Nilai Kesederhanaan di Atas Pangkuan Gontor dan Al-Azhar - IKPM KAIRO

Selasa, 27 Februari 2018

Nilai Kesederhanaan di Atas Pangkuan Gontor dan Al-Azhar


 
Doc: Ust Hasan Sedang mengikuti perkuliahan bersama mahasiswa al-Azhar

      
            Disaat dunia dihantui oleh kemerosotan moral dan krisis ilmu pengetahuan, lagi-lagi bendera Gontor harus tetap berkibar dengan nilai-nilai yang dapat membentengi problema tersebut. Ini semua karena seluruh kehidupan yang ada di Gontor selalu bernafaskan nilai-nilai panca jiwa yang dijiwai dalam setiap suasana, yang diantaranya adalah nilai kesederhanaan.

Pada Senin (26/2) kemarin, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Kyai Hasan Abdullah Sahal, ikut duduk mengikuti muhadharah pelajaran Qadhaya Fiqih Mu’ashirah bersama para mahasiswa al-Azhar Fakultas Syariah tingkat I. Dari yang awalnya hanya ingin melihat dan memantau ruangan yang akan dipakai sidang tesis anaknya pada Selasa (27/2), akhirnya Kyai Hasan menyempatkan dirinya untuk duduk bersama sekaligus berkilas balik masa-masa saat menjadi mahasiswa di al-Azhar.

Potret kejadian ini sangatlah membekas sekaligus memotivasi para mahasiswa Mesir, alumni Gontor khususnya, akan semangat gurunya dalam menuntut ilmu serta memaknai arti kata “kesederhanaan.” Diumurnya yang sekitar 70-an ini, sosok dan pribadinya masih mempunyai tekad dan kemauan untuk mendengar, menyimak, memperhatikan penjelasan dosen di kelas serta duduk bersama para mahasiswa lainnya. Ini semua adalah buah dari implementasi nilai kesederhanaan yang diajarkan oleh Gontor.

http://www.buahzuriat.net/




Sebagaimana yang sering disampaikan oleh beliau, bahwasanya sederhana tidak berarti pasif atau nerimo, tidak juga berarti miskin dan melarat. Justru dalam jiwa kesederhanaan itu terdapat nilai-nilai kekuatan, kesanggupan, ketabahan, kegigihan, dan penguasaan diri dalam menghadapi perjuangan hidup.

Di balik kesederhanaan ini terpancar jiwa besar, berani maju dan pantang mundur dalam segala keadaan. Bahkan di sinilah hidup dan tumbuhnya mental dan karakter yang kuat, yag menjadi syarat bagi pejuang dalam segi kehidupan.

“Selain ingin bernostalgia dengan masa-masa perkuliahannya, pendek saya, Kyai ingin mengajarkan pada kita semua bahwa jika sudah ada dalam suatu tujuan, maka hendaknya kita memfokuskan pada apa yang telah kita targetkan.” ujar salah satu mahasiswa baru.

Selain pertemuan tersebut, beliau juga mengadakan pertemuan dengan Dekan Fakultas Dirasat Islamiyyah lil banat di Madinat Nasr, membicarakan berbagai hal, teutama tentang tesis anaknya, Ustadzah Fisa. Dan perjumpaan ini juga merupakan kunjugan balasan dari kunjugan Dukturah I’timad dan Dukturah Nahlah yang telah berkunjung ke Pondok Modern Gontor Putri beberapa bulan lalu.

Secara kasat mata, al-Azhar dan Gontor adalah dua bangunan kokoh yang telah banyak mewariskan nilai-nilai ke mata penjuru dunia. tak bisa lagi dipungkiri, kehadiran sosok Ayahanda kemarin benar-benar mengajarkan arti bagaimana menjadi pribadi yang Gontori, Azhari dan Indunisi.

Rep: Bana
Red: Farah

Tidak ada komentar: