Ikhwan Hakim, Nur Iswanti –Mengintip Celah Kehidupan Masisir - IKPM KAIRO

Sabtu, 22 Desember 2018

Ikhwan Hakim, Nur Iswanti –Mengintip Celah Kehidupan Masisir


Doc: Dialog Santai, Adab Menuntut Ilmu di Mesir

       IKPM Cabang Kairo- Mesir dengan Al-Azhar yang menjadi jiwa baginya telah menerima mahasiswa dari berbagai negara seperti Indonesia. Tahun ini Indonesia mengirimkan duta untuk Indonesia mendatang yang mencapai sekitar 1925 calon mahasiwa/i . Di dalamnya pun terdapat alumni dari Pondok Modern Darussalam Gontor kurang lebih sekitar 250 calon mahasiswa/i.

           IKPM Cabang Kairo mengadakan sebuah acara dalam rangka menjalin silaturrahmi antaranggota baru yang datang 6 Desember lalu. Acara ini diadakan pada Hari Rabu (19/12) di Aula KMNTB, Abbas Aqad. Acara yang bertujuan sebagai media silaturrahim tersebut dibungkus dalam Dialog Santai dengan tema “Adab Menuntut Ilmu di Mesir” bersama Al-Ustadz Ikhwan Hakim Rangkuti, Lc dan Al-Ustadzah Nur Iswanti, Lc.

      Seperti acara pada umumnya, diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an yang ditilawahkan oleh Al-Ustadz Zainur Royyan. Dilanjutkan  dengan lantunan bait rindu pada ibu kandung, lagu ‘Hymne Oh Pondokku’ kembali terdengar merdu dan syahdu yang dipimpin oleh Dzakir Muhammad Yafi sebagai dirigen dalam perkumpulan tersebut.

     Acara kemudian disusul dengan diolag santai bersama Al-Ustadz Ikhwan Hakim Rangkuti, Lc sebagai pembicara pertama. Dialog tersebut dimoderatori oleh Al-Ustadz Hafidz al-Haromain. Selama kurang lebih setengah jam beliau memaparkan beberapa poin peting yang patut diperhatikan. “Masa-masa terindah dalam hidup kita salah satunya adalah masa menuntut ilmu,” tegas beliau mengawali sesi dialog santai yang dikutip dari perkataan K.H. Hasan Abdullah Sahal di berbagai kesempatan lain. “Al-Ilmu bila ‘ amalin ka al-syajari bila tsamarin, percuma kita memiliki ilmu tapi tidak memiliki sifat yang baik/adab,” lanjut beliau.

           Acara dilanjutkan oleh pembicara kedua, yaitu Al-Ustadzah Nur Iswanti, Lc. Selama durasi yang sama,  beliau memaparkan hal yang penting pula. “Masisir yang ideal itu seperti apa sih?” Tanya beliau mengawali sesi diolag. “Kehidupan kita di Mesir tidak terlepas dari 4, yang pertama yaitu majlis ilmu, entah itu di kuliah, talaqqi ataupun kajian, yang kedua di rumah atau asrama, yang ketiga tempat umum dan kemudian kendaraan. Bagaimana seharusnya kita ketika disana?” lanjut beliau menjelaskan tentang adab menuntut ilmu di Mesir dzohiry dan bathiny.


         Setelah kedua pembicara menyampaikan beberapa poin penting, peserta diberi waktu untuk mengajukan beberapa pertanyaan. Begitupula sebaliknya, peserta diberikan beberapa pertanyaan dari masing-masing pembicara untuk menguji pemahaman terhadap pembahasan.

  Acara tak berhenti setelah dialog santai tersebut, namun dilanjutkan dengan pemilihan ketua angkatan kedatangan IKPM 2018. Dari sekitar 200 peserta yang hadir, diajukan 12 kandidat untuk menjadi ketua angkatan. Setelah pengadaan pengumpulan suara, terpilihlah 3 ketua dari laki-laki yaitu, Muhammad Zaki, Farkhad Basyaiban, Izzat Dhiyaurahman. Begitu pula 3 orang dari perempuan, yaitu Nur Aziza, Halimatus Sa’diyah, dan Hanna Raghida Bahjati.

   Terpilihnya ketua angkatan kedatangan IKPM 2018 menjadi penutupan acara malam tersebut. Dari rentetan acara yang sedemikian rupa diharapkan mampu mengokohkan pondasi kebersamaan dan menambah pemahaman calon mahasiswa baru tentang al-Azhar khususnya dan Mesir umumnya terutama tentang adab dalam menuntut ilmu di Mesir.

Rep: Ummu
Red: Nurman

Tidak ada komentar: