Poin Penting Dialog Santai; Adab Menuntut Ilmu di Mesir - IKPM KAIRO

Minggu, 23 Desember 2018

Poin Penting Dialog Santai; Adab Menuntut Ilmu di Mesir




Patah tumbuh hilang berganti. Setelah senior IKPM, satu persatu kembali ke tanah air untuk berkiprah dalam masyarakat atau bahkan meneruskan studinya, maka anggota baru  kembali datang untuk mengisi beberapa kekosongan dalam kegiatan IKPM. Berbagai kegiatan telah disusun oleh panitia guna memperkenalkan  lebih jauh tentang ke-IKPM-an, ke-Azhar-an, serta ke-Masisir-an. Salah satunya ialah dialog santai dengan tema “Adab Menuntut Ilmu”,  yang diselenggarakan di Aula KMNTB, Hay Sabi’. Acara yang bertepatan pada hari Rabu (19/12), berhasil menghadirkan dua pembicara, yaitu Ikhwan Hakim, Lc. dan Nur Iswanti, Lc. Pengusungan tema yang tepat bagi para mujahid ilmu Azhary tersebut, berhasil menuai beberapa poin penting dalam pemaparan, diantaranya:

Ikhwan Hakim, Lc.
Empat kata mutiara tentang ilmu dalam mahfudzhot menjadi awal pengiring dialog santai Ikhwan Hakim, Lc. Pemaparan tentang kehidupan Masisir, beberapa solusi dan nasehat  telah teringkas dalam satu poin penting yang disampaikan dalam waktu yang singkat, yaitu:

Masa menuntut ilmu ialah masa terindah dalam  hidup, khususnya bagi para pemuda. Seberapa manfaat kita kelak, tergantung sebanyak apa yang kita peroleh saat ini. Ada beberapa hal yang akan dilalui oleh para anggota baru khususnya dalam  memulai langkah awal di negeri seribu menara ini, yaitu:

1.Daur al-Lughoh (Pelatihan Bahasa)
Daur al-Lughoh, ialah kegiatan mempelajari serta mendalami Bahasa Arab sebelum memasuki jenjang perkuliahan. Kegiatan yang menunjang kemampuan bahasa para calon mahasiswa/i di Al-Azhar ini merupakan salah satu metode yang paling bagus khsusnya di Timur Tengah.

2.Kuliah
Berbagai fakultas di Al-Azhar telah siap diarungi oleh para calon mahasiswa/i baru. Berfikir matang-matang dalam  pengambilan jurusan adalah langkah awal  yang seharusnya dilakukan, karena dari jurusan itulah akan membuka celah masa depan kelak. 

3.Talaqiy
Talaqiy ialah proses belajar mengajar di luar kampus yang diampu oleh para masyayikh serta doktor di perkuliahan. Dalam talaqiy inilah kita akan mendapatkan berbagai ma’lumat baru, khususnya yang tidak kita dapatkan dalam perkuliahan.

4. Kajian
Dalam IKPM sendiri ada beberapa kajian yang akan menunjang wawasan serta ma’lumat para anggota, diantaranya: Nun (pemikiran), I’jaz (Ilmu-Al-Qur’an) dan Sanad Center (Ilmu Hadits). Dari kajian inilah para anggota baru akan memperoleh ilmu  yang akan lebih mudah dipahami,  karena kajian-kajian ini menggunakan Bahasa Indonesia.

5. Organisasi
Organisai adalah wadah bagi para anggota untuk belajar bermuamalah, serta menempatkan posisinya dalam bermasyarakat. Masisir sendiri memiliki beberapa organisasi, diantaranya Almamater, Kekeluargaan, Afiliatif dan PPMI.

Lima hal inilah yang kelak akan dijalani oleh para anggota baru. Pada akhir pemaparannya beliau bernasehat, “Akan  ada berbagai kesibukan yang kalian jalani di Mesir, maka kalian harus tau mana yang seharusnya diprioritaskan. Gontor yang telah menjadi perantara kalian kesini sudah selayaknya menjadi prioritas. Maka ketika ibunda memanggil, kata “siap” lah yang harus kalian lontarkan”. Tambahan sedikit pesan yang disampaikan beliau sebelum mengakhiri dialognya yakni, “Agar para anggota selalu menjaga keamanan dan kesehatan, karena disini mereka berada dalam lingkungan dan keadaan yang berbeda khususnya seperti Indonesia”.


Nur Iswanti, Lc.
“Salah satu tujuan saya berdiri di depan kalian ialah mengambil semangat baru yang kalian miliki,” kalimat utama yang terucap oleh pembicara kedua, Nur Iswanti, Lc. menambah antusias serta semangat para anggota. Hingga kemudian ia mulai masuk pada tema pembahasan, dan diperoleh beberapa poin penting, yaitu:

Poin pertama, ada empat kehidupan dalam  Masisir; majlis ta’lim, asrama, tempat umum dan kendaraan. Dalam menjalani kehidupan ini para anggota harus merasa rendah seperti tanah,  jangan sampai merasa cukup atau tau segalanya, karena rasa itulah yang  akan menutup celah hikmah dari Allah.

Poin kedua, kredit waktu di Mesir ini hanya 4/5 tahun (sampai S1), memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, mengisi kekosongan dengan hal-hal yang bermanfaat adalah prioritas yang harus dilakukan. Adapun  hal yang tak kalah penting  bagi para mujahidah ilmu baru  ialah niat, niat yang baik akan menghasilkan hal yang baik begitupun sebaliknya. Maka dari niat inilah, penentu segala akhir proses yang akan dilakukan.

Poin ketiga, akan ada berbagai hal yang akan dilalui, khususnya bagi para anggota baru dalam bermuamalah. Dewasa ini, para anggota harusnya lebih tau bagaimana seharusnya bermuamalah antar lawan jenis, serta batas-batas yang tidak seharusnya dilanggar.

Poin keempat, istiqomah, tekun, sabar, serta sopan adalah empat hal yang harus diimplementasikan khususnya dalam menjalani kehidupan di Mesir, fokus dengan tujuan awal kesini, raih dan gali ilmu sebanyak-banyaknya sehingga saat pulang ke tanah air, ada bekal yang dapat dimanfaatkan untuk keluarga khususnya, atau bahkan untuk umat umumnya.

Dari acara ini, diharapkan agar para anggota baru dapat memetakan dan memulai langkah awal mereka untuk menjalani kehidupan baru di Mesir. Serta dapat membuka celah demi celah cahaya kesuksesan para penggelar Lc., yang saat ini mulai mengamalkan ilmu Azhary-nya di tanah air.

Rep: Rima
Red: Nurman

Tidak ada komentar:

@way2themes