Penyambutan dan Ajang Silaturahim Mahasiswa/i Baru -Beasiswa 50- IKPM Cab.Kairo - IKPM KAIRO

Kamis, 27 September 2018

Penyambutan dan Ajang Silaturahim Mahasiswa/i Baru -Beasiswa 50- IKPM Cab.Kairo

        Doc: Pengarahan dan Pembekalan Mahasiswa/i Baru Beasiswa 50

Menyambut kedatangan mahasiswa baru (beasiswa 50) kedatangan 2018, mahasiswa/i bu'uts adakan pengarahan dan pembekalan awal yang digelar pada hari Rabu, 26 September 2018 yang bertepatan di Sekretariat IKPM. Acara ini diselenggarakan oleh panitia penyambutan mahasiswa/i penerima 50 beasiswa dari Grand Syekh Ahmad Al-Tayeb jalur Gontor; sebagai momen untuk menyamakan visi dan misi dengan harapan menghindari disorientasi dalam menjalankan amanah menuntut ilmu selama mengenyam amanah di Mesir.

Nasehat-nasehat yang dilontarkan, secara umum terbagi menjadi beberapa judul besar, diantaranya: ke-Azhar-an oleh Syekh Abdul Fattah Al-Awari (Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar), ke-IKPM-an oleh Ustadz Zaki, dan seputar pembahasan akhlak dan adab di Mesir oleh Ustadz Ziyanul Haq. 

Melihat kondisi di Mesir dan seputar ranah kegiatan masisir, pembekalan dan pengarahan yang disampaikan sangatlah penting. Pengenalan kepada mahasiswa/i baru tentang apa itu Azhar, siapakah itu Azhari, dan bagaimana peran Azhar terutama dalam menjaga keutuhan ilmu keislamannya pada era moderat sekarang ini. Sesuai dengan definisi Azhar yakni bermazhab Fiqh, beraqidah Asy'ari, dan berpandangan Sufi (Tasawwuf). Setelah itu dilanjutkan dengan pengenalan fakultas oleh beberapa senior guna memberi pandangan bagaimana kiprah di perkuliahan nantinya.

Acara  ini juga bisa dikatakan sebagai wadah silaturahim bersama IKPM. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa/i baru lebih mengenal keorganisasian IKPM, meliputi sejarah awal didirikannya IKPM cab. Kairo pada tahun 1979, struktur organisasi dan kesekretariatan IKPM, dibentuknya awal mediator ikpm pada tahun 2013, juga macam-macam kegiatan yang ada didalamnya. Sebagaimana yang telah diucapkan Ustadz Zaki bahwa IKPM adalah satu-satunya organisasi alumni yang resmi dan diakui oleh pondok modern Darussalam Gontor. Dengan ini sudah termasuk suatu kewajiban kita sebagai alumni Pondok Modern Darussalam Gontor untuk mengenal lebih dalam IKPM.

Tak luput dari itu semua pemateri juga menjelaskan tentang perbedaan adat antara masyarakat Indonesia dan Mesir. Manakah yang termasuk aib dan bagaimana kebiasaan orang-orang Mesir sehingga mereka dapat bermuamalah dengan baik. "kullu ma yakunu 'aiban fi biladina yakunu 'aiban huna, wa qod layukunu". Hal ini menjelaskan adanya perbedaan adat tingkah laku antara masyarkat  Indonesia dan masyarakat Mesir. Satu hal perlu digaris bawahi, yakni meski suatu muamalah itu bukanlah termasuk sebuah aib di Mesir, tapi termasuk kebiasaan buruk di Indonesia sebaiknya kita tetap tidak melakukannya, meski biasanya dianggap hal yang sepele. Contohnya seperti membuang sampah sembarangan, makan atau minum dengan berdiri, dan mengasihkan sesuatu kepada orang lain dengan menggunakan tangan kiri. hal ini bertujuan untuk membiasakan diri kita dari perilaku-perilaku yang kurang sopan.     

Pada sesi yang terakhir, sangat ditekankan sekali tentang keutamaan berakhlak dalam menuntut ilmu. Dengan melihat bagaimana panutan umat muslim yakni Baginda Rasulullah Saw mencontohkan kepada umatnya. Berakhlakul karimah dan berkepribadian luhur. “Setinggi apapun ilmumu atau jabatanmu, jika tidak mempunyai akhlak, maka semua itu terhitung percuma”.  Hakikat sebenarnya orang berilmu adalah mereka yang berakhlak dan tidak mudah untuk menyalahkan. Adapun harapan dari acara ini guna, mahaiswa/i baru beasiswa 50 kedatangan 2018 ini dapat menjadi penuntut ilmu yang baik sesuai dengan visi misi Azhar, berkepribadian luhur, dan dapat menjalani kehidupan di Mesir dengan baik.

Rep: Nafisah
Red: Naili

Tidak ada komentar: