Top Ad unit 728 × 90

Home

Rihlah Ruhaniyyah; Menapak Jejak Makam Ulama dan Ahlu Bait Rasulullah Saw.

Doc : Seluruh Angkatan Zeemaro 2017 di Masjid Ibnu Thulun

www.ikpmkairo.com- Pada Ahad (22/10) , Armada Jelajah IKPM Kairo adakan Rihlah Ruhaniyah ke beberapa Makam Ulama dan keturunan Rasulullah Saw. di sekitar Kairo. Sebelum memulai perjalanan, peserta rihlah, yang terdiri dari mahasiswa baru dan pembimbing, berkumpul di pos masing-masing bersama kelompok yang telah ditentukan, yakni; Masjid Al-Azhar dan Masjid Sholih Ja’fari. Setiap kelompok akan mendapatkan rute yang berbeda yang nantinya akan berkumpul di Masjid Ibnu Thulun sebelum menuju ke Masjid Sayyidah Zainab. Berikut sekilas tentang ulama dan ahlul bait yang diziarahi :

Imam Jalaluddin As-Syuyuthi (849-911 H). Ia merupakan ulama besar Mazhab Syafi’i yang telah mengarang kitab hingga enam ratus karangan dalam berbagai bidang; tafsir, hadist, sejarah, bahasa dan lain sebagainya. Buku-buku tersebut telah tersebar di Dunia, termasuk Indonesia. Salah satunya adalah kitab Tafsir Jalalain. Dinamakan jalalain,  karena dikarang oleh dua Jalaluddin, yaitu Jalaluddin Al-Mahali dan Jalaluddin As-Suyuthi. Ia merupakan alumni Al-Azhar yang aktif mengajar di Ruwaq al-Azhar. Ia dijuluki sebagai “Al-Hafidz”, karena telah menghafal lebih dari dua ratus ribu hadist. Dalam kitab Tadrîb ar-Râwi syarh Taqrîb An-Nawâwi beliau berkata, “Jikalau aku hafal dua ratus ribu hadist atau lebih dari itu, maka akan kuhafal semuanya.”

Sayyidah Nafisah. Makna dari kata “Nafisah” ialah jiwa yang suci dan jiwa yang bersih. Beliau merupakan keturunan Rasulullah Saw., putri dari Hasan Al-Anwar bin Zaid Al Ablaj bin Imam Hasan bin Imam Ali Abi Thalib. Dikisahkan bahwa Sayyidah Nafisah telah mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak empat ribu kali beserta tafsirnya. Keturunan Rasul yang satu ini diberi gelar “Nafisatul Ilmi”, bukan karena kepintaran atas belajarnya, tetapi Allah-lah yang telah menganugerahkan kecerdasan kepadanya. Diriwayatkan, saat ia dan suaminya ingin pindah dari Mesir ke menuju Makkah (tempat asli), penduduk sekitar tidak mengizinkan, karena ia merupakan satu-satunya rujukan ilmu pada masa itu. Beliau juga bermimpi akan meninggal di Mesir pada saat suaminya mengajak kembali ke Hijaz (Makkah dan Madinah).

Sayyidah Ruqoyyah. Banyak yang mengira bahwa beliau anak dari Sayyidina Ali,  dan itu tidaklah benar. Ruqoyyah bermakna ketinggian dari kata “ruqiya”. Nasab beliau, Ruqoyyah binti Ali Ridha bin Musa Al-Kadzim bin Muhammad Al-Bakir bin Ja’far Shadiq bin Ali Zaenal Abidin bin Abi Thalib.  Sampai sekarang belum diketahui tanggal wafatnya.

Sayyidah Sukainah. Beliau lahir pada tahun 47 H dan wafat tahun 117 H. Ia merupakan keturunan Nabi Muhammad Saw, yakni anak Sayyiduna Hussain Ra. Makam beliau terletak didalam rumahnya (sekarang didirikan masjid), tepat di sampingnya. Saat peristiwa Karbala, beliau dibawa oleh Sayyidah Zainab saat hijrah ke Mesir. Sayyidah Zainab akan pulang ke Madinah atas perintah Yazid bin Muawwiyah, akan tetapi Gubernur Madinah menolak karena takut Sayyidah Zainab menuntut balas kepada Muawwiyah.

Sayyidah Zainab. Beliau merupakan anak dari Sayyidah Fathimah Az-Zahra. Ia lahir dua tahun setelah kelahiran Sayyiduna Hussein, cucu Rasulullah Saw. Baginda Nabi sendirilah yang telah emberikan nama Zainab, yang dalam lisanul arab berarti: pohon rindang dan wangi. Tetapi sebagian ulama mengartikan Zainab sebagai zain dan abun. Zain bermakna perhiasan dan abun bermakna ayah.
Imam Nawawi berkata bahwa ahlu bait adalah orang yang paling kuat dalam memegang sunnah. Saat ziarah ke Makam para ulama dan wali, terdapat dua hal yang harus diperhatikan; pertama, ziarah dengan mendoakan mayit dan memohon agar doa kita diijabah Allah Swt., bukan kita meminta kepada mayit, tapi hanya sebagai wasilah. Kedua, menjadikannya sebagai wasilah, karena Auliya’ullah tidak meninggal melainkan ditempatkan disisi Allah. Karena dalam surat Ali Imran 169-170, Allah Swt. berfirman:

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di Jalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. Mereka bergembira disebabkan karunia Allah yang diberikan kepada mereka dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih ditinggal dibelakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.
Rep/Red : Naili/Bana



Rihlah Ruhaniyyah; Menapak Jejak Makam Ulama dan Ahlu Bait Rasulullah Saw. Reviewed by fatahillahbn on 11.10.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by IKPM KAIRO © 2014 - 2015
Designed by Themes24x7

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.