Top Ad unit 728 × 90

Home

Ruqyah Syar’iyyah vs Sihir


Seiring berkembangnya zaman, manusia dihadapkan dengan berbagai macam persoalan hidup. banyak di antara manusia yang kalang kabut saat dikerumuni oleh berbagai macam masalah yang ada di sekelilingnya sehingga banyak dari mereka yang terjebak dalam cara-cara yang sesat untuk menghilangkan kesusahannya, di antara cara-cara sesat tersebut adalah menanggulanginya dengan pergi ke ‘Dukun’ supaya dihilangkan penyakitnya, didekatkan jodohnya, dilancarkan rizkinya, dan bahkan ada yang meminta agar saingannya dibunuh, na’udzubillaahi min dzalik.

Inilah tanda dari minimnya penanaman aqidah pada masyarakat Indonesia secara umum, banyak masyarakat yang belum paham akan bahaya perdukunan, baik bahaya pada dunia-nya maupun bahaya pada akhiratnya.

Dalam kitab ash-Shaarimul Battar fit-Tashaddiy Lis-Saharatil Asyraar disebutkan bahwa banyak di antara dukun yang meninggalkan pekerjaannya karena ingin mempunyai keturunan. Mengapa hal itu bisa terjadi ? Perlu kita ketahui bahwasannya dukun dan setan telah mengadakan suatu perjanjian untuk setia mengabdi satu sama lainnya, dukun meminta pertolongan kepada penguasa kaum dari bangsa jin, lalu penguasa tersebut memberikan beberapa jin yang paling bodoh di antara kaumnya untuk dijadikan pesuruh bagi si dukun. Kadang jin-jin pesuruh itu diperintah untuk melakukan sihir“Tafriq” sehingga terjadilah perceraian antara suami dan istri, ada pula yang diperintah untuk melakukan sihir “Rabth” untuk menghalangi hubungan suami istri, untuk menyurutkan bisnis, untuk melakukan sihir “Tabwiir” sehingga seseorang tidak menikah, dsb.

Dukun memerintah jin-jin pesuruh yang bodoh itu sekehendaknya, apabila jin-jin pesuruhnya membangkang, maka dukun akan memanggil penguasa kaum jin untuk menyiksa jin pesuruhnya. Maka tak heran jika terdapat banyak sekali kebencian antara jin dan majikannya (dukun). Dari sinilah kadang jin-jin pesuruh banyak yang menyakiti dan mengganggu majikannya, jika tidak bisa menyakiti majikannya secara langsung, maka mereka akan menyerang keluarganya atau hartanya.

Jika majikan tersebut lemah, maka jin akan menyerang tanpa sepengetahuannya, kadang ia membuatnya terasa pusing yang berkepanjangan, terkejut di tengah malam, insomnia, nyeri lambung yang tak  kunjung sembuh, dan segala penyakit yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan hal medis. Bahkan yang paling terkenal di kalangan tukang sihir bahwasannya jin-jin pesuruh tersebut sering memakan janin di dalam rahim tukang sihir sebagai tumbal atas permintaannya.Sungguh takkan pernah beruntung tukang sihir dari arah mana pun ia datang !

Sahabatku, telah terbukti kelemahan para tukang sihir atas diri mereka sendiri, maka sudah sepantasnya kita menjauhi segala makar dan tipu daya mereka dalam praktek pengobatannya. Marilah kita beralih kepada pengobatan yang telah diwariskan Rasulullah SAW  melalui metode pengobatan Qur’ani sebagai solusi kesehatan jiwa dan raga kita.
Di era modern ini, ruqyah telah menjembatani jarak antara teologi, sains, dan juga metafisika. Konsep-konsep keagamaan adalah barometer yang membimbing kita, tidak peduli dimanapun kita dilahirkan Allah telah menyediakan kita dengan barometer-barometer tersebut hingga semua agama mengatakan hal yang sama bahwa “Terdapat sesuatu di luar pengetahuan manusia.”

Sains telah membuktikan bahwa ketakutan, kecemasan, kekhawatiran, dan depresi adalah penyebab munculnya suatu penyakit, begitu pula kesalahan serius dalam pemikiran bisa pula menyeret kepada penyakit.
Ayat-ayat al-Qur’an yang digunakan dalam pengobatan adalah un
sur-unsur metafisika yang akan secara langsung terhubung dengan pusat otak, karena yang memproses fungsi-fungsi non-verbal dan emosional adalah bagian otak. Ayat-ayat itu dapat melakukan penyembuhan emosional dan entah bagaimana melalui media ayat-ayat tersebut dapat meningkatkan kesadaran spiritual orang yang diruqyah.

Ayat-ayat syifaa’ di dalam al-Qur’an juga memiliki suatu keistimewaan yang tidak ditemukan dalam obat-obat kimia manapun, yang hanya diciptakan Allah Ta’ala dan bukan dibuat di laboraturium. Dalam proses penyembuhan, ayat-ayat itu akan membangkitkan energi spiritual yang mampu menyembuhkan rasa sakit, sedih, dan kegagalan.

Sayangnya ketika kita membicarakan tentang pengobatan Ruqyah Syar’iyyah masih banyak orang yang membayangkan bahwa ruqyah itu horror, sama dengan sihir yang digunakan hanya untuk mengobati orang yang kesurupan atau terkena sihir saja.

Kita sebagai ummat islam kadang juga masih kalah dalam hal keyakinan dibanding para dukun. Lihatlah mereka yang bermodalkan mantra-mantra sampahnya, mereka begitu bangga dan sombong! Mereka begitu yakin sehingga di antara mereka ada yang berani berkata dengan lantang “Selama ada aku, kamu tidak bakal dapat jodoh!” “Selama ada aku, kamu tidak bakal punya keturunan!” “Selama ada aku, rizkimu bakal surut!”

Mirisnya banyak kaum muslimin yang takut dengan ancaman tersebut hingga mereka melupakan al-Qur’an dan beranjak untuk mencari dukun yang lebih hebat lagi!

Padahal sahabatku, kekuatan sihir manapun tidak ada apa-apanya dengan kekuatan Allah yang terkandung di dalam al-Qur’an, bagaikan debu yang berhamburan saat bertemu dengan angin tornado! Maka jangan pernah berkata bahwasannya al-Qur’an itu lemah dan tidak berfungsi ketika menghadapi mantra-mantra dukun, koreksilah keyakinanmu, koreksilah aqidahmu. Al-Qur’an adalah hak kita semua sebagai pewaris panji Rasulullah SAW, tidak perlu pakai syarat untuk bisa mengobati dengan al-Qur’an, syaratnya hanya satu; YAKIN, sebagaimana yang Allah firmankan: “Dan telah Kami turunkan dari al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar/obat dan rahmat bagi orang-orang BERIMAN” (QS.Al-Israa’: 82)

Dan akhirnya sebelum saya tutup pembahasan kali ini, ada baiknya kita sedikit mengenal tentang jenis-jenis sihir yang kesemuanya telah dibagi dalam 12  bagian:

1.      Sihir Tafriq (Sihir Pemisah/Perceraian)
2.      Sihir Mahabbah (Sihir Cinta)
3.      Sihir Takhyil (Sihir Ilusi)
4.      Sihir Junun (Sihir kegilaan)
5.      Sihir Khumul (Sihir pembuat depresi)
6.      Sihir Hawatif (Sihir yang berupa mimpi buruk dan suara tanpa rupa)
7.      Sihir Maradh (Sihir yang berupa penyakit)
8.      Sihir Naziif (Sihir pendarahan pada bagian vital wanita)
9.      Sihir Tabwiir/ Ta’thil az-Zawwaj (Sihir penghalang jodoh)
10.  Sihir ‘Adamul Injab (Sihir pengugur kandungan)
11.  Sihir Rabth ( Sihir ikatan penghalang hubungan suami istri)
12.  Sihir Jalb wat-Tahyiij ( Sihir untuk mengundang paksa dan mempengaruhi si korban)
 Untuk penjelasan di setiap bagiannya insya Allah akan saya tulis di Cakrawala edisi berikutnya.

Ruqyah Syar’iyyah vs Sihir Reviewed by Mas Anam on 09.50.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by IKPM KAIRO © 2014 - 2015
Designed by Themes24x7

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.