Top Ad unit 728 × 90

Home

Biografi "Imam Nawawi Al-Bantani"

Imam Nawawi Al-Bantani
Sang Tokoh Kitab Kuning

***
                Lahir denga nama Abu Abdal-Mu’ti Muhammad ibn Umar Al-Tahara Al-Jawi Al Bantani, anak kyai haji Umar keturunan ke 12 Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). Beliau dikirim oleh ayahnya ke berbagai pesantren sejak umurnya delapan tahun, pergi haji di umur lima belas tahun, kemudian belajar di Makkah selama tiga tahun sebelumkembalinya ke Indonesia guna berjihad.

                Sekembalinya ke Indonesia, beliau melihat kebodohan masyarakat Banten dan penjajahan Belanda atas mereka, dengan semangat  jihad patriot dan nasionalisnya yang begitu besar, beliau mulai berdakwah keliling Banten yang tentu saja meresahkanpihak Belanda, hingga akhirnya Belanda membatasi gerak-geriknya, dan beliau tidak boleh lagi berkhutbah. Dengan peneknan ini Syekh Nawawi kembali lagi ke Makkah untuk memperdalam keilmuannya.

                Diantara guru yang berpengaruh adalah Syekh Yusuf Sumbulawaini, Syekh Ahmad An-Nahrowy, Syekh Abdul Hamid Al-Daqistany, lalu ada juga Syekh-Syekh lainnya yang berpengaruh semasa ia belajar di Madinah seperti Khotib Duma Al-Hambali. Dengan bekal dan bimbingan para ulamaMakkah dan Madinah, serta daririhlah ilmiyahnya ke Mesir dan Syria inilah ia memiliki perbendaharaan ilmu pengetahuan kegamaan yang memadai dan kemudian menjadi pengajar di lingkungan Masjidil Haram.

                Beliau memiliki banyak  murid, mereka meiliki peran penting terrhadap Indonesia, seperti KH. Ahmad Dahlan (peloporMuhammadiyyah), KH. Hasyim Asy’ary (pendiriNUdanPon-PesTebu Ireng), KH. Arsyad Thawil (yang di buang Belanda ke Manado karena peristiwa gugur Cilegon), dan lain-lain.

                Syekh Nawawi juga giat menulis buku. Ia termasuk penulis yang melahirkanbanyak karya,juga banyak menulis kitab tentang persoalan agama.Paling tidak, ada 34 karya Syekh Nawawi tercatat dalam Dictionary of Arabic Printed Books karya Yusuf. Beberapa kalangan bahkan menyebutkan bahwa Syekh Nawawi telah menulis lebih dari 100 judul buku dari berbagai disiplin ilmu. Sebagian karya Syekh Nawawi diterbitkan di Timur Tengah. Dengan karya-karyanya ini, ia ditempatkan sebagai Sayyid Ulama Hijaz hingga kini. Selanjutnya, kitab-kitabnya itu menjadi bagian dari kurikulum pendidikan agama di seluruh pesantren di Indonesia, bahkan di Malaysia, Filipina, Thailand, dan juga di Timur Tengah.


                Karya-karya Syekh Nawawi memang sangat berpengaruh bagi pendidikan pesantren. Sampai tahun 1990, diperkirakan terdapat 22 judul tulisanbeliau yang masih dipergunakan di pesantren. Selain itu, 11 karya populerlainnya sering digunakan sebagai kajian di pesantren-pesantren. Makadari itu beliau mendapat gelar tokoh kitab kuning.

***

Oleh: NuansaGarini
Biografi "Imam Nawawi Al-Bantani" Reviewed by Fairuz Hammurabi on 06.00.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by IKPM KAIRO © 2014 - 2015
Designed by Themes24x7

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.