Pameran dan Seminar Tibbun Nabawi Pemungkas Rentetan Acara ASC 2018 - IKPM KAIRO

Selasa, 27 Maret 2018

Pameran dan Seminar Tibbun Nabawi Pemungkas Rentetan Acara ASC 2018


Pameran dan Seminar Tibbun Nabawi yang merupakan hasil kerja sama antara IKPM cabang Kairo dan PPMI Mesir sukses digelar pada Sabtu (24/3). Ratusan hadirin memadati Aula Masjid Assalam, Bawwabat, Hay Asyir.

Acara bermula dengan pertunjukan pameran dengan menampilkan karya tulis mahasiswa Indonesia di Mesir (masisir) yang beragam baik berupa buku, buletin, dan majalah milik afiliatif, kekeluargaan, almamater maupun independen bekerjasama dengan pihak PMIK (Perpustakaan Mahasiswa Indonesia di Kairo) dan Rumah Budaya Akar.

Tidak hanya sekedar memamerkan karya tulis, panitia juga menyediakan tempat bagi para masisir memilih bacaan yang diminati. IKPM cabang Kairo juga bekerja sama dengan  Sanggar Seni Kaligrafi Afanin dibawah naungan PPMI Mesir menghadirkan karya karya seni terbaik khot, selain menampilkan 15 karya khot terbaik tulisan khutbatul wada' dari peserta lomba.Turut hadir pula Fakhry Emil Habib, Lc, wakil presiden PPMI Mesir dan Cecep Taufikurohman, S.Ag., M.A penulis buku Menuju Kiblat Ilmu, sebuah buku fenomenal yang menjadi panduan penting bagi para masisir.

Seluruh hadirin dibekali buku #SuratUntukPemuda yang ditulis oleh puluhan alumni Universitas Al - Azhar yang masih menetap di Mesir dan juga yang sudah kembali ke tanah air sesuai dengan spesialisasi bidangnya masing masing, menulis pesan yang mendalam bagi para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di negeri para fir'aun ini. Sebut saja Prof. Dr. K.H Quraish Shihab, M.A, Dr. TGH Muhammad Zainul Majdi, M.A, Indra Gunawan, Lc. M.A, dan sederet tokoh lainnya.

Acara berlanjut dengan Seminar Tibbun Nabawi. Panitia mengundang Syekh Prof. Dr. Yusri Rusydi Jabr Al - Hasani, penasehat dan ketua bagian bedah umum dan bedah vaskular Rumah Sakit Pendidikan Ahmad Maher, Kairo. Dengan kepiawaian beliau dalam ilmu kesehatan menjelaskan, bahwa ilmu kedokteran itu melengkapi risalah kenabian dan manusia tidak bisa berlepas diri dari ilmu kesehatan. Bahkan Allah menguji hamba-Nya dengan kesehatan dan penyakit.

Sejak awal dibawanya ajaran yang mulia ini, Islam sudah memperhatikan masalah kebersihan dan bersuci, yang mencegah muara dari berbagai penyakit terkhusus penyakit kulit. Padahal saat itu, mencari air di negeri Arab bukanlah hal mudah. Hal yang bertolak belakang terjadi di benua Eropa 400 tahun silam. Beliau menjelaskan, kala itu, masyarakat Eropa meyakini dengan mandi menyebabkan timbulnya penyakit. Mereka mandi tiga kali semasa hidup. Saat dilahirkan, menikah, dan mati. Untuk mencegah bau tak sedap, maka timbullah usaha menciptakan parfum dengan Perancis sebagai pusat pengembangannya. 

Rasulullah Saw. menjadikan hal hal yang mudah dijumpai di sekitar untuk dijadikan obat. "Rasulullah yabhatsu an al maujuud, wa laa yabhatsu an al mafquud" Tambah Dr. Yusri. Ada banyak perawatan maupun pengobatan berbasis sunah nabi. Diantaranya adalah membasuh mata dan wajah, berkumur - kumur dan memasukkan air ke hidung yang diaplikasikan dalam wudhu. Meminum susu unta juga berkhasiat menghilangkan bau badan. Bahkan mengkonsumsi madu juga bagian dari thibbun nabawi. Keistimewaan thibbun nabawi adalah tidak hanya menyembuhkan penyakit, tapi juga bernilai ibadah mendapatkan pahala. 

Selain itu, beliau juga menjelaskan adab ketika sakit. "Ketika seorang mukmin sakit, maka hendaklah dia melakukan dua hal. Pertama, mencari obat atas penyakitnya, dan bertawakkal kepada Allah Swt". Seminar ditutup dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh hadirin kemudian shalat Isya berjamaah yang langsung diimami oleh Dr. Yusri.

Pameran dan seminar ini merupakan acara penutup dari rangkaian kegiatan Almamater Scientific Challenge (ASC), sebuah ajang persembahan IKPM cabang Kairo untuk seluruh mahasiswa Indonesia di Mesir menuangkan bakat di bidang keilmuan yang bertujuan utama untuk merekatkan silaturahmi antar almamater yang ada di Mesir, sebagaimana disampaikan Fathan Fadhlurrahman, Ketua IKPM cabang Kairo.

Sebelumnya, pada Kamis (15/3) ASC resmi dibuka dengan dihadiri langsung oleh Mukhlason Jalaluddin, Lc., MM., staf KBRI Mesir bagian politik. Perlombaan berlangsung selama dua hari dengan hari pertama untuk lomba debat, pidato, dan firqotul mujtahidin. Berlanjut pada hari Jumat (16/3) dengan sesi lomba khot, final debat, dan firqotul mujtahidin. Lomba - lomba ini diikuti 108 peserta dari tiap tiap almamater dan masing - masing lomba diambil dua pemenang, mendapatkan hadiah uang tunai, sertifikat, dan medali.

Pemenang lomba khot diraih oleh Muh. Fatahillah Abdurrahman (Forum Alumni MAN/SMAN Tangerang) disusul Syarif Hidayatullah (IADI). Untuk lomba Pidato, Juara satu diraih oleh perwakilan MISYKATI, Dian Nafi, dan juara dua oleh perwakilan IKAA, Yasril Mujahid. Posisi pertama dan kedua lomba firqotul mujtahidin milik Khoirul Umam Muzakki, Ahmad Hikam, dan Fadir Fauzil Azim (IKAMARU) dilanjutkan Nur Wasilah, Ali Lutfillah, dan Ahsanul Ulil Albab (IKBAL). Dan untuk lomba yang terakhir yaitu debat, juara dua ditempati Asah Mia Ugi, Kiki Mustaqimah, dan Faishal Hilmy, delegasi IKPM, dan juara satu oleh Actifita Filasofi, Annisa, dan Aida Fitriawanti delegasi IKADA

Rep: Farah
Red : Bana

.

Tidak ada komentar: