Bedah Buku Kasyfu al-Ghuyum Bersama Syeikh Musthofa Ridha Azhary - IKPM KAIRO

Sabtu, 26 Januari 2019

Bedah Buku Kasyfu al-Ghuyum Bersama Syeikh Musthofa Ridha Azhary


    IKPM Kairo- Dinamika kegiatan IKPM Kairo terus berjalan mengiringi rutinitas para mahasiswa. Pada kesempatan kali ini IKPM Kairo mengadakan kegiatan berupa Seminar Bedah Buku “Kasyfu al-Guyum” bersama Syekh Musthofa Ridho Azhary, yang merupakan pengarang buku tersebut. Acara ini diadakan pada Kamis (24/01) di Aula KSW, Hay Asyir. Peserta yang terdiri dari sebagian besar anggota baru, warga IKPM serta beberapa mahasiswa non IKPM berhasil meramaikan acara yang dimulai sekitar pukul 16.30 hingga 18.00 CLT.

   Pembahasan  Syarhu Kasyfu al-Guyum ‘An Risalati Mabadi’ al-Ulum oleh Syekh Musthofa Ridho Azhary yang menjadi inti acara pada sore hari tersebut berhasil menyampaikan beberapa pembahasan penting yang telah teringkas, yakni “Mabadi’ al-Ulum yang terdiri dari 4 yaitu Aqidah, Fiqh, Nahwu, dan Mantiq. Namun, Mabadi’ Asyroh tidak hanya terpaku pada 4 Mabadi’ ini tapi sesungguhnya terdapat 18 materi keilmuan dalam membentuk pola fikir manhajy yang tentu saja dengan bimbingan dan legalitas langsung dari para Masayikh.

 Sebelum memulai belajar suatu ilmu seorang tholib al-ilmi juga harus mengetahui apa urgensi dan tujuan dari mabadi’ ini, yaitu memudahkan para tholib al-ilmi dalam memetakan suatu bidang keilmuan yang harus dipelajarinya,  mengetahui tujuan menuntut ilmu dan pemanfaatan ilmu. Adapun 11 urutan ilmu untuk mebentuk pola fikir yang manhajy dan ilmi diantaranya; Shorf, Nahwu, Ma’ani, Bayan, Badi’, Hadist, Tafsir, Ushul-fiqh, Fiqh, ‘Aqidah, dan ditutup dengan Mantiq. Urutan ilmu tersebut bertujuan untuk membentuk keselarasan dalam ilmu.


 Antara Ilmu dan maklumat memiliki perbedaan, dimana ilmu bermanhaj pada piranti sedangkan maklumat pada tsaqofah atau sekedar wawasan.  Dalam ilmu sendiri memiliki rukun yang terdiri dari 5 unsur yaitu:  guru (Masayikh), murid, buku, lingkungan belajar, serta metode ilmu. Dimana setiap unsur memiliki urgensi dalam terbentuknya suatu ilmu, “al-ibratu bi al-ilm laisa bi kammi bal innama bi al-kaif”, tutur Syekh Musthofa diakhir pembahasan dalam buku Kasyfu al-Guyum.

Acara ini ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari IKPM Kairo kepada Syekh Musthafa Ridho Azhary, penandatangan buku-buku karangan beliau dan foto bersama dengan seluruh peserta seminar. Dari acara ini, diharapkan kepada seluruh mahasiswa al-Azhar dapat memetakan setiap proses keilmuan sesuai jalan yang benar.

Rep: Azimatul
Red: Rima

Tidak ada komentar: