Top Ad unit 728 × 90

Home

Karya Anak Bangsa Upaya Mengurangi Kebohongan

Oleh : Robi’atul Adawiyah

Siapa yang suka dibohongi? Kebohongan adalah satu hal yang paling tidak disukai oleh semua orang, pun termasuk oleh pembohong itu sendiri. Rasulullah Saw bersabda “Qulil haqqo walau kaana murron” katakanlah yang benar walaupun itu pahit. Karena sesuatu yang manis dan teramat indah sekalipun akan terasa pahit dan buruk jika itu adalah sebuah kebohongan.
Seseorang yang berbohong tidak mungkin hanya sekali dalam melakukan kebohongan karena ia akan terus berusaha menutupi kebohongan pertama dan keduanya dengan kebohongan ketiga dan keempat juga seterusnya. Dalam ilmu psikologi, seseorang yang berbohong akan mengalami perubahan sikap dan gerak gerik tubuh yang bisa diamati secara langsung. Beberapa di antaranya adalah :
       I.                        Kontak Mata
Ketika seseorang sedang berusaha menutupi kebohongannya. Coba perhatikan arah gerak bola matanya! Mata seringkali tidak jelas arahnya, berputar-putar mencari-cari dan tidak tenang.
    II.                        Terlalu Banyak Menyentuh Bagian Tubuh
Seseorang yang sedang berbohong, pasti merasa tidak nyaman. Seseorang yang sedang dalam posisi tidak nyaman akan menjadi salah tingkah dan terlalu banyak menyentuh dirinya seperti wajah, bibir, hidung, dan leher. Apalagi jika terus diburu dengan pertanyaan yang potensial untuk membongkar kebohongannya.
 III.                        Bicara Tersendat-Sendat
Semua orang punya bakat yang berbeda-beda dalam dirinya. Termasuk berbohong.Tapi tidak semua orang berbakat untuk berbicara lancar ketika berbohong.
 IV.                        Pengalihan Materi
Seseorang yang mengawali pembicaraannya dengan kebohongan akan merasa bingung untuk melanjutkan pembicaraan ke arah yang benar karena akan muncul kebohongan selanjutnya. Maka dari itu, ia berusaha untuk mengalihkan pembicaraan untuk menghindari lawan bicara yang akan mengetahui kebohongannya.
Di atas tadi merupakan sebagian kecil dari ciri-ciri mengetahui orang yang berbohong. Pada zaman sekarang, kebohongan bukanlah menjadi hal yang tabu lagi di masyarakat. Mulai dari kebohongan kecil hingga yang besar sekalipun.
Baru-baru ini, mahasiswa Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung menciptakan permainan kartu pendeteksi kebohongan. Kartu yang diberi nama Lion Game itu dibuat untuk melatih kepekaan seseorang dalam mendeteksi kebohongan.
“Kartu permainan Lion Game ini untuk melatih kepekaan seseorang terhadap hal-hal berbau kebohongan yang ditemui, baik di dunia keprofesian maupun aktivitas sehari-hari.” kata salah satu pencipta Lion Game yang juga mahasiswa psikologi UNPAD, Barri Pratama (20) di Sumedang, Rabu (21/1/2015).
Kebohongan akan terdeteksi saat memainkan kartu Lie Detection Game (Lion Game). Kartu Lion Game, kata Barri, akan dapat melatih kepekaan seseorang untuk mendeteksi kebohongan dengan menciptakan sebuah kondisi seseorang untuk melihat dan mengidentifikasi perilaku-perilaku kebohongan. Permainan ini dibuat dan disesuaikan dengan literatur studi ilmu komunikasi psikologi dalam komunikasi non-verbal.
Cara kerja permainan ini adalah ketika terjadi interaksi antar pemain, maka pemain akan bisa melihat dari gesture atau bahasa tubuh yang timbul dari lawan mainnya secara tidak sadar, dengan didorong pemain untuk berbohong dan membuat pemain lain berbohong dan membuat pemain lain perlu memprediksi apakah pemain lain berbohong atau tidak untuk memenangkan permainan.
Kembali pada ciri-ciri yang telah tertulis di atas, ketika seseorang berbohong, akan terjadi ketidaksesuaian perilaku dari perkataan, suara dan gerak-gerik badan orang tersebut. Kebanyakan ketidaksesuaian perilaku tersebut terjadi secara tidak sadar karena sulit untuk dikendalikan secara sadar. Apalagi ketika seseorang tertekan atau tegang maka perilaku tersebut semakin jelas terlihat.
“Jadi dengan mengamati keempat bentuk perilaku di atas, dapat diprediksi apakah seseorang sedang berbohong atau tidak”, katanya.
Bentuk Lion Game dibuat seperti permainan kartu pada umumnya. Bedanya, permainan itu terdiri dari 36 lembar kartu yang mempunyai 6 angka dan 6 lambang panca indra, yaitu hidung, mulut, alis, bahu, mata, dan tangan. Dan permainan yang hanya bisa dimainkan sedikitnya 2 orang pemain ini lolos dalam seleksi Pekan Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC) se-Indonesia pada tahun ini.



Karya Anak Bangsa Upaya Mengurangi Kebohongan Reviewed by syamsul ma'arif on 15.57.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by IKPM KAIRO © 2014 - 2015
Designed by Themes24x7

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.