Sepenggal Cerita Tentang Pandangan Orang Yahudi Terhadap Umat Muslim - IKPM KAIRO

Senin, 06 Juni 2016

Sepenggal Cerita Tentang Pandangan Orang Yahudi Terhadap Umat Muslim


***
Pernah suatu ketika ada dua orang keturunan Yahudi. Salah seorang dari mereka bermaksud menulis sebuah buku tentang rahasia mengapa orang Yahudi dapat menguasai dunia.

Yahudi yg lain pun melarang temannya untuk menuliskan rahasia keberhasilan mereka seraya berkata, "Jangan engkau menuliskan rahasia keberhasilan kita menjadi sebuah buku, jika umat Islam membacanya bisa-bisa mereka berhasil dan mengancam posisi kita", Kata Yahudi Kedua kepada yahudi pertama (yg mau menulis buku).

Yahudi pertama bersikukuh tetap mau menulis dan berkata, "Tidak mengapa kita menulis buku tentang rahasia keberhasilan bangsa Yahudi, jika dicetakpun orang Islam tak akan membacanya. Mereka tidak suka membaca". 
"Jika mereka membacanya pun kita tidak perlu khawatir, karena mereka tidak suka berfikir", lanjutnya.

"Tapi bagaimana jika ada di antara mereka yang membaca dan memikirkannya?" sanggah Yahudi kedua.

"Tenang dan tidak perlu khawatir, meski mereka membaca dan memikirkannya, tidak akan menjadi apa-apa juga, karena mereka tidak akan mengerjakannya." kata orang Yahudi pertama tadi.

Yahudi kedua pun diam sejenak dan bertanya kepada Yahudi pertama. "mengapa kamu begitu yakin?".
Dengan tenang Yahudi pertama menjawab, "lihat saja apa yg mereka lakukan terhadap kitab suci mereka, kalau saja mereka membaca, memikirkan, dan mengerjakannya, tentu Mereka (umat Islam) akan jauh lebih berhasil dari pada kita".

Kesimpulan:
[Jika al-Qur'an yang merupakan Kalam Ilahi Yang Maha Besar, Maha Kuasa, lagi Maha Suci, "Pusaka Mu'jizat" terbesar Warisan Insan Kamil Muhammad Rasulullah Saw. pun tidak mereka terima sebagai dasar petunjuk aturan dan hukum, dan mereka tidak mau pula intens dalam membaca, mengaji, memahami, melaksanakan, menegakkan, dst. Maka niscaya mereka adalah golongan makhluq pengikut setan atau paling tidak, niscaya mereka golongan manusia sangat merugi di muka bumi, bodoh, primitif dlsb. Na'uudzubillahi wa Huwal Musta'aan].
***

Oleh: Fairuz_Hammurabbi HR

Tidak ada komentar: