Wadaan dan Tasyakuran IKPM Cabang Kairo - IKPM KAIRO

Selasa, 23 Oktober 2018

Wadaan dan Tasyakuran IKPM Cabang Kairo

Doc. Wadaan dan Tasyakuran IKPM Cabang Kairo

Kairo - 19 Oktober 2018 menjadi saksi berkumpulnya kami para anggota keputrian IKPM, dalam rangka wadaan dan tasyakuran para wisudawati. Acara yang berlangsung di Sekertariat IKPM cab Kairo (Hay Asyir) ini, masih menyisakan haru, bangga, dan bahagia atas selesainya studi kakak-kakak, khususnya angkatan kedatangan tahun 2013 (Reyquaza) dan tahun 2014 (Immorzen). Seluruh anggota keputrian IKPM turut hadir dalam acara yang dimulai sekitar pukul lima sore hingga delapan malam. Sambutan, nasehat, pemutaran video serta ramah tamah menjadi rentetan acara yag telah disusun oleh panitia.

Rifatud Darojah yang merupakan angkatan kedatangan Reyquaza memaparkan, wisuda ini adalah awal perjalanan kita untuk memulai kembali melaksanakan kewajiban kita sebagai tholib al-ilmi. Selesai wisuda, selesai belajar. Bukan seperti itu. Justru setelah wisuda ini kami mengemban amanat yang jauh lebih berat, karena di pundak kami bergelar sarjana Lc., duta Azhar yang akan menyebarkan kemoderatan dan membawa risalah Azhari dimanapun kami berdiri, khususnya untuk tanah kelahiran kami, Indonesia. Ingat! Empat tahun itu bukan waktu yang lama, kalian tak ada waktu untuk bersantai menikmati waktu. Fokus dengan tujuan awal yang hendak dituju! Jangan sampai waktu empat tahun ini terisi oleh hal-hal yang tak berfaedah serta tak ada tujuannya! Apa yang akan kalian bawa ke Indonesia? Bekal apa yang sudah kalian miliki?”

Selang beberapa menit, Nenden Wia Darojatun sebagai perwakilan dari angkatan Immorzen mengawali dengan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh anggota keputrian IKPM cab. Kairo, serta antusias mereka berpartisipasi dalam acara yang diadakan oleh para wisudawati dari angkatan Reyquaza dan Imorzen yang berjumlah 14 orang. Beliapun sedikit bercerita tentang awal kedatangan Immorzen di Mesir, saat itu pada tanggal 13 Oktober 2014, dan ketika itu ada beberapa orang  yang bisa langsung masuk kuliah serta ada beberapa yang harus menunggu untuk kursus bahasa terlebih dahulu. Dan untuk angkatan Imorzen yang telah wisuda tahun ini, beliau-beliau adalah yang beruntung untuk langsung masuk kuliah tanpa harus mengikuti kursus bahasa.

Hamidah, salah satu senior IKPM diamanati sebagai perwakilan dari senior keputrian IKPM untuk menyampaikan pesan dan nasehat. Beliau menyampaikan, perjuangan itu hasilnya indah, meskipun akan ada beberapa hambatan yang menghampiri. Jadikanlah hambatan itu sebagai batu loncatan untuk menjadi lebih baik! untuk yang sudah wisuda, kalian akan memulai memulai perjuangan kembali, baik itu di Indonesia atau bahkan meneruskan studi S2 di Mesir, untuk selalu menjaga kesemangatan, hati, serta niat. Karena akan ada beribu-ribu gangguan diluar sana. Dalam menuntut ilmu, hal yang harus diperhatikan pertama kali adalah menjaga hati, karena menuntut ilmu adalah ibadah, maka jangan sampai ibadah yang akan dilaksanakan, ternodai dengan maksiat yang tak disadari atau bahkan tak diketahui. Jaddid al-Safinah fainna al-Bahra amiqun.”

Kemudian sambutan selanjutnya oleh Faiz Taufiq yang pernah menjabat sebagai salah satu ketua IKPM periode tahun 2013/2014. Beliau mengawali pesannya dengan mengajukan satu pertanyaan, yaitu Mengapa Mesir dikatakan sebagai Ardl Kinanah? Kinanah artinya tempat busur, sebagaimana kita tahu bahwa Mesir adalah pusat peradaban ilmu pengetahuan dan keagamaan. Dan anak panah diibaratkan sebagai tholibu al-ilmi, dimana semakin runcing anak panah tersebut, maka semakin tepat sasaran tancapannya. Seperti halnya tholibu al-ilmi, semakin banyak ia menggali pengalaman dan ilmu disini, maka semakin cepat dan tepat ia memperoleh apa yang hendak ia raih. Man lam yadzuq dzulla taallumi saatan tajarraa dzula al-jahli thula hayatihi.

Serta sambutan selanjutnya disampaikan oleh para ketua keputrian IKPM, tahun 2017/2018  yang diwakili oleh Qurrotul Aini dan tahun 2018/2019 yang diwakili oleh Mufliha Ramadhia. Sambutan yang berisi ucapan selamat atas selesainya studi kakak-kakak wisudawati di Mesir ini, sekaligus mengakhiri acara pada malam hari itu, sebelum akhirnya ramah tamah dengan semangkuk soto hangat menjadi seduhan malam yang lezat disertai pemutaran video dokumentasi para wisudawati yang membuat suasana indah dan haru. Dari perkumpulan ini para anggota diharapkan lebih mengenal satu sama lain serta memperkuat ukhuwah dan memperbarui niat awal tujuan ke Mesir.

Rep: Rima
Red: Naili

Tidak ada komentar: