Beraktivitas Dengan CInta - IKPM KAIRO

Rabu, 19 November 2014

Beraktivitas Dengan CInta

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak memandang rupa dan harta kalian, akan tetapi Allah memandang hati dan amal kalian.” (HR Muslim).

Dari hadits diatas, dapat ditafsirkan bahwa hati dan amal akan selalu berjalan beriringan. Maka sebelum kita melakukan kegiatan hendaknya kita paham substansi dan tujuan dari kegiatan tersebut, sehingga segala aktifitas yang kita lakukan berdasarkan dari hati, ketika sudah berasal dari hati, maka segala yang kita lakukan akan bermuara pada satu rasa, yaitu cinta yang mengarahkan kita kepada nilai-nilai keikhlasan.

Semarak aktifitas Masisir yang padat memang terkadang harus menguras pikiran, tenaga, dan hati. Namun kita harus memahami bahwa segala jerih payah yang kita lakukan belum tentu bernilai ibadah dimata Allah SWT. Karena ada suatu faktor yang menyebabkan pekerjaan seseorang itu diterima atau tidak. Yaitu hati yang penuh dengan keikhlasan. Ibnu Qoyyim al-Jauziyah mengatakan, bahwa salah satu amalan yang tidak mendatangkan manfaat adalah beramal namun tidak ikhlas dan tidak mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.  

Urgensi beraktifitas  dengan cinta sangatlah krusial untuk kita pahami bersama. Sebagai makhluk sosial, kita dituntut untuk terus dan terus bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita. oleh sebab itu, ketika kita belum bisa untuk menuntun hati kita, maka alangkah baiknya senantiasa menjaga hati kita untuk selalu dekat dengan Allah SWT.

Cinta mendorong kepada perbuatan yang positif. Segala sesuatu yang dilakukan atas dasar cinta, maka tidak akan ada kata lelah dan menyerah. Selalu ada energi positif untuk lebih mengenal dan mencintai  aktifitasnya, semua dilakukan dengan rasa penuh keikhlasan. Dari Tsauban RA., Ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Beruntunglah orang-orang yang ikhlas, merekalah pelita-pelita dalam kegelapan. Segala fitnah yang gelap tampak jelas bagi mereka.” (HR Nasa’i).

Selain rasa keikhlasan dalam hati, maka ada satu lagi yang harus kita pahami. Yaitu aktifitas itu sendiri, apakah mendatangkan manfaat baik untuk dirinya atau orang lain, atau hanya aktifitas yang tidak membawa nilai apa-apa. Maka sebelum kita beraktifitas, hendaknya kita mengetahui manfaat yang bisa diambil dari aktifitas tersebut, karena ini juga merupakan faktor yang menjadikan aktifitas itu sendiri sebagai sarana ibadah di hadapan Allah SWT.

Dari sekian padatnya aktifitas Masisir, alangkah bahagianya mereka yang selalu cinta dan rindu akan amal sholeh, amal yang selalu mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Karena amal shaleh akan mengundang rahmat Allah SWT dan mendatangkan rasa damai dalam jiwa. Sebaliknya, amal maksiat akan mendatangkan keresahan. Sungguh beruntung mereka yang sanggup menjadi orang-orang shaleh, karena Malaikat dan seluruh ummat Muslim senantiasa mendoakannya setiap hari selepas shalat.

Akhirnya, selamat beraktifitas namun tidak hanya sekedar beraktifitas. Hendaknya semua mengandung nilai-nilai ibadah di hadapan Allah SWT dan dilakukan dengan penuh rasa cinta. Agar keridhoan dan cintanya menjadi pelindung disetiap langkah dan perbuatan kita.
 

Tidak ada komentar: