Pengunduran Diri Paus Benediktus XVI - IKPM KAIRO

Rabu, 19 November 2014

Pengunduran Diri Paus Benediktus XVI

 
Paus Benediktus XVI resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pemimpin Katolik Dunia pada Kamis (28/2). Di hari sebelumnya, Rabu (27/2) ia telah menyampaikan pesan terakhirnya di hadapan puluhan ribu orang di Lapangan Santo Petrus dalam audiensi publik terakhirnya. 
Dalam khutbah terakhirnya tersebut, ia mengatakan bahwa ia merasakan Tuhan selalu bersamanya setiap hari dalam kepemimpinannya dan menghadapi kegembiraan  maupun masa-masa yang sulit. Ia juga menambahkan, "Saya mengambil keputusan ini dengan sepenuhnya sadar akan keseriusannya namun dengan kedamaian hati. Mencintai gereja berarti cukup berani untuk mengambil keputusan yang sulit", ungkapnya sebagaimana dikutip dari laman kantor berita ANSA. Ia juga menegaskan bahwa ia ingin mengabdikan diri kepada kehidupan doa, tidak ingin melakukan perjalanan, menggelar dan mengikuti pertemuan, resepsi, konferensi dan lain-lain.

Paus Benediktus XVI merupakan paus pertama yang mengundurkan diri dalam kurun waktu enam abad ini, dan paus ketiga dalam sejarah kepausan Katolik Roma. Paus pertama yang mengundurkan diri adalah Paus Selestinus V pada 1284 karena alasan kesehatan dan yang kedua adalah Paus Gregorius XII pada tahun 1415 karena alasan politis. Benediktus menyatakan bahwa pengunduran dirinya merupakan keinginan Tuhan sendiri.

Beberapa jam sebelum meninggalkan Tahta Suci Vatikan, Paus Benediktus XVI berjanji akan patuh kepada penggantinya. Hal ini diungkapkannya kepada para Kardinal yang mengucapkan selamat jalan kepadanya. Tepat pada pukul 8 malam waktu setempat Kamis (28/2), Benediktus secara resmi menanggalkan jabatannya. Ia kemudian mendapat gelar Paus Emeritus atau Paus yang memasuki masa pensiun .

            Paus Benediktus mungkin tidak sepopuler Paus Yohanes Paulus II. Namun bagi umat Katolik, Paus tetaplah pemimpin yang dihormati keteguhan pelayanan dan kharismanya. Benediktus dikenal berhaluan konservatif dan dikenal sangat berhati-hati. Meski sempat menimbulkan kontroversi, ia dengan bijak meredamnya. Karenanya, Umat Katolik sedunia pun merasa kehilangan.

            Paus Benediktus XVI telah resmi meninggalkan Vatikan dan terbang ke kediaman Paus di Castel Gandolfo (sebuah tempat peristirahatan paus di kota kecil dekat kota Lazio. Kastil itu terletak di pegunungan Alban yang di bawahnya terdapat Danau Albano sekitar 30 kilometer tenggara kota Roma, Italia), setelah penyataan mundurnya (28/2). Sesaat sebelum naik helikopter dan terbang meninggalkan Vatikan, untuk yang terakhir kalinya Paus "berceloteh" di Twitter dan mengucapkan, "Terima kasih atas cinta dan dukungan. Semoga Anda selalu dapat mengalami sukacita yang berasal dari menempatkan Kristus di pusat kehidupan Anda," demikian Paus Benediktus XVI menulis sebagaimana dikutip dari berita8.com.

            Kini, gereja harus segera memilih paus baru karena Pengganti Benediktus diharapkan 
sudah terpilih sebelum perayaan Paskah, akhir Maret mendatang.

Tidak ada komentar: