Takrimul Mutafawwiqin dan Tasyakuran Temus - IKPM KAIRO

Jumat, 09 November 2018

Takrimul Mutafawwiqin dan Tasyakuran Temus



Doc: Penyerahan Penghargaan dari IKPM untuk Ustadz Muhammad Aunul Abied Shah, Lc,. M.A

Kairo (IKPM Diary) – IKPM Cabang Kairo adakan acara Takrimul Mutafawwiqin dan Tasyakuran Temus di Aula KM-NTB pada Rabu (7/11). Takrim ini diperuntukkan bagi peraih gelar Mumtaz dan Jayyid Jiddan yang berjumlah 40 orang; Mumtaz 2 orang dan Jayyid Jiddan 38 orang.

Acara ini diisi dengan seminar dan kiat-kiat belajar di Mesir dari Muhammad Aunul Abied Shah, Lc., M.A dengan tema “Mengokohkan Identitas Azhari; Sebagai Santri dan Pahlawan Bangsa”, yang dimana identitas itu tidak hanya label tapi terlihat dari tindakan kita sendiri dan cara untuk menjaganya adalah dekat dengan Allah Ta’ala.

Aunul memaparkan seorang penuntut ilmu harus merasa bahwa dirinya tidak punya apa-apa dan bisa melihat dirinya punya modal apa sehingga tahu mana yang harus diprioritaskan. Caranya dengan membuat rencana dan ilmu, tahun pertama menguasai ilmu alat (nahwu, shorf, balaghoh, dsb), tahun kedua ilmu umum, tahun ketiga ilmu spesialis, dan selanjutnya ilmu teknis (ceramah, menulis, dll) serta tidak menjadikan kitab merasa kesepian yang dibuka hanya saat penjelasan guru, ditulis dalam kertas, dan dibiarkan begitu saja, namun sambunglah dengan kitab yang lain.

Kandidat doktor Jurusan Aqidah Filsafat ini juga menegaskan agar kita punya cita-cita yang tinggi, “jangan terganggu dengan faktor eksternal! Taruhlah cita-citamu setinggi langit, jaga jangan sampai ada yang menghalangi".

Mohammad Hendri al-Faruq sebagai senior IKPM yang diberi kesempatan oleh Allah untuk melaksanakan temus tahun ini, turut memberi sambutan dan beliau berpesan bahwa, jangan lupa untuk selalu silaturahmi dan meminta doa kepada orang-orang sholeh. Karena kita tidak tahu doa dari siapa yang akan Allah Swt kabulkan.

Sebelum penghujung acara, Vina Nahdiyana, salah satu penerima penghargaan menyampaikan pesannya bahwasannya Ustadz Hassan Abdullah Sahal pernah berkata terlanjur dibilang cantik harus bersolek. Jangan sia-siakan waktu selama di Mesir, rajin-rajinlah belajar, talaqi karena itu salah satu wujud syukur kita kepada Allah Swt yang telah memberikan kesempatan untuk merasakan manisnya belajar di Negeri Kinanah ini.


Tiap orang dari para Mutafawwiqin mendapat sertifikat ditambah bingkisan buku untuk peraih mumtaz, buku yang diberikan kepada para peraih mumtaz ini dipilih langsung oleh Habib Ahmad al-Maqdi, salah satu Masyayikh Kibar Al-Azhar. Selain itu, Muhammad Aunul Abied juga akan memberikan buku yang dibutuhkan oleh para peraih mumtaz sesuai jurusan masing-masing juga para peminat jurusan Aqidah Filsafat atau yang sedang mengambil jurusan tersebut. Diakhir acara diadakan foto bersama warga IKPM bersama mutafawwiqin.

Rep: Salma
Red: Naili

Tidak ada komentar: