Top Ad unit 728 × 90

Home

SECUIL PARTIKEL TUHAN


Oleh : Muhammad Kamal Ihsan

Ada aduan dan kejenuhan yang sudah memuncak
Tatkala ironi yang bernama perasaan terhimpit dan mulai terdesak
Melalui filosofi hidup yang kau sebut ‘asal layak’
Pelatuk kesedihan perlahan kau koyak
Bersama kerasnya hati,
Bersama kokohnya harga diri,
Akhirnya semua sempurna kau lintasi,
(Jikalau boleh aku sarankan)
#Ini tentang kalian yang hanya peduli pada ‘diriku’ bukan yang lain
#ini tentangmu yang mendewakan ego dan melempar peduli dalam jurang terhina
#ini tentangmu yang menengadah terlalu tinggi tanpa sempat menunduk
Coba kau petik sedikit partikelnya yang RAHMAN
Tadi kau melintas di bawah naungan awan
Matamu sempurna menatap mata yang tertawan
Sesosok renta yang tak punya kawan
Kau biarkan
Kau tinggalkan
Kau acuhkan
Hati yang semu sombong mengucapkan “Kasihan”
Dan kau hanya berlalu ketika kecewa si renta beradu
Padahal yang dia mau hanya senyummu
Andai saja kau tau
Malaikat malu
Dengan ulahmu itu

Coba kau pungut sedikit dari partikelnya yang SYAKUR
Tadi kau congkak berujar
“Andai gajiku dan dia sejajar”
Padahal kau baru saja singgah
Pada rumah naungan anak-anak tak bertuah
Kagetmu pada lukisan yang lusuh
Buah kaki anak kecil dengan kuas yang lusuh
Dia tetap pertahankan senyum terunggah
Di balik tangan yang terbekap lumpuh
Dia tetap bersyukur
Dan kau malah mengobral syukur

Coba kau simpan sedikit partikelnya yang LATHIF
Angin mungkin memaklumi uluran tangannya yang naif
Terbungkus rapi dalam olahan perangai nan arif
 Tadi Kau bilang ini hanya ungkapan
Tapi sayatanmu menggores perasaan
Hardikanmu hanya sekedar menyapa
Tapi auranya menyayat di jiwa
Kau berpaling saat tangisnya bermuara
Keluar dari mata yang kau sebut ‘peminta-minta’
Mereka hanya tak mampu menggores asa
Tapi haruskah tergore luka
Lewat kata-kata?

Coba kau pinjam partikelnya yang’ ADL
Mungkin hanya sekedar catatan tak berjudul
Sebuah keluhan yang bahkan tak bersampul
Tapi ledekanmu jelas-jelas terkumpul
Pada judul-judul simponi duit yang jadul
 Hanya pada naungan-naungan nan tebal
Pattimura dan diponegoro terjegal
Kau angkat tangan pada perangai yang kumal
Seakan dungu dan berkata “Aku tak kenal”
padahal kau tau timbangan adil, haram diobral

coba kau tengok jendela kehidupan
perlukah dihiasi dengan tirai kesombongan
harusnya kau bertopeng malu pada partikel yang tak terpinjam
yang menusuk asmanya pun tetap digenggam
ada saatnya nanti
partikel tuhan hanyalah mimpi
saat hembusan sayang tak ada lagi
saat sapaan maaf tertutup ambisi
saat topeng keadilan tak lagi dikenali
saat senyuman dianggap basi tak berisi
itulah saat yang melukai
jiwa, raga, dan hati
akhirnya,
hanya segelintir yang mampu ku sebutkan
dalam gambaran yang tak tergambarkan
yang berpusat pada tuhan

SECUIL PARTIKEL TUHAN Reviewed by Albi Ramadhan on 09.54.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by IKPM KAIRO © 2014 - 2015
Designed by Themes24x7

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.