Risiko Konsumsi Mi Instan Bagi Perempuan - IKPM KAIRO

Senin, 30 Maret 2015

Risiko Konsumsi Mi Instan Bagi Perempuan


Siapa yang tidak suka makan mi instan? Sayangnya, kebiasaan itu bisa mendatangkan beberapa konsekuensi kesehatan yang serius.

Risiko Konsumsi Mi Instan Bagi PerempuanIlustrasi mi instan (Thinkstockphoto)
Sebuah studi baru dari The Journal of Nutrition menunjukan, konsumsi mi instan yang dimasak dengan menambahkan air mendidih dari microwave dapat meningkatkan risiko yang disebut sindrom kardiometabolik. Sindrom ini menyebabkan penyakit jantung, diabetes, atau stroke.
Populasi masyarakat Asia merupakan konsumsi mi terbanyak. Peneliti dari Baylor University melihat informasi diet dari National Korea Kesehatan dan Survei Pemeriksaan Gizi IV dari tahun 2007 sampai 2009. Mereka mengidentifikasi dua pola makan utama, yaitu yang pertama pola diet tradisional yang terdiri dari tinggi beras, ikan, sayuran, buah, dan kentang.
Sedangkan, pola yang kedua yaitu daging dan makanan cepat saji pola yang terdiri dari, daging yang tinggi, soda, makanan gorengan, dan makanan kenyamanan seperti mie instan dan ramen. Tidak mengherankan, produk makanan yang kedua dikaitkan dengan tingkat obesitas yang lebih tinggi dan tingkat kolesterol jahat.
Sedangkan produk makanan yang pertama dikaitkan dengan pembacaan tekanan darah yang lebih baik dan risiko yang lebih rendah dari obesitas, tetapi tidak menunjukkan hubungan yang jelas dengan risiko mengembangkan sindrom kardiometabolik.
IlustrasiIlustrasi (Thinkstock)
Namun, ketika peneliti memeriksa angka-angka untuk konsumsi mi instan khususnya, mereka menemukan bahwa mengkonsumsi mi setidaknya dua kali dalam minggu dikaitkan dengan insiden 68 persen lebih tinggi dari sindrom metabolik di kalangan perempuan, bahkan setelah disesuaikan untuk faktor-faktor lain seperti asupan natrium, estrogen, dan lingkar pinggang. Mengkonsumsi mie seminggu sekali dikaitkan dengan prevalensi 26 persen lebih tinggi dari kondisi tersebut. Itu berarti, mi membuat wanita rentan terkena jantung. Resiko ini tidak ada pada laki-laki.
Peningkatan risiko kemungkinan hasil dari kalori tinggi, karbohidrat olahan, lemak jenuh, dan kandungan natrium biasanya ditemukan dalam mie instan. Perempuan khususnya mungkin rentan terhadap efek kesehatan negatif karena hormon yang mempengaruhi perempuan secara tidak proporsional dan perbedaan metabolik.
Misalnya, kimia Bisphenol A (BPA), ditemukan dalam wadah styrofoam sering digunakan untuk paket mie instan. Bagi para wanita dainjurkan jangan terllau sering mengkonsumi mie karena mie membuat wanita rentan terkena jantung. 

Tidak ada komentar: