Solar Impulse Kembali Lanjutkan Perjalanan - IKPM KAIRO

Senin, 30 Maret 2015

Solar Impulse Kembali Lanjutkan Perjalanan

Solar Impulse Kembali Lanjutkan PerjalananSolar Impulse kembali terbang melanjutkan misi keliling dunianya. (BBC Indonesia)
Pesawat bertenaga surya yang berupaya untuk keliling dunia, telah kembali mengudara, melintasi India dan diharapkan terbang ke Myanmar pada hari Kamis mendatang.
Solar Impulse, yang yang dipiloti Andre Borschberg, lepas landas dari Ahmedabad pada 07:18 waktu setempat (01:48 GMT).
Pesawat akan terbang menuju Varanasi, wilayah Uttar Pradesh, India, dan mengisi bahan bakar sebelum terbang ke teluk Benggala.
Selanjutnya pilot Bertrand Piccard akan menerbangkan pesawat ini ke Mandalay, Myanmar.
Kedua pilot ini akan menerbangkan pesawat Solar Impulse ini secara bergantian dalam upaya memecahkan rekor keliling dunia.
Sejauh ini, mereka telah menyelesaikan dua bagian perjalanan yang dimulai dari Abu Dhabi dengan jarak tempuh sejauh 2.000 km.
Mereka mungkin akan menghabiskan waktu selama lima bulan sebelum kembali ke Uni Emirat Arab, setelah melintasi samudra Pasifik dan Atlantik.
Penerbangan dari Ahmedabad ke Varanasi pada hari Rabu merupakan perjalanan ketiga dengan jarak sekitar 1,100km dalam misi tersebut dan Borschberg menerbangkannya dalam waktu 15 jam.
Tim kemudian akan beristirahat selama beberapa jam sebelum lepas landas ke Mandalay.
Perjalanan keempat ini akan menempuh jarak lebih jauh - sekitar 1.500 kilometer - serta beberapa kondisi yang sulit diatasi.
"Di Varanasi, kondisi di pagi hari berkabut dan itu akan menyulitkan kami ketika akan lepas landas," jelas Christophe Beesau, yang menangani strategi penerbangan.
"Dan untuk perjalanan keempat, tentu saja, kita akan menyeberangi Teluk Benggala. Ini mungkin menantang karena kami sudah sering berada di ketinggian angin, dan, di sisi lain, karena pembatasan dari pengatur lalu lintas udara, kami harus tetap berada di jalur yang ditentukan.
"Kami tahu bahwa kami harus menyesuaikan penerbangan ini dengan hati-hati untuk menghindari masalah ini."
Juga, sekitar dua jam sebelum mendarat di Mandalay, Solar Impulse harus terbang di atas pegunungan-pegunungan yang tingginya hingga 3.000 m.
Pesawat ini diharapkan dapat mendarat dengan mulus di ibukota Myanmar sebelum matahari terbenam.
Proyek Solar Impulse ini diklaim telah memecahkan rekor terbang terjauh untuk pesawat bertenaga surya, dengan menempuh jarak terbang sejauh 1,468km dari Muscat di Oman ke Ahmedabad.
Pesawat Solar Impulse ini memiliki bentang sayap hingga 72 meter, melebihi pesawat jumbo jet 747, dengan bobot hanya 2.3 ton.
Bobot yang ringan ini faktor yang menentukan keberhasilan penerbangan dalam beberapa bulan mendatang.
Juga keandalan 17 ribu sel surya pada sayapnya, dengan baterai lithium-ion eneri terpadatkan agar pesawat dapat bertahan terbang di malam hari.
Kedua pilot Borschberg dan Piccard hanya berkesempatan mengambil istirahat pendek selama penerbangan panjang melintasi samudera Pasifik dan Atlantik, yang harus berlangsung non-stop selama beberapa hari.
Upaya Solar Impulse dalam memecahkan rekor dunia ini mengingatkan kita akan prestasi penerbangan lainnya yang masih menggunakan pesawat berbahan bakar.
Pada tahun 1986, pesawat Voyager yang dipiloti Dick Rutan and Jeana Yeager menjadi pesawat terbang yang pertama kali mengelilingi dunia tanpa henti selama sembilan hari dan tanpa mengisi bahan bakar.
Rekor ini dipatahkan rekornya oleh pesawat jet Virgin Atlantic GlobalFlyer yang dipiloti Steve Fosset pada tahun 2005, dalam waktu kurang dari tiga hari.

Tidak ada komentar: