Perjalanan Spiritual Ibn Arabi - IKPM KAIRO

Senin, 05 September 2016

Perjalanan Spiritual Ibn Arabi



Perjalanan Spiritual Ibn Arabi
Judul : Biografi ibnu arabi perjalanan spiritual mencari tuhan bersama para sufi
Penulis : Mohammad Yunus Masrukhin, MA.
Terbit : Januari 2015
Penerbit          : Keira Publishing
Tebal Halaman : 352 hal

Buku ini merupakan buku pengantar penulis yang berjudul “Al-Wujud wa az-Zaman Fi al-Khitob as-Shufi ‘inda Muhyiddin”. Yang berisi tentang buah pemikiran kesufian Ibn Arabi dari titik tolak eksistensi. Ia adalah upaya untuk menemukan bentuk lokal dari pandangan tentang wujud manusia dalam wacana keislaman. Titik tolak seperti itu yang membutuhkan semacam pendekatan kewacanaan yang hadir dalam kehidupan kaum sufi yang lebih bersifat keseharian dan menyuguhkan pengalaman kesufian dalam kenyataan yang lekat dengan kesalehan yang sehari-hari dilakukan.

 Kesufian adalah contoh dari kesolehan keagamaan yang memiliki sisi beragam. Dan pada hakikatnya, kesufian bukanlah pandangan pandangan keagaman yang dipucukkan, ia adalah pengalaman keagamaan yang melekat pada kehidupan sehari hari dan dapat hadir pula di sisi lain sebagai sesuatu yang rumit dan nyaris tak tembus pandang.  Bahkan bisa dikatakan, dalam taraf-taraf tertentu, pengalaman kesufian tidak dapat diungkapkan oleh kata kata, ia hanya bisa dirasakan oleh orang yang bersangkutan.

Ibn Arabi merupakan sosok dari kalangan sufi yang mempunyai pengaruh besar dalam dunia kesufian. Dikalangan kaum sufi ia dianggap sebagai seorang sufi agung yang pengaruhnya masih dapat dirasakan hingga saat ini. Akan tetapi ada sebagian dari kaum fikih dan ahli hadist yang memandang Ibn Arabi sebagai orang yang bermasalah, menurut pandangan mereka karna penjelasan pengalaman kesufiannya yang mengaburkan pakem ajaran agama. Dan dari sisi orang yang mempunyai latar belakang  filsafat mereka menganggap pikiran pikiran Ibn Arabi adalah pandangan seorang filsuf.

Oleh karena adanya kesenjangan yang menganga antara kesolehan yang dipraktikkannya sehari hari dan penjelasan kesufian yang dibukukannya. Kesenjangan ini membutuhkan tali penghubung yang menautkan dengan baik kedua sisinya sehingga menghasilkan pemahaman yang baik. Pemahaman yang dapat memberikan gambaran yang memadai guna memahami kerumitan penjelasan kesufian Ibn Arabi yang harus dilihat dan dimulai dari pengalaman yang hadir secara nyata dalam kehidupan sehari harinya. Walaupun sebagian besar berisi tentang perjalanan spiritual Ibn Arabi bersama para sufi disekelilingnya, tanpa menjelaskan dan menceritakan pengalaman pribadi Ibn Arabi sendiri dalam dunia Sufi dan pengaruhnya terhadap kehidupan sehari harinya.

Dan buku ini berbicara kepada kita tentang pengalaman keseharian kesufian Ibn Arabi bersama para sufi lain dan juga mengkaji pemikiran pemikiran para sufi yang hadir dalam kehidupan Ibn Arabi sehingga memudahkan kita untuk memahami sosok sufi Ibn Arabi, dan memahami hakikat tasawuf dalam ajaran agama islam yang mengajarkan kepada kita akhlaq yang santun, humanis dan bermanfaat bagi sesama sebagaimana diajarkan oleh Nabi Muhammad S.A.W dan para sahabat.(HafidhohH)

Tidak ada komentar: