Lebih Dekat Dengan Mesir Melalui Pelatihan Bahasa Ammiyyah - IKPM KAIRO

Minggu, 29 Oktober 2017

Lebih Dekat Dengan Mesir Melalui Pelatihan Bahasa Ammiyyah

Doc : Suasana Pelatihan Bahasa Ammiyyah 

www.ikpmkairo.com -Pada Sabtu (28/10) kemarin IKPM Kairo mengadakan acara pengenalan bahasa ammiyah untuk mahasiswi baru IKPM bersama Ustadzah Du’aa Ahmad Nahrawi, S.E, S.Pd., MMA., putri dari Syekh Nahrawi, penulis kitab berjudul “Al-Imâm al-Syâfi’î fî madzhab al-Qadîm wa al-Jadîd” dan merupakan presiden PPMI pertama kali di Mesir ini. Saat ini untuk mencetak ulang kitab-kitab beliau, para maktabah perlu izin pada ustadzah Du’a.

Bahasa Ammiyyah sangatlah dibutuhkan masisir, karena mau atau tidak mereka akan berinteraksi dengan orang Mesir asli; seperti jual beli, transportasi, diskusi dan komunikasi. Begitupun dalam majlis ilmu, yang mana tidak semua masyayikh menggunakan bahasa fushah, melainkan juga bahasa ammiyah dalam menyampaikan, layaknya Dr. Ali Jum’ah, Grand Syekh Al-Azhar dan lain sebagainya. Dengan menguasai bahasa ammiyah kita bisa memahami apa yang yang mereka sampaikan.

Di awal pemaparannya, ustadzah Du’a melontarkan sebuah pepatah yang berbunyi: “tak kenal maka tak sayang”, dan ini berlaku pada tempat di mana kita berada. Putri dari Kyai Nahrawi ini menegaskan bahwa seseorang akan merasa kurang nyaman berada di komunitas berbahasa asing yang tidak ia pahami, begitu pula ia akan merasa asing dan tertekan jika tidak dapat berkomunikasi. “Untuk itu penting mengenal bahasa percakapan sehari-hari penduduk Mesir, tempat dimana kalian akan menghabiskan minimal empat sampai lima tahun mendatang.”, papar ibu tiga anak ini.

“Hampir semua negara mempunyai bahasa ammiyah; Kuwait, Arab Saudi, Libanon maupun Mesir. Bahasa amiyah Mesir adalah bahasa terdekat dengan bahasa Arab Fusha, hanya sedikit ada perubahan dan kosakata asing atau istilah baru yang dipopulerkan anak muda”, lanjut ustadzah Du’a.

Ia menjelaskan bahwa umumnya masyarakat Mesir hanya mengenal tunggal dan jamak, sementara matsna tidak digunakan dalam bahasa ammiyah. Juga dalam jama’ laki-laki dan perempuan disamakan. Sehingga disederhanakan sebagai berikut: ana , inti, hewa, hiya, ihna, intu, dan huma.

“Dalam mengatakan bahwa suatu perbedaan sedang berlangsung cukup menambahkan huruf ba’ depan fiil. Sementara untuk mengatakan sesuatu akan berlangsung, cukup tambahkan huruf ha’ sebelum fiil, sebagai pengganti kata ‘saufa’ atau huruf ‘sin’. Keterangannya tidak ada perubahan pada fiil madhi dan fiil amr, kecuali dalam bentuk negatif”, jelasnya.

Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan dilanjutkan dengan doa. Naili, salah satu peserta acara pelatihan ini, menyatakan, “Agenda ini sangatlah berfaidah, karena ilmu yang didapatkan didalamnya sangatlah bermanfaat bagi para masisir dalam berinteraksi dan proses belajar di Negeri Kinanah ini.”, tutup Naili.
Rep/Red : Naili/Bana


1 komentar:

  1. Halo,
    Ini adalah untuk memberitahu orang ramai bahawa Puan Henrietta Fernando, pemberi pinjaman pinjaman swasta telah membuka peluang kewangan kepada sesiapa yang memerlukan sebarang bantuan kewangan. Kami memberi pinjaman pada kadar faedah 2% untuk individu, syarikat dan syarikat di bawah terma dan syarat yang jelas dan difahami. Hubungi kami hari ini melalui e-mel di: (henriettafernandoloanfirm@gmail.com)

    BalasHapus