Bersama Ulama Pelit Ilmu - IKPM KAIRO

Senin, 06 April 2015

Bersama Ulama Pelit Ilmu


Al-Qodhi Abu Said al-Harawi menceritakan,
Seorang ulama Hanafiyah di daerah Harah menyampaikan informasi kepadannya bahwa Imam Abu Thahir ad-Dabbas – seorang ulama hanafiyah – yang tinggal di seberang sungai, bisa menyimpulkan semua pendapat Abu Hanifah ke dalam 17 kaidah. Mendengar info ini, al-Qodhi Abu Said langsung melakukan safar untuk menemui Imam Abu Thahir ad-Dabbas.
Imam Abu Thahir adalah seorang yang buta. Dan beliau memiliki kebiasaan mengulang-ulang 17 kaidah fiqih itu setiap malam di masjid setelah shalat isya.
Hanya saja ada yang unik dari Imam Abu Thahir. Beliau dikenal ulama yang sangat pelit ilmu. Beliau tidak ingin orang lain bisa dengan mudah mendapatkan ilmu dari hasil penelitian yang beliau lakukan.  Karena itu, beliau tidak ingin ada seorangpun yang mendengarnya 17 kaidah yang selalu beliau baca setiap malam. Sehingga kaidah ini baru beliau baca setelah semua jamaah masjid pulang ke rumah.
Mengetahui hal ini, al-Qadhi Abu Said al-Harawi tidak patah arang. Beliaupun ikut shalat jamaah isya di masjid itu. Seusai shalat, beliau tidak keluar masjid, namun beliau bersembunyi dengan berselimut karpet masjid.
Setelah di rasa sepi, Abu Thahir menutup pintu masjid dan beliau mulai mengulang hafalan 17 kaidah tersebut dengan suara cukup keras, sehingga bisa didengar seisi masjid.
Hingga seusai beliau membacakan 7 kaidah, al-Harawi yang berselimut karpet tadi batuk. Abu Thahir kaget, ternyata ada yang mencuri dengar hafalan kaidahnya. Beliau langsung mendekati suara batuk itu, dan memukul al-Harawi serta menyuruhnya keluar masjid. Kemudian beliau menghentikan kegiatan mengulang  hafalan kaidah lanjutannya di malam itu.
Selanjutnya, pulanglah Abu Said al-Hawari menemui teman-temannya. Dan beliau menyampaikan 7 kaidah yang telah beliau dapatkan.
Diantara ulama yang mengambil 7 kaidah ini adalah Imam al-Qodhi Husain. Salah seorang ulama besar madzhab Syafiiyah.
(al-Asybah wa an-Nadzair, hlm. 7)
Mereka tidak rela jika ilmunya dibawa oleh orang awam agama, sehingga bisa disalah gunakan.

Tidak ada komentar: