Selayang Pandang Islam Yang Moderat - IKPM KAIRO

Senin, 06 Februari 2017

Selayang Pandang Islam Yang Moderat



       
        Judul     : Moderasi Islam "Menangkal Radikalisai Berbasis Agama''
Penulis     : Dr. Muchlis M. Hanafi, M.A
Penerbit             : Ikatan Alumni al-Azhar dan Pusat Studi Al-Qur'an
Tahun terbit       : 2013
Jumlah halaman  : 295 hlm

Sikap ekstrem dalam beragama bukanlah fenomena baru dalam Islam, Sedikitnya ada dua kecendrungan ekstrem yang ditunjukkan umat Islam beberapa dekade belakangan ini; Yang pertama dicirikan oleh sikap ketat dalam beragama bahkan cenderung menutup diri; memberikan citra negatif kepada Islam dan umat Islam sebagai agama dan komunitas masyarakat yang eksklusif serta mengerjakan kekerasan dalam dakwahnya; Yang kedua malah bersikap terlalu longgar dan terbuka sehingga mengaburkan esensi ajaran agama itu sendiri; mengakibatkan Islam kehilangan  jati dirinya, karena lebur dan larut dari budaya dan peradaban lain. Sesungguhnya sikap ekstrem dalam beragama bukanlah fenomena baru, Sejak periode yang paling dini, sejumlah kelompok keagamaan telah menunujukkan sikap ekstrem ini. Salah satu kelompok yang menonjol saat itu adalah kelompok Murji'ah dan Khawarij; mereka mengkafirkan umat Islam yang bukan  berasal dari kelompoknya; mencoba menghancurkan Islam dari dalam; menutupi Islam oleh umat Islam sendiri (al-Islamu mahjubun bi al Muslimin).

Dilatarbelakangi munculnya kecendrungan-kecendrungan yang lahir akibat ekstremisme inilah penulis mencoba membaca apa dan bagaimana sesungguhnya urgensi moderasi Islam. Buku yang ditulis Dr. Muchlis M. Hanafi, M.A. ini, sejatinya merupakan tanggapan atas pelbagai persoalan umat Islam, utamanya yang berkaitan dengan ekstremisme dalam beragama, yang demikian marak ditunjukkan oleh sebagian umat Islam akhir ini. Kecendrungan tersebut bukan saja telah merugikan Islam dan umat Islam, tetapi juga bertentangan dengan karakteristik umat Islam yang oleh al-Qur'an disebut sebagai "Ummatan wasathan'' (Q. S. Al Baqarah [2]: 143), yaitu umat yang  moderat, adil dan terbaik.

Buku ini sangat tepat bagi anda yang sedang mencari referensi tentang konsep al wasathiyyah dalam Islam. Dengan gaya bahasa yang lugas namun komunikatif, memudahkan pembaca dalam memahami tema yang disampaikan oleh penulis. Pemilihan kata-kata yang mudah dipahami dan dilengkapi dengan dalil-dalil dan argumentasi yang sesuai dengan perspektif Islam serta menerangkan bagaiman etika dialog dalam perspektif Al-Qur'an membuat mata dan pikiran kita semakin terbuka tentang bagaimana menyikapi perbedaan pandangan, keyakinan dan sikap antar sesama manusia menjadi salah satu kelebihan buku ini. Pembahasan yang tidak monoton dan sensitif dengan menghadirkan pernyataan sikap beberapa instansi Islam dalam menyikapi problematika seputar pelecehan nabi Muhammad membuat menjadi daya tarik tersendiri bagi buku ini serta pantas untuk disimak oleh semua kalangan. Cover yang berani namun terkesan menyeramkan, penggunaan kertas buram serta kutipan-kutipan hadits dan pendapat ulama berbahasa Arab yang terlalu panjang dan tidak disertai artinya menjadi kelemahan buku ini. Secara keseluruhan buku ini sudah memiliki kontruksi gagasan utama yang kokoh walaupun kita lihat sedikit pembahsan yang berbelok, namun hal ini menjadi bumbu tersendiri yang semakin melengkapi cita rasanya yang khas.

Penulis menegaskan kembali diakhir tulisannya bahwa mengedepankan sikap moderat memang sangat bersesuaian dengan anjuran ayat di atas (dan ayat-ayat al-Quran lainnya yang senafas), tetapi harus disadari sejak dini bahwa penerapannya bukanlah perkara gampang. Untuk itu perlu upaya-upaya rintisan agar "moderasi" atau wasathiyyah menjadi acuan berpikir, bersikap dan bertindak umat Islam. Apa yang tersaji dalam buku ini disususun dalam spirit semacam itu. Lalu seberapa besar urgensi moderasi Islam ? Temukan jawabannya dalam buku ini.

Tidak ada komentar: