HIGH HEELS YANG TERLARANG - IKPM KAIRO

Sabtu, 14 Maret 2015

HIGH HEELS YANG TERLARANG


Oleh : Naylu Zulfa


Sepatu dengan hak yang tinggi yang menjadi incaran para wanita saat ini, dengan bentuk yang indah dan corak serta motif yang memikat kaum hawa, fenomena dengan sepatu hak tinggi ini sebenarnya sudah ada sejak zaman Rasulullah Saw. Dahulu kala wanita Bani Israil memakai hak tinggi untuk menarik perhatian laki laki, sungguh amat disayangkan perbuatan wanita Bani Israil ini ditiru oleh wanita-wanita di zaman sekarang ini. Aisyah r.a berkata: ”Dahulu wanita Bani Israil mengambil kaki-kaki dari kayu untuk menarik perhatian laki-laki di masjid, maka Allah haramkan masjid kepada mereka dan diberikan haid yang panjang.”(HR. Abdur Razaq dalam Al-Mushannaf no. 5114, Shahih). Namun satu hal yang harus kita ingat, ”Allah tidak akan melarang sesuatu jika tidak ada mudharatnya”. Sepatu atau sandal hak tinggi memiliki beberapa mudharat, di antaranya adalah :
1.      Terjadinya kontraksi yang terus menerus pada otot belakang kaki
2.      Menyebabkan varises pada kaki diakibatkan oleh tekanan pembuluh darah kaki.
3.      Dapat menyebabkan pembengkokan dan cacat tulang panggul.
4.      Terjadi gangguan pada rongga panggul, tidak normal, ukuran pinggul semakin besar, jika gangguan pinggul terjadi pada wanita hamil, akan menyebabkan susah melahirkan.
5.      Dapat menyebabkan mandul, hal yang ditimbulkan oleh gangguan panggul, akan menyebabkan kekacauan pada siklus haid dan rasa sakit yang berlebihan.
6.      Salah satu masalah kesehatan yang disebabkan oleh sepatu berhak tinggi adalah osteoarthritis. Osteoarthritis adalah bagian dari penyakit radang sendi atau arthritis. Gejalanya berupa nyeri dan kaku di persendian tulang. Umumnya keluhan muncul di persendian lutut dan panggul. Bila dibiarkan bisa menyebarkan nyeri ke bagian otot sekitarnya.
Memakai sepatu dengan hak tinggi di atas lima sentimeter, membuat kaki anda terus-menerus jinjit. Artinya otot  yang berada di tumit belakang dan otot betis terus-menerus dalam keadaan tegang, pembuluh darah tertekan dan akhirnya mengakibatkan varises. Selain itu, orang yang berdiri dengan posisi kaki jinjit akan cenderung menyeimbangkan badan dengan cara menegakkan punggung. Punggung yang tegak terus-menerus lama-kelamaan akan sakit yang dapat diikuti dengan sakit pinggang. “Ini untuk kaki normal. Bagaimana jika kakinya bermasalah, seperti telapak kaki datar (kaki bebek). Kaki akan bermasalah bila memakai hak tinggi, otot-otot kakinya makin tersiksa karena bekerja ekstra keras untuk menyeimbangkan badan,” ujar Aileen. Padahal Allah ta’ala melarang wanita memperlihatkan perhiasannya kecuali yang biasa tampak darinya, ( Q.S An-Nur : 31).
Menurut pendapat dr. Adel Naseer (Wakil Dekan Pengobatan Alami di Cairo), “ menurut para peneliti, tinggi High Heels tidak boleh lebih dari 1 inchi. Jika lebih dari 1 inchi akan mudah menciderai kaki, bahkan jika dikenakan secara rutin, bentuk kaki akan mengikuti sepatu yang biasa anda kenakan. Tumpuan beban seluruh badan pada area ini yang seharusnya tumpuan itu sepanjang ”plantar” atau telapak kaki, jika tumpuan terjadi pada area ini dalam waktu yang lama, maka gangguan tulang akan terjadi, seperti osteoarthritis, perubahan bentuk tulang yang akan mengakibatkan nyeri jika berjalan”. dr. Adel Naseer juga mengatakan : “Ada sekitar 210 peneliti di seluruh dunia yang memperingatkan kaum wanita akan bahayanya mengenakan sepatu hak tinggi. Bahaya tersebut amat banyak dan serius, yang paling serius diantaranya ialah terjadinya kontraksi yang terus menerus pada otot belakang kaki, yang berujung pada penyakit varises, akibat tertekannya pembuluh darah kaki. Bahaya serius lainnya ialah terjadinya pembengkokan dan cacat tulang punggung.
Menurut dr. Naseer, problem yang ditimbulkan oleh sepatu hak tinggi tidak berhenti sampai di sini. Pemakaian sepatu hak tinggi juga bertanggung jawab atas munculnya rasa sakit di leher dan bahu, serta rasa lesu dan pusing-pusing. Ia juga bertanggung jawab terhadap rontoknya rambut, lewat pengaruh buruknya pada organ dalam wanita. Ada beberapa penilaian yang dijelaskan dalam Buku Panduan Muslimah Mempercantik Diri dinyatakan bahwa memakai sepatu bertumit tinggi adalah haram, karena :
1.      Memakainya termasuk dalam bab kedustaan dan kemunafikan, karena ia telah menampakkan wanita dalam bentuk yang bukan bentuk aslinya.
2.      Di dalam memakai sepatu jenis ini terdapat unsur kesombongan, ujub dan tipu daya dalam berjalan. Semua itu adalah perkara-perkara yang tercela menurut syariat.
3.      Di dalam memakai sepatu hak tinggi terdapat sifat tasyabbuh (menyerupai) wanita-wanita barat dan kaum bani Israil, karena sepatu jenis ini belum pernah dikenal di kalangan wanita-wanita kaum muslimin.
4.      Membahayakan badan, terlebih lagi bagi telapak kaki dan betis. Ia dapat menimbulkan otot-otot betis menjadi kaku dalam waktu yang lama.
5.      Kalangan medis telah menyatakan bahwa sepatu hak tinggi menimbulkan bahaya pada rahim, karena tidak adanya keseimbangan waktu berjalan
6.      Di dalam memakai sepatu jenis ini terdapat unsur tidak ridha terhadap ciptaan Allah Ta’ala yang telah menciptakan kita dalam bentuk sebaik-baiknya.
Rasulullah SAW bersabda: “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, suatu kaum yang memiliki cambuk seperti seekor sapi untuk memukul para manusia dan wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian. (HR Muslim No 2128, dari Abu Hurairah r.a). Allah SWT melarang kita untuk menyakiti diri sendiri , Allah Ta’ala juga berfirman yang artinya: “Dan janganlah kamu melemparkan diri kepada kebinasaan.”(Q.S Al-Baqarah : 195)
Karena alasan tersebut, para ulama di abad ini, seperti Syeikh bin Bahs, Syeikh Al-Bani, Syeikh Ibnu Usaimin Mengaharamkan sepatu berhak tinggi.


                        

Tidak ada komentar: