Jack Ma; From Zero to Hero - IKPM KAIRO

Kamis, 03 Maret 2016

Jack Ma; From Zero to Hero

Oleh: Juliana
 
                     “Ketika KFC pertama kali masuk ke China, ada dua puluh empat orang mendaftar untuk bekerja di sana, dua puluh tiga di antaranya diterima dan hanya satu yang ditolak, dan itu saya,” tutur Jack Ma menceritakan kisah kegagalannya. Ternyata penolakan tersebut bukan satu-satunya, dia sering kali gagal, termasuk dalam ujian masuk perguruan tinggi. Tapi jangan dikira dia berakhir di tempat kumuh, karena berkat kegigihan dan sifat pantang menyerahnya, kini seluruh dunia mengenalnya. Pendiri situs penjualan online terkenal alibaba.com ini merupakan orang terkaya di negara Republik Rakyat Cina(RRC) saat ini dan menjadi inspirasi jutaan orang di berbagai belahan dunia.
                     Ma (alias Ma Yun) lahir pada tanggal 15 okober 1964 di Hangzhou, sebelah bagian tenggara Tiongkok,memiliki seorang kakak laki-laki dan adik perempuan; mereka besar pada masa resolusi tiongkok.Ma tumbuh seperti anak-anak kebanyakan, meski berperawakan kurus Ma mengaku sering berkelahi dengan teman sekelasnya, selain itu dia juga suka mengumpulkan jangkrik dan mempertarungkannya. Uniknya, dia mampu membedakan ukuran dan jenis jangkrik hanya dari deriknya saja.
                     Ma memang memiliki visi jauh kedepan, sebelum orang Tiongkok berpikiruntukbelajar bahasa inggris dia sudah melakoninya. Setelah kunjungan Presiden Amerika Serikat Richard Nixon pada tahun 1972, sontak kampung halaman Ma menjadi tujuan wisata, dan dia pun berinisiatif untuk menjadi pemandu wisatawan. Setiap pagi Ma pergi ke hotel di kota yang saat itu banyak didatangi turis Barat, Ma pun menawarkan jasa pemandu wisatawan dengan imbalan belajar bahasa inggris dari para turis; oleh karena itu, seorang turis sahabatnya memanggilnya dengan nama Jack.

Merintis Alibaba
                     Banyak yang beranggapan bahwa nilai akademis seseorang berbanding lurus dengan karir dan kesuseksesan, namun ini tidak berlaku bagi Ma. Dalam hidupnya segudang masalah akademis sudah dia hadapi, nilai matematika yang buruk; ditolak di setiap sekolah yang diinginkan; dua kali mengalami kegagalan dalam ujian masuk perguruan tinggi walaupun akhirnya diterima di Hangzhou Teacher’s Institute dan lulus pada tahun 1988. Masalah tak berhenti sampai di situ, setelah segudang penolakan dia terima, Ma harus berbesar hati menerima perlakuan yang sama dari setiap lamaran pekerjaan yang diajukan. Sebelum akhirnya menjadi guru bahasa inggris di negaranyadengan gaji 12$ per-bulan.
Namun itu dulu, kini ia berubah menjadi miliarder nomor satu di negara tersebut, dengan total kekayaan 24,5 miliar$ dan masuk ke dalam jajaran orang terkaya di dunia berkat usaha yang dia rintis, yaitu alibaba.com yang sukses dalam melakukan penawaran saham perdana atau IPO (Initial Public Offering). Alibaba merupakan retailer online terbesar di China dan menempati posisi ke 2 setelah Wal-Mart di dunia. Uniknya, padahalia termasuk awam teknologi dan bahkan sebelumnya Ma sama sekali tidak bisa mengoperasikan komputer maupun coding.
Pada awal-awal merintis usahanya, Ma mengalami dua kali kegagalan. Empat tahun kemudian dia  berhasil meyakinkan 17 temannya untuk berinvestasi pada pasar online yang dia dirikan dengan nama Alibaba. Nama unik ini diambil karena penyebutannya dianggap mudah oleh banyak bahasa di seluruh dunia. Menurut website perusahaan, nama Alibaba mengingatkan pada istilah open sesame, Istilah yang merujuk pada ungkapan sihir dalam cerita Alibaba and the forty thieves di kisah seribu satu malam. Situs tersebut memuat banyak produk dari para eksportir China yang menghubungkan para pelanggannya di luar negeri.
Perusahaannya juga mampu dengan cepat menarik para investor, dan bahkan dapat  mengalahkan raksasa e-commerce dunia asal Amerika Serikat eBay di Tiongkok. Untuk dapat mengalahkannya,Ma dalam berbagai rapat dan konferensi yang melibatkan banyak orang menekankan bahwa bagi Alibaba nomor satu adalah pelanggan, kedua karyawan dan yang ketiga adalah investor. Prinsip ini menjadi landasan keputusannya untuk menggratiskan Alibaba dan Taobao selama beberapa tahun pertama, guna menaklukkan eBay di China. eBay sempat mencibir bahwa gratis bukanlah modelbisnis, tapi melalui Taobao, Alibaba berhasil menghancurkan eBay di tiongkok. Duel maut ini diabadikan dalam film dokumenter Crocodile in the Yangtze. Berkat kegigihannya, dua situs Alibaba yaitu Taobao Market place dan Tmall.com, kini menjadi penguasa sistem portal pengiriman di China.

“eBay adalah hiu di lautan. Kami adalah buaya di sungai Yangtze. Kalau kita bertemu di laut  pasti kami kalah ,tapi kalau kita bertemu di sungai, kami yang akan menang” Jack Ma (pendiri Alibaba Group).
Banyak pengusaha yang menjulukinya sebagai ‘Crazy Jack’ karena ide-ide bisnis super gila dan fantastis yang terlontar, hebatnya, Ma dapat mewujudkannya. Daripada berbicara soal kehebatan perusahaan, dia lebih senang membahas bagaimana Alibaba dapat membantu konsumen, menciptakan lapangan pekerjaan, dan melayani masyarakat.
Ma mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO pada tahun 2013 dan memilih menjadi ketua eksekutif Alibaba. Seperti yang dilansir CNBC dia mengatakan “Hari ini yang kita miliki bukanlah uang, tapi yang kita punya adalah kepercayaan dari orang-orang.” Meski IPO telah membuatnya sangat kaya, namun tak lantas menjadikannya sombong. Hobi-hobi sederhana masih dia lakoni seperti membaca, menulis buku, bermain poker, bermeditasi,  dan berlatih tai-chi.
Maka siapapun kita, bukanlah hal yang mustahil untuk menjadi sukses jika mempunyai etos kerja yang tinggi, kegigihan dan sifat pantang menyerah, seperti halnya Jack Ma. Bagaimana, Anda setuju?

Tidak ada komentar: