Know Your Enemies! - IKPM KAIRO

Sabtu, 21 Februari 2015

Know Your Enemies!


Dalam militer ada sebuah motto yang ditanamkan dalam setiap individu mereka, yaitu; "Know your anemies!", Kenali musuhmu, karena hal ini sangat prinsipil dalam segala tindakan dan pembuatan keputusan, agar bisa diambil tindakan yang tepat dan bijaksana. Begitu juga dalam kehidupan kita sebagai manusia, harus mengenali musuh, apabila kita sudah kenal, maka kita harus mengetahui gerak-gerik dan rencana yang dibuat musuh untuk kita.

Musuh kita telah jelas, Allah menjelaskan secara tegas dalam al-Quran, dalam surat al-Fathir ayat 6 Allah berfirman," Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah dia (benar-benar) musuhmu". Sekarang kita sudah tahu musuh, tapi kita juga harus tahu apa saja rencana dan tujuan mereka, dalam beberapa ayat Allah menjelaskan rincian tujuan musuh kita itu, antara lain dalam surat al-Hijr ayat 39, "Iblis berkata, Ya Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku tersesat, pasti aku akan menjadikan mereka (manusia) memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya". Dalam surat al-Isra ayat 62 Allah berfirman, "Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil". Dalam surat an-Nisa ayat 38 Allah berfirman, "Barang siapa yang mengambil syaitan sebagai teman, maka itulah seburuk-buruk teman". Dalam surat al-Zukhruf ayat 36 Allah berfirman," Barang siapa yang berpaling dari ajaran Allah yang Maha Pemurah, maka kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkannya), maka syaitan itulah yang menjadi temannya yang selalu menyertainya". Dari beberapa ayat di atas jelas kita tahu tujuan utama yang direncanakan musuh kita itu adalah menyesatkan kita dari jalan Allah dan mencari teman untuk menemaninya kelak di neraka.


 Setelah kita ketahui siapa musuh dan apa saja program mereka, kita harus mengetahui kurikulum yang ditempuh mereka untuk merealisasikan rencana-rencana itu. Sebenarnya sebesar mana pengaruh syaitan dalam menyesatkan manusia? Apakah memang semua manusia bisa disesatkan?

Ada tiga golongan manusia yang menjadi objek syaitan:
  1. Ahli maksiat, yaitu orang-orang yang memang mata hatinya telah tertutup, hanya Allah yang punya kuncinya. Mereka selalu bergelimang dalam maksiat, sehingga tanpa dirayu oleh syaitan maksiat tetap jalan. Nah, kelompok ini tidak lagi diurus oleh syaitan, karena program penyesatan sudah sukses.
  2. Umat pengecualian, umat yang disebutkan dalam surat al-Isra ayat 62, "Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil", yaitu umat yang disebut "Kecuali sebagian kecil". Siapakah mereka? Mereka adalah umat yang disebutkan Allah dalam surat al-Hijr ayat 40, “Kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas diantara mereka". dan surat Shaad ayat 83," Kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas diantara mereka". Mereka adalah hamba-hamba yang diberikantaufiq untuk mentaati perintah Allah, karena mereka ikhlas menjadi hamba Allah seperti Allah ikhlas menjadi Tuhan mereka. Nah, mereka ini tidak mampu diganggu oleh syaitan.
  3. Manusia biasa, mereka adalah orang-orang yang dalam perjalan menuju jalan Allah, ada yang sedang berusaha mencari, ada yang sudah menemukan, ada yang mulai berjalan meniti jalanan yang berbatu itu menuju Allah. Mereka adalah umat-umat yang sangat gencar dibuntuti oleh syaitan untuk disesatkan.

Jadi apa peran syaitan dalam hal ini? Peran mereka tidak lain adalah merayu dan memprovokasi agar kita jauh dari jalan yang digariskan Allah untuk kita tempuh. Dalam menjalankan tugas itu syaitan juga mengetahui apa yang diinginkan oleh setiap manusia, dan itu merupakan hal yang ada pada setiap manusia.

Dari kisah dosa pertama yang dilakukan oleh Nabi Adam, kita bisa melihat trik syaitan ketika melancarkan serangannya, dalam surat al-Araf ayat 20 dijelaskan, "Dan Iblis berkata, " Tuhan kamu tidak melarangmu mendekati pohon itu, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)". Dalam surat al-Kahfi ayat 107-108, Allah menjelaskan surga yang akan kita tempati kelak nanti, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya".

Dari dua ayat tersebut kita bisa memahami bahwa naluri manusia itu selalu ingin menjadi yang tertinggi, terhebat dan kekal dalam keadaan seperti itu. Malaikat adalah figur makhluk Allah yang paling patuh dan tinggi derajatnya, surga Firdaus adalah surga yang paling tinggi, dan Allah menjanjikan kekekalan di sana. Dua hal itu yang menjadi titik di mana syaitan memulai misinya. Jadi jelas syaitan hanya berperan merayu dan memprovokasi, karena mereka tidak memiliki kemampuan menguasai (sulthan) manusia, seperti yang dijelaskan Allah dalam surat al-Isra ayat 65.
Setelah mengetahui musuh dan rencana-rencana mereka, mari kita lihat kurikulum dan metode yang mereka gunakan untuk melancarkan misi itu:
  1. Mengajak kepada kebaikan, bagaimana mereka mengajak kepada kebaikan? Mereka mengajak kepada kebaikan yang lebih kecil, mereka berusaha untuk menjauhkan Fiqh Prioritas dari kehidupan kita, sehingga kita kehilangan standarisasi hal penting, hal lebih penting dan hal tidak penting. Kita lihat banyak saudara-saudara kita yang pergi Umrah setiap Ramadhan, itu menghabiskan 15-20 juta, padahal di sekitar mereka banyak orang yang seharian mengais rezeki tapi hanya mendapat 5000 rupiah, padahal disekitar mereka banyak anak-anak yatim yang tidak bisa sekolah karena tidak mampu membeli buku dan tidak bisa membayar SPP. Umrah memang ibadah dan itu baik, tapi bukankah memberi makan orang miskin dan menyumbangkan biaya pendidikan bagi anak-anak itu lebih bernilai ibadah? Hal itu ibarat dua orang yang berdagang yang masing-masing memiliki modal 1 juta, yang satu mendapat untung cuma 10.000 dari 1 juta dan satu lagi mendapat untung 100 juta dari modal 1 juta.
  2. Mengajak untuk meremehkan dosa kecil, syaitan selalu membisiki, "Alah, gaji sekarang cuma 3 juta, mana cukup untuk membiayai kehidupan sebulan, korupsi dikit nggak apalah, makan suap sedikit biasa!", Suami dibisiki untuk mengatakan kepada istrinya, "Mama, tadi ada cewek cantik, putih, tinggi, hidungnya mancung, bodinya kayak gitar spanyol, tetangga baru kita", Dia hanya bercanda dengan ucapan seperti itu, dan dia menganggap istrinya tidak akan merasa tersakiti, dia meremehkan ucapan kecil di mulutnya itu, padahal ketika mendengar itu hati istrinya hancur, meskipun dia hanya menunjukkan senyum manisnya, ini adalah peremehan dosa kecil dan penggunaan hak yang semena-mena, karena dia tahu tidak mungkin istrinya akan mengatakan, "Pa, tetangga baru kita punya mobil baru, orangnya ganteng, tinggi, bodinya keren"!
  3. Tabrir kesalahan, yaitu mencari-cari alasan untuk untuk selalu membenarkan diri meskipun salah, dengan menggunakan berbagai dalih dan cara. Hal ini adalah kesombongan yang menyebabkan orang tidak mau mengakui dosa, meskipun dia tahu dan sadar itu dosa. Dengan ini dia telah melakukan dua dosa dalam satu waktu, pertama melakukan dosa yang jelas-jelas dosa dan kedua mengingkari dosa yang dilakukannya itu. Ini adalah kurikulum syaitan yang paling bahaya, apabila dipraktekkan terus-menerus bisa menyebabkan kekufuran, karena mengingkari dosa dapat menyebabkan hati tertutup. Berbuat dosa tetapi mengakui itu dosa dan menyadari pebuatan itu dilakukan karena kelemahan bukan karena menantang Tuhan dengan kesombongan, lebih baik dari pada mentabrir kesalahan-kesalahan kecil.

Permasalahan dengan syaitan tidak akan pernah selesai, dan tidak akan ada manusia yang bisa selamat dari godaan, bisikan, rayuan dan provokasi syaitan, kecuali orang-orang yang ikhlas, yang ikhlas menjadi hamba Allah dengan mentaati perintahNya dan menjauhi laranganNya, seperti Allah ikhlas menjadi Tuhan bagi mereka dengan selalu mencintai mereka dengan anugerahNya yang tak terhingga. Kita baru terbebas dari syaitan ketika dua kaki kita telah berpijak di halaman surga, makanya seorang ulama pernah mengatakan saat beliau sakratul maut ketika syaitan datang mengatakan, "Engkau telah selamat dari godaanku, selamat jalan", ulama itu menjawab, "Tidak wahai Iblis terlaknat, aku belum selamat darimu meskipun sebelah kakiku telah menginjak taman surga!"

Mungkin mengenali musuh dalam kehidupan nyata sangat mudah, tapi untuk mengenali musuh yang tidak terlihat, musuh yang bergerilya, musuh yang sangat halus sangatlah sulit, tapi ternyata ada hal-hal kecil yang sering kita lupakan, yang pada dasarnya hal kecil itulah yang menjadi penangkal dan senjata kita melawan musuh besar itu. “know your anemies” adalah salah satu hal kecil yang jarang diperhatikan saat melawan musuh. Wallahu A'alam.

#dari seorang penulis muda dari Atjeh; Saief Alemdar. semoga menjadi amal jariyah, amin.

Tidak ada komentar: