al-Azhar Against Secularism - IKPM KAIRO

Sabtu, 21 Februari 2015

al-Azhar Against Secularism

Dr. Usamah al-'Abd; tidak ada tempat di al-Azhar bagi dosen jurusan teknik yg menghina Nabi Saw."Mesir itu sekuler, hati-hati kamu di sana ya", kira-kira seperti itulah wacana yg aku dengar dari para tetangga, kolega orang tua, bahkan saat berkenalan dengan seseorang. Tepatnya pada pertengahan 2009, saat aku dapat menghirup udara Nusantara, setelah 4 tahun lamanya ku 'merantau', bukan utk mencari bekal hidup di masa tua, tapi utk menyerap buih dari lautan-Nya. Aku pun jadi heran, benarkah apa yg mereka katakan? bukankah di Mesir ada Univ al-Azhar yg konon adalah satu-satunya rujukan representatif umat Islam? bukankah di sini banyak ulama yg kompeten? bukankah, bukankah..

Pertanyaan-pertanyaan itu selalu menggelayut di benakku, terus berlanjut sampai aku menginjak kembali bumi kinanah ini. Hingga pada pekan kemarin, aku menemukan satu berita yg mencengangkan; dipecatnya seorang dosen yg mengatakan "Nabi Saw. adalah tokoh sekuler terbesar dlm sejarah manusia", dari jajaran pengajar fakultas teknik Univ al-Azhar. Dosen itu bernama Muhammad Ridha Muharram, setahuku dia adalah dosen pertama yg dipecat karena menghina Nabi Muhammad Saw. 

Dr. Usamah al-'Abd; tidak ada tempat di al-Azhar bagi dosen jurusan teknik yg menghina Nabi Saw.

Rektor Azhar (Dr. Usamah al-'Abd) tidak perlu berpikir panjang utk mengambil keputusan ini, setelah mendengar laporan dari beberapa mahasiswa yg mendengar sendiri pernyataan Dr. Muharram. Sang rektor berpendapat; "bagaimana kita bisa begitu marah saat mendengar pernyataan orang barat yg menghina Nabi Saw., tapi kita hanya berdiam diri saat salah satu dosen kita salah memahami kedudukan Nabi".

Memang benar, ada beberapa nama cendekia Mesir yg sering dianggap termasuk para pengusung liberalisme pemikiran. Sebut saja; Toha Husein, Qasim Amin, Hasan Hanafi, dll. Tapi setidaknya, peristiwa ini dapat membuktikan bahwa al-Azhar akan selalu menjadi garda depan dlm menjaga akidah umat, dan syariat Nabi Muhammad Saw.

Jadi, masih yakin Mesir dan al-Azhar sekuler?

Tidak ada komentar: