Hikmah Di Balik Sejarah - IKPM KAIRO

Rabu, 19 November 2014

Hikmah Di Balik Sejarah


Berbicara tentang sejarah, akan ada banyak hal yang bisa kita gali dan pelajari dibalik itu semua. Oleh sebab itu, sudah menjadi suatu kewajaran ketika seorang manusia ingin mengetahui lebih dalam tentang hal-hal yang terjadi di masa lampau. Selain untuk menambah wawasan, sejarah pula harus menjadi sarana untuk  menambah rasa kepercayaan mereka terhadap makhluk yang diciptakan oleh sang Kholik di muka bumi ini, karena sesungguhnya apa-apa yang ada di muka bumi ini merupakan ciptaan Allah semata. Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Tuhan Kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy untuk mengatur segala urusan.” (QS Yunus : 3 )
           
Di negeri kinanah ini banyak tempat-tempat bersejarah yang dapat dikunjungi untuk menambah iman dan taqwa terhadap Allah Swt, dan merupakan suatu kesyukuran yang teramat besar seyogyanya dapat dirasakan oleh para mahasiswa Indonesia yang mendapat kesempatan untuk menimba ilmu di negara Mesir ini, negeri para nabi dan negeri para ulama. Dan yang pasti akan lebih mudah menggali lebih dalam lagi tentang sejarah perkembangan Islam di negeri ini. Banyak terdapat makam-makam para ulama yang dapat kita ziarahi, diantaranya makam Imam Syafi’i, makam Imam Waqi’, makam Ibnu Hajar Al-Atsqolani dan masih banyak lagi.

            Dan merupakan suatu keberkahan yang  luar biasa yang dapat kita rasakan, dimana secara langsung kita dapat mempelajari sejarah perjalanan para ulama islam yang sampai sekarang masih bisa digali lebih dalam lagi ilmunya melalui buku-buku yang mereka tinggalkan. Seperti kitab ‘Al-Umm’ karya Imam Syafi’i, atau kitab ‘bulughol marom’ karya Ibnu Hajar Al-Atsqolani.

 Islam merupakan agama rahmatan lil’alamin. Apabila kita belajar dari sejarah yang ada, telah terbukti bahwa ajaran Islam dapat diterima bagi setiap lapisan elemen masyarakat. Inilah yang pernah terjadi pada zaman Rasulullah SAW, sahabat, dan para tabi’in, ketika segala permasalahan dipecahkan dan diselesaikan sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw, maka sejarah yang terjadi tidak lepas dari hikmah-hikmah yang mengirinya dan hendaknya bisa dijadikan pelajaran bagi umat-umat selanjutnya.
            Inilah hikmah dan manfaat yang dapat kita ambil dibalik sejarah, terutama sejarah perkembangan agama Islam yang dapat langsung kita pelajari secara luas dan mendalam di negri kinanah ini, dimana berkah ilmu para ulama’ salaf dan ulama kontemporer  dapat kita rasakan sampai saat ini, karena maju atau mundur nya suatu kaum ditentukan oleh peranan para ulama yang ada pada setiap negara.

Rasulullah Saw mengisyaratkan dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amru bin Ash, katanya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hambanya. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama, sehhingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
           

Tidak ada komentar: