Akuntabilitas Terhadap Jiwa dan Raga - IKPM KAIRO

Rabu, 09 Juli 2014

Akuntabilitas Terhadap Jiwa dan Raga


               
                Akuntabilitas menurut kamus syadzili adalah tanggungjawab, jadi makna dari Leader adalah Tanggungjawab terhadap Jiwa dan Raga. Memasuki dunia modern, dunia sibuk yang mana  Kebanyakan akuntabilitas terhadap jiwa dan raga terlupakan. Dimana hampir setiap insan bergerak untuk memenuhi kebutuhan mereka. Khususnya insan islami yang mana didalam agamanya tidak ada prohibisi untuk berkarya dan bergerak. Malahan di kitab suci Al-Quran diterangkan “Maka berkompetisilah dalam kebaikan” .
                Walaupun tidak ada prohibisi  dalam bergerak dan berkreasi, bukannya tidak ada perintah untuk tidak peduli terhadap mandat-mandat  Allah S.W.T  terutama mandat menjaga kesehatan jiwa dan raga. Sebab di kitab Mafaahim Isalamiyah diterangkan bahwasanya kebutuhan-kebutuhan berdasarkan tujuan Syariat  terbagi atas tiga bagian.  Diantaranya adalah kebutuhan Dloruri atau lebih familiar disebut dengan kebutuhan Primer. Kebutuhan Primer  terbagi  lagi atas enam. Yaitu:
1.       Terjaganya (kesehatan) jiwa
2.       Terjaganya (kesehatan) otak
3.       Terjaganya (keamanan) harta
4.       Terjaganya (hak) beragama
5.       Terjaganya kehormatan
6.       Terjaganya nasab
Disana disebutkan bahwasanya menjaga kesehatan jiwa adalah sebuah prioritas. Ada sebuah pepatah  yang mengatakan “Sehat itu mahal harganya”. Memang benar sehat harganya mahal, dan orang bisa tahu betapa mahalnya sehat ketika ia telah merasak betapa murahnya sakit.
Menjaga kesehatan jiwa dan raga adakalanya dengan menjaga pola makan sebagaimana yang Allah S.W.T firmankan:
“Hai orang-orang yang beriman makanlah (sebagian) dari rezeki-rezeki baik yang Kami berikan kepada kalian dan bersyukurlah kepada Allah, jika kalian benar-benar hanya menyembah kepada-NYA”. Selain itu, menjaga kesehatan jiwa dan raga adakalanya dengan berolahraga. Olahraga sendiri terbagi atas dua bagian:
1.       Olahraga jiwa. Sebagaimana yang diterangkan didalam kitab Fatchul Qodir bahwasanya seluruh ibadah  termasuk olahraga jiwa.
 فتح القدير - (ج 1 / ص 387(
وتثبيتاً معناه : أنهم يتثبتون من أنفسهم ببذل أموالهم على الإيمان ، وسائر العبادات رياضة لها ، وتدريباً ، وتمريناً
2.       Olahraga badan/raga. Olahraga badan/raga bervariasi menurut Passion masing-masing individu, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah S.A.W:
عن ابن عمر رضي الله عنهما قال :قال رسول الله صلى الله عليه وسلم "علموا أبناءكم السباحة والرمي والمرأة المغزل"
“Hadits diriwayatkan dari Ibnu Umar R.A, beliau bersabda: Rasulullah S.A.W pernah bersabda “Ajarilah anak-anak laki kalian akan berenang dan memanah. Sedangkan yang perempuan (ajarilah) memintal”.
 Menilik waktu itu memang banyak sekali para sahabat Nabi S.A.W  yang mahir dalam memanah, pacuan kuda, berenang, menombak, dsb. Sehingga para sahabat Nabi S.A.W banyak memperoleh kemenangan diberbagai medan perang termasuk perang Qodisiyyah.Dimana disana ada dua orang sahabat Nabi S.A.W yang dengan kemahiran dan kelihaian mereka dalam menombak sasaran dapat membawa pasukan islam menuju titik terang kemenangan walaupun dengan jumlah pasukan yang tidak seimbang. Mereka berdua bernama Al-Qo’qo’ bin Amru dan ‘Ashim bin Amru.
Olahraga sangat penting dalam menjaga kesehatan jasmani sehingga pikiran menjadi terang dan tenang. Sebagaimana pernyataan mutiara bijak:
العقل السالم في الجسم السالم
Ketika raga fresh, pikiran pun ikut fresh. Sehingga problematika kehidupan bisa terpecahkan  dan dengan sehatnya raga, ibadah pun serasa enteng tanpa beban. Didalam kitab Tafsir Ar-Roziy diterangkan tentang makna dari lafadz من استطاع اليه سبيلا (QS.Ali Imron:97) adalah sehatnya badan dan kemungkinan adanya Transportasi. Oleh karena itu, olahraga sangatlah penting untuk menjaga kesehatan badan dan menjaga nikmat-nikmat Allah S.W.T yang telah Ia berikan kepada hamba-hamba-Nya. Apa itu nikmat-nikmat Allah S.W.T yang perlu kita jaga,,,?.
 Didalam kitab tafsir Khozin tentang QS.An-Nahl:17  diterangkan bahwasanya diantara nikmat-nikmat Allah S.W.T yang telah Ia anugerahkan kepada hambanya adalah sehatnya badan, sempurnanya tubuh, pemberian penglihatan yang baik, pikiran yang sehat, pendengaran yang bisa memahami berbagai sesuatu, tangan yang bisa menggenggam, dan kaki yang bisa untuk berjalan.
                Sesuatu yang akan dipertanyakan dihadapan Allah S.W.T besok di akhirat, sebagaimana yang diterangkan dalam kitab Ma’rifatu Uluumu Al-Hadits Li Al-Hakiim adalah tentang kenikmatan yang telah Ia berikan berupa nikmat sehat dan minuman yang menyegarkan.
معرفة علوم الحديث للحاكم - (ج 1 / ص 440)
حدثنا محمد بن يعقوب قال : ثنا العباس بن محمد قال : ثنا شبابة بن سوار قال : ثنا أبو زبر عبد الله بن العلاء بن زبر ، عن الضحاك بن عبد الرحمن بن عرزم ، عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن أول ما يسئل عنه العبد يوم القيامة من النعيم أن يقال له : ألم نصح لك جسمك ، ألم نروك من الماء البارد
Untuk menjaga mandat-mandat dan amanah dari-Nya, memanage pola makan dan olahraga sangatlah penting, supaya besok di akhirat tergolong dalam hamba-hambanya yang bisa mengemban amanah/mandat dari-Nya, Amiiin,,,



(Muhammad Athooillah)

Tidak ada komentar: