Menjadi Sorotan Radio PPI Dunia; Bana Orientasikan La Tansa - IKPM KAIRO

Selasa, 29 Januari 2019

Menjadi Sorotan Radio PPI Dunia; Bana Orientasikan La Tansa

 
  Doc. Bana Fatahillah, pimpinan redaksi majalah La Tansa, pelopor website bacalatansa.com

  IKPM Kairo – Kini salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor kembali menorehkan prestasi. Tidak hanya sebatas kiprahnya di negara yang ia arungi dalam mendalami ilmu agama saat ini -Mesir- melainkan menampakkan apa yang ia tekuni baik kepermukaan dunia masisir, juga ke kepermukaan tanah air sendiri.

  Tepat hari Minggu, tanggal 27 Januari 2019 kemarin,  Bana Fatahillah yang kerap dipanggil Bana menjadi salah satu perhatian khusus oleh pihak radio PPI dunia dari segi literasi masisir. Mahasiswa tingkat 2, jurusan Ushuluddin, al-Azhar ini merupakan salah satu aktivis di bidang literasi, khususnya pemimpin redaksi majalah La Tansa sekaligus pelopor website bacalatansa.com.

  Majalah La Tansa merupakan suatu wadah maupun sarana yang mengampu ide, gagasan serta wawasan masisir khususnya warga IKPM. Majalah ini telah terbentuk sejak tahun 2014.

   Selama perjalanannya, La Tansa juga pernah  mengalami naik turun di pasar literasi masisir. Namun, semenjak tahun 2016, ketua IKPM telah mengembankan amanah kepada Bana untuk mengolah kiprah La Tansa. Inilah awal La Tansa untuk bangun dan bangkit kembali menyiarkan dakwah dan ilmu yang masih terkerucut dalam segi pandang Islam dan pemikiran sesuai dengan Azhar. Bana mengaku, hal ini ibarat membangun dan menata sebuah bangunan kembali yang telah runtuh sebelumnya, atau menyusun butiran-butiran tasbih yang telah putus menjadi utuh kembali.

 Upaya yang telah ia lakukan rupanya membuahkan hasil yang tidak tanggung-tanggung. Dengan ketelatenan, ketekunan, dan keistiqomahan bersama dengan teman-temannya, Bana berhasil mebawa La Tansa menjadi wadah tulis menulis warga IKPM hingga saat ini. Mendakwahkan dan terus menjadikannya sebagai sumber ilmu-ilmu Azhari, pemikiran-pemikiran Islam, dan problematika yang terjadi di tengah masyarakat. Dan yang lebih unggulnya, La Tansa telah sampai ke telinga para penikmat radio PPI dunia. 

 Tidak hanya itu, melihat dengan kondisi masyarakat yang kini serba visual, ditambah adanya inspirasi dari beberapa web literasi yang mulai banyak bermunculan, Bana juga membentuk web khusus dari La Tansa ini, yang bernama bacalatansa.com.

  Web ini sebagai bentuk untuk tetap menjaga peminat si pembaca. Dengan bertambahnya abad hingga abad 21 ini, tidak bisa dipungkiri bahwasannya masyarakat lebih mengedepankan gadget mereka daripada bacaan-bacaan berupa kertas yang mereka anggap sangat membosankan. Disinilah web bacalatansa.com berperan andil penuh. Selain mengunggah tulisan majalah La Tansa dalam bentul online, juga sebagai wadah karya tulis lainnya dalam bentuk online oleh semua warga IKPM. Dengan adanya web ini tulisan-tulisan yang ada tidak hanya sekedar bisa dinikmati oleh masisir, namun juga masyarakat Indonesia baik di tanah air sendiri maupun yang diluar negeri lainnya.

   Mengintip kembali kisah Rasulullah SAW, akan tradisi literasi. Bahwasannya, Rasulullah telah memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk menulis semua perkataannya. Meski sebelumnya, Rasulullah sempat melarang mereka untuk tidak menulis apapun itu kecuali Al-Quran. Pada saat itu Rasulullah SAW memberikan izin kepada 3 orang sahabat, diantaranya Abdullah bin Umar, Jabir bin Abdullah, dan Abu Huraira. Hingga dimasa sebelum Rasulullah SAW wafat, akhirnya Rasulullah SAW memerintahkan seluruh sahabatnya untuk menulis setiap apa yang keluar dari perkataannya.

 Begitu juga dikisahkan dari anak sahabat Rasulullah, Amru bin Ash yang bernama Abdullah bin Amru bin Ash. Ia selalu menulis apapun itu perkataan Rasulullah SAW. Pun, saat Fath al-Makkah, beberapa dari sahabat berpendapat untuk mengumpulkan khutbah-khutbah Rasulullah SAW menjadi suatu bentuk tulisan. Dan setelah itu Rasulullah SAW memerintahkannya kepada Abi Syah.

 Mengutip dari pesan Rasulullah SAW "fa yuballigh minkum al-syahid al-ghoib." yang bermaksud sampaikanlah dari kalian yang hadir -akan sebuah ilmu- kepada mereka yang berhalangan dengan perantara apapun itu, tidak sebatas perantara lisan, melainkan juga dengan tulisan.

  Selain itu jika perhatikan sekarang ini,  para masyayikh Azhar selain mendakwahkan ilmu agama melalui talaqi, dauroh, dsb juga sangat konsentrasi sekali dalam bidang literasi. Salah satu contoh kecilnya adalah majalah bulanan Hijriyah al-Azhar yang merupakan kumpulan tulisan kalam mereka.

 Dari sampel-sampel kisah Rasulullah SAW bersama para sahabatnya, serta pandangan Azhar dalam bidang literasi inilah yang membuat Bana selalu termotivasi untuk terus menuangkan ide, gagasan dan ilmu yang dimilikinya melalui coretan-coretan tintanya.

  Untuk kedepannya, Bana berharap semoga La Tansa dan website bacalatansa.com ini terus bisa andil dalam literasi masisir dan bisa menjaga keistiqomahannya dalam mendakwahkan ilmu yang bermanfaat untuk masyarakat.

Rep: Nafisah
Red: Naili

1 komentar:

@way2themes