Menghafal Al Qur'an - IKPM KAIRO

Jumat, 30 Januari 2015

Menghafal Al Qur'an



Ujian Al-Quran? Tidak dapat dipungkiri, ini merupakan momok bagi sebagian masisir. Mahasiswa baru khususnya. Soalnya, mereka belum mengetahui tata cara ujiannya dan apa saja materi yang harus disetorkan kepada sang Duktur nantinya.

Sebagai salah satu rubrik di Buletin Cakrawala ini. Ro'yun Ghonam sudah mencoba merumuskan cara-cara efektif menghafalkan Al-Quran dengan baik dan benar. Tentunya dengan merujuk kepada sumber yang bisa di pertanggung jawabkan. Cara tersebut antara lain :

1. Sebaiknya kita mencoba memahami dulu ayat-ayat atau surat-surat yang akan dihafalkan. Tentunya dengan merujuk kepada kitab-kitab Tafsir yang benar dan jelas. Karena cara inilah yang dulu digunakan oleh para ulama salaf dalam menghafalkan Al-Quran. Dan kalau bisa, cari tahu juga tentang sebab-sebab turunnya ayat ini (Asbabun Nuzul). Karena, dengan mengetahui sebab ayat ini turun. Kita semakin mudah memahami arti dibalik ayat-ayat itu tadi.

2. Kalau bisa, dan kalau punya. Kita gunakan MP3 untuk mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Quran. Karena sarana pendengaran memegang peran penting dalam menghafal. Coba deh, klo kamu sering dengar lagu Un9u. Hafal ga ?

3. Seringnya mengulang hafalan juga bisa dibuktikan sebagai salah satu sarana yang bagus untuk menghafal. Yah, jangan cuma waktu talaqqi atau murajaah saja. Di bus 3 Jim juga bisa ko…
4. Gunakan shalat-shalat sunnah dan rawatib sebagai tempat untuk melakukan muraja'ah. Yah, beberapa ayat dalam satu raka'at kan udah cukup buat mengulang ?

5. Wah, klo udah melakukan semua cara diatas. Biar lebih mantaf, coba klo kita kurangi maksiat. Ya, maksiat mata, telinga, mulut, kaki, tangan dan hati. Soalnya, maksiat itu bisa menyebabkan tertutupnya hati dan menyulitkan kita buat menghafal. Inget gak? Sama pelajaran Mahfudzhot kelas 3 KMI. Yang isinya adalah curhat Imam Syafi'I kepada Guru beliau yaitu Imam Waqi' tentang musykilah yang beliau hadapi dalam menghafal. Apa coba isinya ? Masih inget ga ?

6. Kalau bisa, kita juga mesti memahami struktur bahasa yang di gunakan Al-Quran. Selain bisa digunakan untuk belajar bahasa Kitab Suci, kita juga bisa semakin mengerti akan isi dari apa yang di wahyukan kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW.

7. Jangan terlalu memaksakan diri, jangan juga meremehkan hafalan. Sebaiknya kita mengetahui kemampuan kita menghafal. Karena tidak semua orang yang mempunyai kapasitas memori 500 Gb dan prosesor Core 2 Duo.

8. Jangan lupa, sesuatu yang kecil akan begitu berarti dalam saat yang sempit. Ya, kalau ada bawalah Al-Quran kecil kemanapun anda pergi. Tapi, harus tetap menjaga kemuliaannya.

Nah, kalau semua cara-cara diatas sudah bisa direalisasikan. Insya Allah, imtihan Al-Quran mafisy musykilah. Ma'an najah!!!

Tidak ada komentar: