Men-nyukses-kan MABA - IKPM KAIRO

Selasa, 20 September 2016

Men-nyukses-kan MABA


Jadi begini, tempo waktu lalu, saya disuruh oleh temanku, sesama bagian informasi IKPM, untuk memberitakan kegiatan IKPM yang sedang hangat akhir-akhir ini. Kemudian setelah berpikir lama, dan belum juga menemukan jawaban. Akhirnya selang beberapa jam (saya lupa kapan waktunya), turunlah  ilham suci  dari langit (entah benar atau tidak). 
Saya mencoba untuk memberitakan kegiatan para Mahasiswa baru (disingkat Maba) IKPM, yakni:  tentang bagaimana Usaha-usaha mereka dalam menghadapi ujian Tahdid Mustawa Lughowiy(Penentuan level kelas bahasa). Walaupun ini terkesan simpel dan “ biasa sekali” , tapi saya rasa ini juga perlu dan penting untuk diberitakan. Mengapa ? karena (menurutku) : Dari kesungguhan mereka dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian ini, akan memberikan gambaran (secara global) keseriusan mereka dimasa awal, dalam menuntut ilmu di bumi Musa dan Fir’aun ini.

Menurut data terakhir, yang dikumpulkan oleh sekretaris IKPM, jumlah seluruh mahasiswa baru dari Pondok Modern Darussalam Gontor, adalah 52 orang (laki-laki dan perempuan), dan mencakup alumni dari tahun 2013 hingga 2015. Mereka datang ke negri kinanah ini melalui beragai mediator keberangkatan, mulai dari IKPM kairo sendiri, Mumtaza, Rehlata hingga kekeluargaan. Jumlah yang banyak, semoga juga dibarengi kualitas yang lebih baik

Selanjutnya, kita akan berbicara tentang Bimbel yang diadakan IKPM, kegiatan ini dikomandoi oleh Ustadz Mekah badar (Wong jowo miyos wonten London), dari jauh-jauh hari beliau sudah membentuk “Tim Sukses” untuk kelancaran kegiatan dan kenajahan seluruh Mahasiswa baru. Tim Sukses ini terdiri dari Senior-senior (yang dianggap kompeten di bidangnya) dan Bagian Keilmuan IKPM sebagai Panitia pelaksananya. Jadi, sebelum kegiatan ini dihelat, pikiran, hati, dan tenaga mereka tercurahkan sepenuhnya, demi  kesuksesan kegiatan ini. Mereka mengumpulkan bahan-bahan : mulai dari Materi Shorof, Nahwu, Balaghoh hingga soal-soal ujian tahun-tahun lalu. Kemudian meraciknya sedemikian rupa, hingga menjadi bahan ajar. Ibarat meracik kapsul yang penuh ekstrak bergizi tinggi.   Sungguh ! ini adalah Jihad Ilmiah yang tiada duanya.

Ketua IKPM Kairo,  Ustadz Athar Afifi, ketika saya temui beliau tempo hari, di kediamannya dengan gagah dan penuh wibawa beliau menyampaikan beberapa tujuan diadakannya bimbingan belajar ini, yakni : Pertama, Untuk memaksimalkan pendalaman materi dan pembimbingan anggota secara lebih intensif dan kondusif, karna semakin sedikit anggota yang dibimbing akan semakin efektif proses pembelajaran. Kedua, agar mereka merasa lebih nyaman belajar. Jadi anggapan IKPM terkesan "sangat ekslusif" dalam mengurusi para Mabanya, itu kembali kepada hasil musyawarah dan pertimbangan yang matang dari Panitia dan segenap Dewan Pengurus IKPM.
Maka, kegiatan Bimbingan belajar IKPM dalam rangka menyukseskan segenap mahasiswa barunya terangkum kedalam tiga hari berturut-turut. Mulai dari Hari Jum'at, 16 September 2016 dan berakhir pada hari Minggu, 18 September 2016

Hari Pertama

Pagi jum’at yang mendung bertempat di Meeting Hall Sekretariat IKPM Kairo, hay ‘asyir. Kegiatan ini resmi dimulai. Satu-persatu Maba mulai menyesaki ruangan, lalu penuh, hingga ada maba yang tidak mendapat tempat. Hari itu materinya nahwu, sebagai pemateri adalah Ustadzah Nur Fitria Qurrota aini Lc (akrab dipanggil dengan Mbak Mpit) dari Bojonegoro. Dengan membawa api semangat yang menyala-nyala dibarengi dengan penguasaan materi yang qualified, beliau menjelaskan materi-materi nahwu yang dianggap penting, dengan tujuan me-refresh ilmu-ilmu mereka yang pernah dipelajari di pondok dulu, dan menambahkan ilmu-ilmu baru yang belum pernah mereka kenal sebelumnya. Bertugas sebagai operator Komputer dan Proyektor saudara Salman Abdur-robby, dan saya sebagai pemegang whiteboard agar tetap tegak berdiri(maaf jika bagian ini tidak penting ).
Jumlah mahasiswa baru yang hadir ketika itu 40 orang, dan mereka  terlihat sangat antusias sekali: memerhatikan (hingga tidak berkedip sedikit pun) kepada penjelasan Pemateri, tak ada seorang yang mengantuk (namun banyak yang mengangguk-ngangguk pertanda sudah paham), dan diantara mereka ada yang begitu menggebu-gebu bertanya. 

Kemudian acara ditutup  ba’da ashar dengan makan-makan bersama, dengan menu : nasi putih plus telur dadar ditemani sambal terong buatan mas holan (koki IKPM terhebat di zamannya). Walaupun mereka belajar hampir seharian penuh namun wajah-wajah ceria mereka tetap memancarkan sinarnya. Aduhai indahnya !.

Hari Kedua

Sabtu, masih di tempat dan waktu yang sama. Namun dengan materi dan pemateri yang berbeda tentunya. yakni : materi Balaghoh dengan ustadz Nawa Syarif (Mahasiswa Al-azhar tingkat tiga jurusan Syariah Islamiyyah asal Jakarta) sebagai pemateri. Menurut sebagian mahasiswa baru, Balaghoh dianggap sebagai “momok” ujian mereka. Mengapa demikian ? Secara umum bisa dirangkum ke dalam tiga hal. Pertama, karna mempelajarinya menuntut penguasaan yang mumpuni terhadap ilmu-ilmu bahasa arab lain. Kedua, kata-kata  dan uslub-uslub bahasanya yang tinggi dan sastrawi. Ketiga, ketidaktahuan akan manfaat dari ilmu itu sendiri, yang berimplikasi kepada ketidaksukaan yang mendarah-daging hingga sekarang.

Namun kak Nawa (panggilan akrabnya) berusaha memahamkan, menjelaskan hingga mengupas habis materi Balaghoh kepada mereka, sampai dianggap setiap dari mereka paham dan siap mengahadapi ujian, kemudian kak nawa membagikan trik-trik mengerjakan soal-soal ketika ujian. Kegiatan berakhir pada waktu yang sama seperti hari sebelumnya, namun dengan menu makanan yang berbeda tentunya.

Hari Terakhir

Minggu, bertempat di Wisma KMKM( singkatan dari Keluarga Mahasiswa Kalimantan di Mesir). Ini adalah hari terakhir seluruh Maba IKPM megikuti kegiatan ini, jika hari jum’at dan sabtu mereka ditekankan dalam pendalaman dan penguasaan materi secara teoritis, namun kali ini Maba akan diuji keilmuan dan kemampuannya dalam menerapkan ilmu-ilmu yang telah mereka pelajari dan persiapkan sebelumnya. Dengan cara mengerjakan berbagai soal, yang kemudian dikoreksi dan dinilai oleh panitia dan para pembimbing ketika itu, agar mengukur sejauh mana pemahaman dan kesiapan merekpa dalam menghadapi ujian Tahdid mustawa lughowiy sesungguhnya, yakni esok harinya, 19 september 2016. Pada sore harinya, kegiatan bimbingan belajar IKPM resmi ditutup dengan doa’ dan makan-makan bersama.
Semoga seluruh harapan dari segenap Panitia Kegiatan ini, dan khususnya seluruh Mahasiswa Baru IKPM diijabah oleh Allah, dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Amin Ya Robbal 'aalamin.

Kairo 20 September 2016

Tidak ada komentar: