Top Ad unit 728 × 90

Home

Musim Dingin Di Mesir

Pelajaran Geografi yang kita pelajarin di sekolah, menerangkan bahwa Indonesia itu hanya memiliki dua musim. Kalo nggak musim panas, ya musim hujan. Padahal sih, masih banyak musim-musim yang ada di Indonesia. Contohnya, musim duren, musim salak, musim jambu, musim diphpin, musim galau, musim tanpa pasangan, musim hinaan sebagai jomblo, musim....  kayaknya cukup deh. Kalo gue lanjutin, nanti banyak yang sakit. Tapi terkadang, ketika musim panas masih sering turun hujan. Di musim hujan, hujannya nggak turun. Malah BBM yang naik *eeh. Untung gue ada Whatsapp, Line, sama Skype. Berasa di PHP banget kan ya, kalo pas di tungguin hujan malah nggak turun? Tapi hati aku udah nggak pernah ngerasain musim hujan lagi kok, ketika kamu ada di sampingku. *kibasinrambut
Yang mau muntah silahkan...
Tahun ini perdana gue ngerasain musim dingin di negri orang lain. Di negri Piramid, Mesir. Ternyata omongan senior-senior gue, kalo di Mesir itu ada musim dingin, itu benar. Dan yang gue nggak sangka, ternyata  kulit badan gue, yang di anugrahi lebih tebel dari orang lain, masih tetep ngerasa kedinginan. Dan minggu ini juga, perdana gue liat hujan di Mesir. Kata orang-orang sini sih, hujan disini bertanda pergantian musim.  Dari musim panas ke musim dingin. Dingin di Kairo, juga bertambah dingin. Ketika orang yang gue taksir, ternyata suka sama yang lain.Caqqqidtthh qaqa.. CAQQQIDHTT!!
Mata gue pedih, baca tulisan sendiri

See, betapa kesepiannya temen gue. Sampai punya inisiatif untuk moto hujan
Dengan pergantian musim ini, gue dituntut supaya bisa menyesuaikan dengan dinginnya Mesir. karena memang suasana kayak gini, lebih enak untuk tidur ketimbang berangkat kuliah. Terlebih kampus gue, jauh dari tempat tinggal. Selain waktu yang cocok untuk tidur, musim dingin bikin perut cepet lapernya. Gue sendiri aja juga sering kelaperan, padahal dua jam yang lalu gue baru selesai makan. Kalo kayak gini terus, kapan gue bisa kurusnya.
Err... sebenernya nggak cuman pas musim dingin doang sih, hari-hari biasanya juga kayak gitu. Ini rahasia ya. Jangan kasih tau orang lain.
Tugas paling berat ketika musim dingin kayak gini adalah ketika harus beranjak dari kasur dan selimut. Dan hal yang paling nikmat untuk dikerjakan adalah dengan tidur seharian di bawah selimut, teh hangat di samping laptop, nonton film seharian, dan ketika piket masak, nyuruh untuk makan. Rasanya gurih banget.
Beruntung disini gue bertemu dengan teman-teman baru. Temen yang bisa memotivasi gue untuk semangat belajar. Dan beruntungnya lagi, mereka adalah perempuan. Pada akhirnya ada juga kan, perempuan khilaf yang mau bertemen sama gue. Eemm... sebenernya, sifat mereka nggak ke cewe-cewe an banget sih. Mereka terkesan kayak cowo. Apalagi kalo udah ketawa. Gue sendiri, masih takut ketika mereka ketawa. Mereka nggak suka nonton sinetron, tapi lebih suka nonton bola. Malah temen cowo gue, yang suka download sinetron. Dan kayaknya, memang semua temen cewe yang gue kenal, sifatnya kayak cowo semua sih. Apa dosa Aim ya owooh??
Mereka ke cowo-cowo an
Di kampus gue sendiri, sebenernya nggak ada kewajiban bagi mahasiswanya untuk dateng setiap hari. Karena nggak ada sistem absensi. Pokoknya ketika ujian bisa jawab dan dan dapet nilai bagus, lo bisa naik ke tingkat selanjutnya. Gampang kan? Tapi kan bukan kayak gitu juga. Salah satu kata-kata bijak kyai gue, yang sampai kapan pun akan selalu gue inget adalah,
 “Ujian itu untuk belajar, bukan belajar untuk ujian”
Pelan-pelan bacanya. Gue juga butuh waktu buat nangkep maksud kata-kata itu.
 “Kalo kamu lebih buruk dari saya, lebih baik saya tetap hidup. Dan kamu tidak pernah ada”
Musim dingin ini memang lebih enak untuk megang gelas berisikan teh anget, ketimbang harus megang buku pelajaran. Tapi kalo gue sering megang gelas berisikan teh anget, kapan akuh genggam tangan kamuuuh, cinta? #apaansih. Ujian gue di depan mata. Dan ini yang bikin gue ‘terkadang’ nggak nyenyak untuk tidur. Padahal sih, nyenyak-nyenyak aja. Biar lebih dramatik gitu.
Ujian ini bertepatan tanggal empat Januari nanti. Itu berarti, setelah tanggal tiga januari, gue akan menghadapi ujian.
Nggak lucu, nyet
Sedangkan pelajaran yang akan di ujiakan nanti, belum gue kuasain sepenuhnya. Terlebih pelajaran bahasa Inggris. Sampai sekarang, gue masih belum paham ketika Dukturoh (sebutan dosen disini) gue nerangin pelajaran. Malah, ketika gue ikut pertama kali kelas beliau, gue kira beliau lagi ngomong bahasa arab gaul. Ternyata gue salah. Gue serasa gagal jadi mahasiswa baik yang rajin menolong dan suka menabung. Ternyata bahasa Inggris beliau ini, hanya bisa di pahami oleh orang-orang asli Mesir. dan tentunya mahasiswa-mahasiswa asing kayak gue, butuh waktu. Sama kayak kamu suka sama aku. Butuh waktu juga.
Dan disinilah mereka, temen-temen baru gue itu, ada untuk gue. Mereka akan selalu menyemangati diri gue untuk selalu belajar. Akan selalu ngasih gue makan, ketika gue laper. Kalo mereka muhrim, bakalan gue peluk, gue cium, bakalan gue.... gue... gue minta traktirannya lagi buat makan.
Thanks all *berasa artis gue
Okeh. Cukup sekian dulu tulisannya yak. Mau lanjut selimutan sambil stalking si doi lagi soalnya... dadaggh..
Oh iya, minta doanya buat ujian gue nanti ya. Sini cium dulu, emmuuach...
Musim Dingin Di Mesir Reviewed by ikpm cabang kairo on 06.52.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by IKPM KAIRO © 2014 - 2015
Designed by Themes24x7

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.