Kiprah Seniman IKPM, Torehkan Kaligrafi Internasional - IKPM KAIRO

Senin, 31 Desember 2018

Kiprah Seniman IKPM, Torehkan Kaligrafi Internasional



IKPM Cabang Kairo- Kaligrafi merupakan warisan khazanah Islam yang telah tersebar berbagai macam manhaj dalam penulisan huruf-huruf Arab. Pada Jum’at (28/12) Universitas al-Azhar mengadakan pameran kaligrafi  dan ornament di bawah naungan Grand Syekh al-Azhar Syekh Ahmad Thoyyib. Adapun pembukaan acara tersebut diadakan setelah shalat jum’at di Masjid al-Azhar. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa masyayikh al-Azhar serta kaligrafer dan seniman yang turut berperan pada acara ini.

Acara pameran ini diikuti oleh 150 kaligrafer dan seniman dari 50 negara, baik dari Jazirah Arab atau daerah lainnya dan akan berlangsung hingga 15 Januari 2019 di Masjid al-Azhar. Dr. Muhammad Muhanna, Pengawas Umum Ruwaq al-Azhar  mengawali acara ini dengan menyampaikan sambutannya. Beliau menekankan bahwa ini adalah pameran kaligrafi dan dekorasi pertama di al-Azhar.
150 peserta mengajukan berbagai karyanya dan saat ini dapat kita lihat di Masjid al-Azhar. Dari 150 peserta tersebut terdapat 5 orang dari Indonesia,  diantaranya Al-Ustadz Jalaluddin Saputra,  Al-Ustadzah Nur Hamidiyah, Al-Ustadz Mukhlis Ilyas, Al-Ustadz Muhammad Kamil Abdullah, Al-Ustadz Ikhlasul Fajar Amin. Adapun empat nama terakhir merupakan warga IKPM Cabang Kairo.

“Ini acara yang sangat berkesan bagi saya, karena pertama kalinya karya saya bisa tampil di pameran. Sebagai orang yang menyukai seni Islam seperti kaligrafi dan ornament saya baru tahu kalau al-Azhar mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap warisan seni Islam. Ini adalah kesempatan yang sangat langka bisa bertemu dengan kaligrafer-kaligrafer besar yang mana dulu hanya saya tahu ceritanya saja,” ungkap Fajar mengenai pameran kaligrafi yang ia ikuti.
“Jika dibandingkan dengan beberapa pameran kaligrafi di Mesir baik skala nasional maupun internasional yang diadakan tiap tahunnya, pameran ini menurut saya adalah yang paling menarik dan ramai. Bagaimana tidak, pembukannya dibuka oleh masyayikh al-Azhar dan masyayikh kalihgrafi internasional menambah nilai sakralnya acara pameran ini. Terlebih, acara ini diadakan di tempat paling stategis yaitu masjid al-Azhar,” begitulah kesan salah satu senior IKPM, Al-Ustadzah Nur Hamidiyah salah satu murid dari Syekh Belaid Hamidi.

Beliau pun berpesan, “Kaligrafi memiliki peranan penting dalam sejarah perkembangan Islam, maka kaligrafi menjadi pilihan yang sangat layak untuk dipelajari dan ditekuni. Untuk apa? Yaitu sebagai ibadah, sebagai skill pribadi agar bisa menulis arab dengan indah dan rapi, sebagai sarana dakwah Islam, sebagai penyalur seni potensi menulis, serta sebagai salah satu jalan pembuka rizki. Mahasiwa Indonesia memiliki potensi yang kuat untuk menjadi kaligrafer professional. Maka jangan takut dan minder untuk mengikuti pameran kaligrafi di Mesir. Karena kesempatannya banyak dan terbuka. Modalnya hanya nekat dan kemauan yang kuat. Kelak pengalaman kita berkiprah di bidang kaligrafi di Mesir akan menjadi nilai tambah dan bergengsi tinggi ketika kembali ke tanah air InsyaAllah.”

Merupakan sebuah prestasi bagi IKPM Cabang Kairo khususnya, dan Masisir umumnya dengan keikutsertaan beberapa masisir dalam acara ini. Kaligrafi yang merupakan warisan khazanah Islam patut dilestarikan melalui tangan-tangan para generasi Islam salah satunya dalam seni kaligrafi dan dekorasi.

Rep: Ummu
Red: Nurman

Tidak ada komentar:

@way2themes