Hidup adalah Pilihan - IKPM KAIRO

Kamis, 05 Februari 2015

Hidup adalah Pilihan




Suatu hari, ada dua orang yang ingin pergi ke kampus Al Azhar. Orang pertama naik Bus 65. Orang yang kedua naik taksi. Orang yang pertama  membayar ongkos  Bus satu pound. Sedangkan orang kedua membayar 20 pound. Tujuannya sama ke kampus. Tapi pilahnnya berbeda.  Hidup hanya sebentar. Hidup adalah pilihan. Apa yang akan kita pilih?

Ada dua mahasiswa yang sedang talaqqy sama Syeikh di salah satu Ruwaq Al Azhar. Mahasiswa pertama kurang cepat memahami pelajaran. Tetapi  dia sangat rajin. Sedangkan orang kedua sering organisasi dan jarang talaqqy sama Syeikh. Tapi sekali datang dia langsung paham dengan pelajaran yang disampaikan Syeikh. Hidup adalah pilihan. Hargai proses yang berjalan. Kadang orang hanya melihat hasilnya saja.

Kehidupan Masisir bermacam-macam. Ada yang suka olah-raga. Ada yang suka organisasi di almamater, kekeluargaan dan afiliatif lainnya. Ada yang suka talaqqy tiap hari. Dan ada juga yang mencari nafkah hidup. Hidup adalah pilihan. Pilih sesuai kebutuhan. Pilih sesuai kemampuan dan bakat. Pilih sesuai dengan apa yang kamu  cintai.

Kadang ada pertanyaan yang menjanggal. Kenapa di Masisir ada yang hidupnya jadi tukang ojek terus? Kenapa di Masisir ada yang mencari uang? Bukannya belajar, semangat kuliah, cepat lulus, cepat pulang baru kemudian cari uang di Indonesia?  Hidup adalah pilihan. Setiap orang bertanggung jawab dengan yang dipilih. Bukan orang lain.

Kenapa aku ditakdirkan rosib? Kenapa aku jelek? Kenapa aku berada di Syaqqoh ini? Kenapa aku punya teman seperti ini? Kenapa di Mesir banyak pencopet, wataknya keras dan suka berkelahi?. Kadang kita menjawabnya simpel  “Itu udah takdir Allah”. Ingat! Memang setiap orang sudah dituliskan takdirnya di Lauh Mahfudz. Tapi kita punya pilihan. Pahami rumus “sebab dan akibat”.

Nabi Muhammad SAW berkata: barang siapa yang harinya lebih baik dari yang kemarin, maka dia adalah orang yang beruntung. Barang siapa yang harinya sama dengan yang kemarin maka dia adalah orang yang rugi. Dan barang siapa yang harinya lebih buruk dari yang kemarin maka dia adalah orang yang terlaknat. Hidup adalah pilihan. Untung, rugi dan terlaknat adalah pilihan masing-masing.

Kenapa jauh-jauh ke Mesir malah belajar bahasa perancis? Kenapa jauh-jauh pergi ke Mesir hanya untuk siaran radio? Kenapa jauh-jauh pergi ke Mesir hanya untuk edit Video?bukannya talaqqy dekat sama Syeikh.  Hidup adalah pilihan. Setiap orang berhak bermimpi, beraharap dan memilih.

kalau belajar dia biasa saja. Nggak terlalu serius. Tapi nilainya mumtaz terus. Sedangkan saya kalau belajar mati-matian, sering begadang. Tapi hasinya kok rosib? Hidup adalah pilihan. Pilihlah dengan cerdas, hadapi, terima dan syukuri!.

Saya sudah membantu dia sekuat tenaga. Sebisa mungkin. Meski tidak ada imbal balik. Tapi dia malah memarahi saya. Malah dia menganggap saya itu nggak pecus. Ikhlaskanlah!. Memilih kebaikan hasilnya kebaikan. Memilih keburukan hasilnya keburukan.
Hidup adalah pilihan.

 Khoirul Anam

Tidak ada komentar: