kebaikan yang di dalamnya terdapat tujuan saling mengenal dan silaturahim antar angkatan kedatangan Almamater IKPM. Kegiatan bernama IKPM CUP ini adalah kegiatan tahunan yang diadakan oleh warga IKPM. Tahun ini kegiatan tersebut dipegang kendali oleh angkatan kedatangan tahun 2018 (Ghazi) sebagai panitia.

        IKPM CUP diadakan pada tanggal (01-03/02) lalu di tiga tempat yang berbeda, yaitu di kantor sekretariat IKPM, Hay ‘Asyir, Nadi Syabab, Hay Sadis dan Nadi Gamalia, Darrasah yang akan diisi dengan lomba-lomba menarik dan terbagi menjadi beberapa kategori yakni olahraga, olahpikir, olahseni dan olahrasa.


  Pada hari pertama (01/02) diisi dengan lomba-lomba di dalam ruangan (indoor), diantaranya adalah lomba make me flower yang bertujuan mengembangkan bakat warga IKPM banat dalam pembuatan kerajinan tangan. Ada pula lomba memasak tumpeng, lomba ini menjadi lomba yang paling menarik perhatian banyak pasang mata. Lomba olahrasa ini diadakan agar kita tidak lupa akan khas makanan Indonesia.


Dilanjutkan dengan pembukaan secara simbolis di hari kedua (02/02) yang dihadiri oleh Atdikbud Kairo, Dr. Utsman Syihab dan 5 angkatan kedatangan (Ghazi, Zeemaro, Azheema, Kenzo dan Legend). Pada pembukaan kali ini beliau menyampaikan pesannya kepada seluruh warga IKPM sebelum memulai kegiatan, beliau berkata, “Olahraga itu sangat penting untuk masisir, karena dalam proses menuntut ilmu dibutuhkan kesehatan bukan hanya rohani saja tapi juga kesehatan jasmani,” katanya.

Tarik tambang adalah lomba pertama yang dilakukan setelah pembukaan. Perlombaan yang memanas ini berhasil membakar semangat warga IKPM yang berpartisipasi di dalamnya. Semua angkatan kedatangan semakin antusias untuk menjadi juara. Dengan segala kekuatan sportifitas dikerahkan untuk mendapatkan kemenangan.


  Ahad (03/02) menjadi hari berakhirnya kegiataan bergengsi ini dan dilakukan secara outdoor dengan perlombaan yang tak kalah seru di hari sebelumnya. Lomba cerdas cermat dan bisa jadi challenge adalah lomba yang mengundang banyak supporter, bukan karena sulitnya pertanyaan melainkan karena serunya rintangan yang diberi panitia kepada peserta lomba tersebut.

Alhamdulillah kegiatan yang dilandaskan asas kekeluargaan ini berjalan sesuai harapan dengan segala kekurangan dan kelebihan didalamnya. Perlu diingat bahwa, “Kegitan IKPM CUP bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar warga IKPM Kairo dan menguatkan Ukhuwah Islamiyah kita sebagai alumni gontor yang sama-sama berjuang untuk masa depan ,” tegas Dias Satrio selaku ketua IKPM CUP 2019. Semoga tahun selanjutnya kegiatan ini bisa lebih baik dari sebelumnya. Semangat IKPM CUP tahun berikutnya !!

Rep: Annisa Putri
Red: Rima Hasna

Reading Time:

Selasa, 29 Januari 2019

Menjadi Sorotan Radio PPI Dunia; Bana Orientasikan La Tansa
15.55.001 Comments
 
  Doc. Bana Fatahillah, pimpinan redaksi majalah La Tansa, pelopor website bacalatansa.com

  IKPM Kairo – Kini salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor kembali menorehkan prestasi. Tidak hanya sebatas kiprahnya di negara yang ia arungi dalam mendalami ilmu agama saat ini -Mesir- melainkan menampakkan apa yang ia tekuni baik kepermukaan dunia masisir, juga ke kepermukaan tanah air sendiri.

  Tepat hari Minggu, tanggal 27 Januari 2019 kemarin,  Bana Fatahillah yang kerap dipanggil Bana menjadi salah satu perhatian khusus oleh pihak radio PPI dunia dari segi literasi masisir. Mahasiswa tingkat 2, jurusan Ushuluddin, al-Azhar ini merupakan salah satu aktivis di bidang literasi, khususnya pemimpin redaksi majalah La Tansa sekaligus pelopor website bacalatansa.com.

  Majalah La Tansa merupakan suatu wadah maupun sarana yang mengampu ide, gagasan serta wawasan masisir khususnya warga IKPM. Majalah ini telah terbentuk sejak tahun 2014.

   Selama perjalanannya, La Tansa juga pernah  mengalami naik turun di pasar literasi masisir. Namun, semenjak tahun 2016, ketua IKPM telah mengembankan amanah kepada Bana untuk mengolah kiprah La Tansa. Inilah awal La Tansa untuk bangun dan bangkit kembali menyiarkan dakwah dan ilmu yang masih terkerucut dalam segi pandang Islam dan pemikiran sesuai dengan Azhar. Bana mengaku, hal ini ibarat membangun dan menata sebuah bangunan kembali yang telah runtuh sebelumnya, atau menyusun butiran-butiran tasbih yang telah putus menjadi utuh kembali.

 Upaya yang telah ia lakukan rupanya membuahkan hasil yang tidak tanggung-tanggung. Dengan ketelatenan, ketekunan, dan keistiqomahan bersama dengan teman-temannya, Bana berhasil mebawa La Tansa menjadi wadah tulis menulis warga IKPM hingga saat ini. Mendakwahkan dan terus menjadikannya sebagai sumber ilmu-ilmu Azhari, pemikiran-pemikiran Islam, dan problematika yang terjadi di tengah masyarakat. Dan yang lebih unggulnya, La Tansa telah sampai ke telinga para penikmat radio PPI dunia. 

 Tidak hanya itu, melihat dengan kondisi masyarakat yang kini serba visual, ditambah adanya inspirasi dari beberapa web literasi yang mulai banyak bermunculan, Bana juga membentuk web khusus dari La Tansa ini, yang bernama bacalatansa.com.

  Web ini sebagai bentuk untuk tetap menjaga peminat si pembaca. Dengan bertambahnya abad hingga abad 21 ini, tidak bisa dipungkiri bahwasannya masyarakat lebih mengedepankan gadget mereka daripada bacaan-bacaan berupa kertas yang mereka anggap sangat membosankan. Disinilah web bacalatansa.com berperan andil penuh. Selain mengunggah tulisan majalah La Tansa dalam bentul online, juga sebagai wadah karya tulis lainnya dalam bentuk online oleh semua warga IKPM. Dengan adanya web ini tulisan-tulisan yang ada tidak hanya sekedar bisa dinikmati oleh masisir, namun juga masyarakat Indonesia baik di tanah air sendiri maupun yang diluar negeri lainnya.

   Mengintip kembali kisah Rasulullah SAW, akan tradisi literasi. Bahwasannya, Rasulullah telah memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk menulis semua perkataannya. Meski sebelumnya, Rasulullah sempat melarang mereka untuk tidak menulis apapun itu kecuali Al-Quran. Pada saat itu Rasulullah SAW memberikan izin kepada 3 orang sahabat, diantaranya Abdullah bin Umar, Jabir bin Abdullah, dan Abu Huraira. Hingga dimasa sebelum Rasulullah SAW wafat, akhirnya Rasulullah SAW memerintahkan seluruh sahabatnya untuk menulis setiap apa yang keluar dari perkataannya.

 Begitu juga dikisahkan dari anak sahabat Rasulullah, Amru bin Ash yang bernama Abdullah bin Amru bin Ash. Ia selalu menulis apapun itu perkataan Rasulullah SAW. Pun, saat Fath al-Makkah, beberapa dari sahabat berpendapat untuk mengumpulkan khutbah-khutbah Rasulullah SAW menjadi suatu bentuk tulisan. Dan setelah itu Rasulullah SAW memerintahkannya kepada Abi Syah.

 Mengutip dari pesan Rasulullah SAW "fa yuballigh minkum al-syahid al-ghoib." yang bermaksud sampaikanlah dari kalian yang hadir -akan sebuah ilmu- kepada mereka yang berhalangan dengan perantara apapun itu, tidak sebatas perantara lisan, melainkan juga dengan tulisan.

  Selain itu jika perhatikan sekarang ini,  para masyayikh Azhar selain mendakwahkan ilmu agama melalui talaqi, dauroh, dsb juga sangat konsentrasi sekali dalam bidang literasi. Salah satu contoh kecilnya adalah majalah bulanan Hijriyah al-Azhar yang merupakan kumpulan tulisan kalam mereka.

 Dari sampel-sampel kisah Rasulullah SAW bersama para sahabatnya, serta pandangan Azhar dalam bidang literasi inilah yang membuat Bana selalu termotivasi untuk terus menuangkan ide, gagasan dan ilmu yang dimilikinya melalui coretan-coretan tintanya.

  Untuk kedepannya, Bana berharap semoga La Tansa dan website bacalatansa.com ini terus bisa andil dalam literasi masisir dan bisa menjaga keistiqomahannya dalam mendakwahkan ilmu yang bermanfaat untuk masyarakat.

Rep: Nafisah
Red: Naili
Reading Time:

@way2themes