"Akik Palsu" Bertuliskan "Untuk Allah" Beri Petunjuk Islam Dan Viking - IKPM KAIRO

Selasa, 24 Maret 2015

"Akik Palsu" Bertuliskan "Untuk Allah" Beri Petunjuk Islam Dan Viking



KOMPAS.com - Sebuah cincin ditemukan di kuburan Swedia pada yang berasal dari masa abad ke 9. Dihiasi material mirip batu akik dengan tulisan "Il-la-lah", ilmuwan beranggapan cincin itu adalah bukti interaksi Skandinavia dengan dunia Muslim pada masa lalu.

Cincin yang kini meniadi koleksi Museum Sejarah Swedia itu sebenarnya telah ditemukan pada abad 19 lalu. Namun, analisis untuk menguak komposisinya baru saja dilakukan oleh Sebastian Warmlander dari Stockholm University.

Semula, ilmuwan menganggap material serupa akik yang menjadi hiasan cincin adalah batu kecubung, batu mulia berwarna ungu. Namun analisis SEM (Scanning Electron Microscope) dan Energy Disprese X-ray Spectroscopy (EDS) mengungkap bahwa anggapan itu salah.

Hiasan yang diduga merupakan batu kecubung ternyata kaca berwarna. Pada masa kini, kaca berwarna banyak dipakai untuk beragam tujuan, mulai dekorasi ruangan hingga hiasan pada cincin batu akik palsu.

Kaca berwarna mungkin kini dianggap sebagai material murah, sering dipakai untuk barang palsu. Namun, mulai digunakan sejak masa 5.000 SM, kaca berwarna masih merupakan bahan berharga pada abad 9.

Sementara, seperti dipublikasikan di jurnal Scanning edisi Maret 2015, material cincin terbuat dari campuran logam perak dan tembaga. Perak menyususn 94,5 persen dari cincin dan tembaga 4,5 persen.

Cincin itu ditemukan bersama kerangka seorang perempuan yang meninggal pada abad ke 9. Adalah Hjalmar Stolpe, arkeolog terkenal asal Swedia, menemukannya pada saat melakukan penggalian selama lebih dari setahun di Birka, Pulau Bjorko, 30 km dari Stockholm.

Karena menjadi satu-satunya cincin dari hasil penggalian di wilayah Skandinavia yang dihiasi tulisan Arab, maka ilmuwan beranggapan bahwa cincin tersebut memberi petunjuk hubungan antara bangsa Viking dari Skandinavia dengan dunia Muslim.

"Bukan tidak mungkin bahwa perempuan itu, atau orang yang dekat dengannya, mungkin berkunjung atau bahkan berasal dari kekhalifanan maupun wilayah sekitarnya," demikian Warmlander dan rekan menulis dalam makalahnya.

Dunia Muslim yang diduga berhubungan dengan Viking pada abad 9 diduga adalah Khalifah Abbasiyah yang menguasai Timur Tengah dan Afrika. Bangsa Viking dahulu terkenal dengan kemampuan berlayarnya, hingga Amerika dan Baghdad.

Bagaimana cincin tersebut berakhir di tangan perempuan yang dikubur di Birka? Itu masih misterius. Tetapi analisis menunjukkan bahwa cincin itu jarang dipakai, menunjukkan hanya sempat dimiliki beberapa orang.

Tidak ada komentar: