Jangan Merendahkan Balasan-Nya - IKPM KAIRO

Minggu, 15 Maret 2015

Jangan Merendahkan Balasan-Nya



Dalam sebuah kesempatan Rasulullah Saw. bersabda, “Barang siapa yang menempuh jalan guna menimba ilmu, niscaya Allah akan mudahkan baginya jalan menuju ke surga.” (HR. Muslim). Ada beberapa poin penting yang bisa diambil sebagai pelajaran dari hadis tersebut. Di antaranya, "fiihi 'ilman" salah satu kalimat dari hadis tersebut dalam keadaan "nakirah" yang di mana memiliki ciri tanwin yaitu (ً). Dalam bahasa Arab, tanwin memiliki banyak makna. Adapun di sini memiliki makna bermacam-macam atau bermakna agung.

Artinya ilmu itu memiliki kedudukan yang agung dalam kehidupan manusia. Sebuah peradaban bisa berubah menjadi lebih baik atau buruk karena ilmu. Diterimanya ibadah atau tidak, bergantung pada ilmu tentang syarat, rukun dan lain sebagainya. Kemudian ilmu yang dimaksud pada hadis tersebut tidak sebatas ilmu fikih atau ilmu kalam atau ilmu tafsir atau ilmu-ilmu lainnya, tetapi mencakup seluruh cabang ilmu, baik berkaitan dengan agama atau ilmu eksak, seperti ilmu geografi, fisika, kimia dan lain sebagainya. Hal ini sebagaimana lafal “ilman” yang dalam keadaan “nakirah” pada salah satu firman Allah, “Katakanlah, wahai Tuhanku tambahkanlah ilmu bagiku.” (QS. Thaha: 114). Allah tidak memerintahkan Rasul-Nya untuk meminta tambahan ilmu tertentu seperti fikih atau ilmu tauhid atau mantik atau fisika atau ekonomi atau yang lainnya.

Selama ilmu itu bisa bermanfaat baik bagi kehidupan banyak orang maka ilmu itu termasuk dari apa yang dimaksud hadis di atas. Selain bermanfaat, juga membuat yang mencarinya menjadi sosok yang takut kepada Tuhannya. Bukankah Allah Ta'ala pernah berfirman, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba Nya adalah mereka para Ulama” (QS. Fathir: 28). Yang bermanfaat dan membuat takut (dekat) kepada Allah, selain itu maka Islam tidak sama sekali menganjurkan untuk mempelajarinya.

Poin selanjutnya terdapat pada lafal surge. Semua yg berjuang di jalan Allah untuk mencari ilmu akan dimudahkan jalannya menuju surga. Maka jangan sampai merendahkan pahala yang dijanjikan ini sehingga kita mencari ilmu dengan tujuan popularitas atau gelar atau unsur duniawi lainnya karena Rasulullah dengan bimbingan Allah melalui wahyu-Nya bersabda akan dipermudahkan jalannya menuju surga, bukan dipermudah untuk menikah atau untuk bekerja atau dimudahkan untuk menjadi orang yang terkenal dan lains sebagainya.

Sehingga jika memang surga balasannya maka jangan sampai menghiraukan berapa lama waktu untuk belajar karena dewasa ini banyak orang yang galau karena lamanya studi yang akan mereka tempuh dan bahkan membuatnya menyerah sebelum melangkah. Ini sangat disayangkan.


Hilmy Mubarok, Mahasiswa Al-Azhar asal Bandung.

Tidak ada komentar: