Pengenalan Bahasa 'Amiyah bagi Calon Mahasiwa Baru - IKPM KAIRO

Rabu, 26 Desember 2018

Pengenalan Bahasa 'Amiyah bagi Calon Mahasiwa Baru




IKPM Cabang Kairo- Setelah sekitar 2 minggu datangnya calon mahasiswa baru al-Azhar, IKPM Cabang Kairo mengadakan seminar pelatihan Bahasa ‘Amiyyah bagi calon mahasiswa/i baru IKPM. Bahasa ‘Amiyyah yang merupakan bahasa lokal dan komunikasi dengan warga Mesir patut dilatih dan dikenalkan terlebih kepada calon mahasiswa yang baru tiba di Mesir. Acara ini diadakan pada Sabtu (22/12) di Aula IKPM Cabang Kairo, Hay ‘Asyir.
Acara yang diadakan oleh IKPM Cabang Kairo ini dibagi dalam 2 waktu. Yaitu sesi pertama pada pagi hari, dimulai pukul 09.00 – 13.00 Clt. Sesi kedua pada siang hari pukul 14.00 – 17.00 Clt. Sesi pertama diperuntukkan bagi calon mahasiswi baru al-Azhar sedangkan sesi kedua di siang hari tersebut diperuntukkan calon mahasiswa baru al-Azhar. Adapun pembicara pada pelatihan ini yaitu Al-Ustadzah Du’aa Ahmad Nahrawi pada sesi pertama dan Al-Ustadz Umar Harras pada sesi kedua.
Pada sesi pertama, Al-Ustadzah Du’aa langsung memulai pelatihan tersebut dengan memutar video singkat pada awal pelatihan. Pemutaran video tersebut diharapkan menjadi gambaran sederhana tentang bahasa yang dipakai di Mesir, yaitu terdapat unsur Bahasa Fushah dan ‘Amiyyah. Selang beberapa waktu untuk memahami video yang diputar, para peserta dibagikan materi singkat mengenai Bahasa Amiyyah di Mesir.                              
Satu persatu materi dibahas dan perserta pelatihan pun memperhatikan dengan seksama. Disamping materi yang sangat jelas beliau bawakan, penyampaiannya pun tak kalah menarik dengan ilmu yang beliau serap sejak kecil di Kairo. Karena beliau lahir dan tumbuh saat masa kecil di Kairo sebelum melanjutkan pendidikannya di Indonesia.
             
“Bahasa kalau tidak dipakai akan hilang. Seperti menghafal Al-Qur’an, ketika tidak diulang akan hilang,” tegas beliau sebelum memasuki pembahasan materi. Setelah pembahasan materi yang beliau berikan dan pertanyaan dari beberapa peserta, Al-Ustadzah Du’aa menguji pemahaman peserta melalui praktek Bahasa ‘Amiyyah dengan diaolog langsung dari beberapa peserta. Acarapun ditutup dengan pemberian sertifikat kepada Al-Ustadzah Du’aa Ahmad Nahrawi dan perfotoan bersama para peserta.
Acara pelatihan ini tak berhenti di sesi pertama ini, pada siangnya dilanjutkan dengan sesi kedua, yaitu pelatihan Bahasa ‘Amiyyah bersama Al-Ustadz Umar Harras. Berdasarkan pengalaman dalam menuntut ilmu di Mesir ini, beliau paparkan mengenai Bahasa ‘Amiyyah kepada mahasiswa baru, seperti halnya pada sesi pertama.
“Man ‘arafa lughota qoumin salima min makrihim, barang siapa yang mengetahui bahasa suatu kaum maka ia akan selamat dari tipu daya mereka," ucap Al-Ustadz Umar Harras mengawali pelatihan Bahasa ‘Amiyyah. Peserta dalam acarapun tak kalah antusias pada sesi pertama. Berbagai kosa kata dan penyampaian dalam Bahasa ‘Amiyyah  didapatkan pada pelatihan ini. Seperti halmya pada sesi sebelumnya, beberapa pertanyaan dari beberapa peserta dijadikan bahan diskusi bersama dilanjutkan dengan praktek dialog. Karena materi saja belum cukup jika tidak dengan praktek secara langsung. Hal tersebut dijadikan sebagai pemanasan untuk berbicara menggunakan Bahasa ‘Amiyyah di Mesir. Karena hal tersebut dilatih melalui praktek langsung di kehidupan sehari-hari disamping Bahasa Fushah  yang tak boleh dilupakan.
Begitulah beberapa kegiatan yang diadakan oleh IKPM Cabang Kairo sebagai wadah bagi anggotanya, terutama calon mahasiwa/i mengenai cara berkomunikasi dan bermasyarakat di Mesir.

Rep: Ummu
Red: Nurman

Tidak ada komentar: