Majalah La Tansa Undang Editor Pusat Terjemah Al-Azhar Dalam Uprgrading Kru - IKPM KAIRO

Senin, 16 Oktober 2017

Majalah La Tansa Undang Editor Pusat Terjemah Al-Azhar Dalam Uprgrading Kru




                www.ikpmkairo.com- Usai menerbitkan edisi pertamanya di bulan ini (10/2017), Majalah La Tansa milik  IKPM Kairo undang al-Ustadz M.S Yusuf al-Amien, editor Pusat Terjemah Al-Azhar yang belum lama ini mendapatkan nominasi pertama dalam lomba kepenulisan yang diselenggarakan oleh ATDIKBUD Kairo,  untuk mengisi acara evaluasi edisi pertama serta upgrading kru La Tansa pada Ahad (15/10).  Agenda yang dihadiri oleh seluruh kru La Tansa ini diselenggarakan di Aula IKPM Cabang Kairo, Madinat Nasr.

                Mengawali pemaparan materinya, Yusuf mencoba mengulas  semua hal-hal yang harus diperhatikan oleh tim redaksi majalah. Menurutnya, sebuah tim redaksi harus memperhatikan; (i) Visi dan misi majalah, (ii) Target pembaca, (iii) Pendekatan Terhadap orang-orang yang bisa membantu, (iv) pesaing, (v) sebuah rencana pemasaran, dan (vi) meminta evaluasi, feedback ataupun saran.

Doc : Al-Ustadz Yusuf al-Amien, 

Selanjutnya, Alumni Gontor tahun 2003 tersebut menjelaskan tentang piranti-piranti dalam membuat tulisan berbentuk opini atau kolom dalam sebuah majalah. Ia menerangkan bahwa sebuah tulisan akan lezat untuk dihidangkan apabila memenuhi komposisi berikut; intro, masalah, analisa, solusi dan kesimpulan. “Membuat tulisan itu ibarat menyajikan hidangan. Apabila salah satu dari komponen diatas hilang atau tidak disajikan, maka tulisan atau hidangan tersebut akan terasa kurang sempurna dan tak lezat”, ujar Yusuf.

“Dalam penulisan opini terdapat beberapa karakteristik penting, diantaranya adalah bersifat perspektif, subjektifitas dan persuasif. Dalam opini, pendekatan subjektifitas hendaknya lebih didekatkan bahkan jika tulisan ini dimaksudkan sebagai analisis maupun pengamatan yang objektif. Karena sejatinya, tidak ada objektifitas murni, yang ada hanyalag subjektivitas terkendali”, tambah Yusuf.


 Diakhir Yusuf menasehati seluruh kru La Tansa untuk terus konsisten dalam menulis, karena kemampuan menulis tidaklah tercipta dalam waktu dua, tiga atau empat hari, melainkan selamanya. “Menulis itu harus dengan kemauan yang kuat..nantinya, seiring berjalannya waktu kita akan mengetahui perbedaan-perbedaan tulisan yang kita buat saat ini dengan yang telah lalu, dari situlah kita dapat banyak belajar”, tutupnya. 

Doc : Perfotoan Seluruh Kru La Tansa bersama pemateri

Tidak ada komentar: