Liburan ke Sinai ke 2 - IKPM KAIRO

Rabu, 28 Januari 2015

Liburan ke Sinai ke 2


Pada mulanya saya tidak ada pikiran liburan ke Sinai. Sebab tahun pertama di Mesir saya sudah pernah liburan ke sana sama Rhoid melalui agen Saqr Travel.

Ketika itu saya bermain ke rumahnya Sulhan yang ada di Gami’. Mereka bilang kalau tanggal 21 januari nanti setelah ujian dia dan teman-teman rumah, Darul Siswanto, Sulhansah Jibran, Ibadur Rahman, Mahfud dan Rifqi akan pergi ke Sinai semua. Mereka diajak ke Sinai gratis bersama Tera Travel yang dikomandani Khoirul Huda dengan syarat mereka harus membantu Tera Travel.

Saya ditawari sama Khoirul Huda untuk membantu travel dia ke Sinai. Tawaran itu saya terima. saya membantu masak buat konsumsi perjalanan dan bagian dokumentasi perjalnan. Saya meminjam kamera ke teman saya, Miftah Silva Firdaus.

kami berkumpul bersama di Suq Sayyaroh . pesrta yang ikut perjalanan itu dari Malaysia, Singapura dan Thailand. Perjalanan itu  menggunakan 1 bus dan satu coaster. Saya ditunjuk Huda duduk di depan  menjadi guide tour orang Thailand.

Perjalanan dimulai. Kami bertolak dari Suq sayyaroh pada jam 11 siang emnuju kea rah timur. Hal yang Nampak pertama kali adalah Nafaq Suez. Atau terowongan Suez. Kerennya, terowongan itu berada di bawah  terusan Suez. Jadi mobil tidak menyebrang dari atas air tapi di atas air. Terowongan itu panjangnya sekitar 2 kilometer. Terowongan itu dibangun bersama antara negara Mesir dan Jepang.

Tidak lama kemudian kita sampai di Sinai. Menurut sejarah, daerah ini kerap menjadi pusaat sengketa berbagai negara, karena lokasi geopolitik yang strategis.
Sebelum berada di bawah pemerintahan langsung negara Mesir, Sinai pernah dikuasai oleh Turki Utsmani. Kemudian oleh negara Britania Raya dari tahun 1882 sampai 1956. Israel menyerang dan menduduki Sinai selama krisis Suez, sehingga pada tanggal 6 oktober 1973, Mesir melakukan serangan mendadak untuk menguasai semenanjung ini dalam perang Yom Kippur. Sesuai perjanjian damai Mesir-Israel 1979, Israel menarik mundur seluruh pasukan yang berada di Sinai.

Tidak lama kemudian, kami sampai di Uyun Musa. Uyun Musa adalah 12 sumur mata air Nabi Musa memohon air untuk kaumnya. Kemudian beliau memukul batu dengan  tongkatnya, lalu terpancar dari padanya 12 mata air.

Jam satu pagi kita sampai di bawah Gunung Sinai dan mulai pendakian. Di bawah gunung, di mulut tebing,  terdapat biara Santa Katrina Ortodoks. Biara ini merupakam salah satu biara Kristen tertua yang masih digunakan di dunia.

Menurut sejarah, ada seorang perempuan beragama kristen, Catherine of Alexandria dihukum mati karena agamanya. Namun, dia tidak meningal, sehingga diputuskan untuk memenggal kepalanya. Menurut mitos, malaikat membawa jasadnya ke gunung sinai. 

selain sejarah Catherine, menurut mitos orang setempat kalau di dalamnya terdapat pohon semak berduri berapi, pohon yang dilihat Nabi Musa As ketika mencari pelita di malam hari. tapi itu hanya mitos. belum tentu benar.

Jam empat pagi, kami sampai di puncak Sinai, setelah melewati beberapa Pos, bebatuan terjal keras dan 700 tangga di akhir pendakian. Saya dapat cerita dari teman-teman yang pernah naik gunung sebelumnya. "di atas Sinai itu dingin. kalau mau tidur, masuk aja masjid di samping gereja." ketika ingin masuk, tiba-tiba datang penjaga puncak gunung. Dia bilang kalau kita kita tidak boleh masuk masjid kecuali untuk sholat. "Oke kalau begitu, Saya sholat Tahajjud". Kemudian tidur di dalam.

Menjelang subuh saya dan kawan-kawan bangun dan menunaikan sholat subuh di masjid. kemudian keluar.saya melihat beberapa pemuka agama dari negara lain, di samping gereja, menghadap matahari membuka kitab suci. mulut mereka berkomat kamit. kemudian menyanyi kemudian komat kamit lagi.

Sejarah Puncak Sinai tidak terlepas dari Sejarah Nabi Musa ketika diutus Allah SWT naik ke puncak gunung tertinggi. tinggi gunung Sinai 2.285 m. Tapi, ada kontroversi muncul dari banyak ulama' mengenai gunung Sinai. ada yang berpendapat bahwa gunung itu berada di daerah Madyan, Saudi Arabia. ada pendapat lain kalau gunung itu berada di Palestina.

Kami melirik matahari yang lagi Sunrise. Lalu kami berpose ria photo sama teman-teman. Tapi sayang photo yang diabadikan kurang begitu bagus. Orang yang memotret kurang handal. saya sendiri sebenarnya mau buat video, tapi hostnya; Kelvin Sudrajat masih ujian. selain itu fasilitas yang kurang memadai dan batrei kamera Dslr yang sudah low battrey duluan.

Kami turun ke bawah. rute yang kami lalui berbeda dengan rute tahun pertama. Kalau pendakian pertama, kita turun melewati jalur pertama kali berangkat. Sedangkan kemarin, kita turun melewati rute lain yang lebih susah dan berbahaya. kita harus melewati bebatuan besar, jurang tinggi, tebing menjulang ke angkasa dan anak tangga yang berliku-liku.

Sampai di bawah, saya masuk ke gereja Sain Cetraine. Saya ingin seluk beluk di dalamnya. Saya ingin tahu apa saja yang dikerjakan di baira tersebut. bagaima orang Nasrani beribadah,dan yang paling lucu, saat saya masuk salah satu gereja, saya melihat orang antri masuk ke dalam. Saya kira bisa leluasa melihat motif, relief dan bentuk gereja, Tapi saya diajak ke depan pendeta. Saya mau dibaptis.

Saya dan teman-teman Gami' menyiapkan makanan buat teman-taman Malaysia, Singapura dan Thailand. Kemudian kita menyiapkan perjalanan pulang.

Di bawah gunung, di dekat biara Katrina, terdapat Patung sapi yang dibuat Samiri. Tapi patung itu berbeda dengan bentuk aslinya. Selain itu, menurut sejarah, patung tersebut terbuat dari emas. bukan dari batu. di dekat patung Samiri, terdapat makam Nabi Harun As. jalan menuju arah depan, di sana terdapat makam Nabi Sholih As. kedua makam tersebut dzonnie hanya perkiraan saja. sebab seluruh makam Nabi di dunia ini hanya sekedar perkiraan saja. tidak tepat. kecuali makam Nabi Muhammad SAW.

Mobil yang kita naiki berjalan kencang. Masih di Daerah Saint Chetraine, kita disuguhi bebatuan besar tur menawan dari alam luas ini. setiap gunung mempunyai khas tersendiri, membentuk reilief alami, tergores secara natural. Sedikit pohon. Indah sekali.

Jam 10.20 waktu Kairo kami pulang. perjalannan yang sangat melelahkan tur menyenangkan. Thanks Good.

Tidak ada komentar: