ORKABA IKPM (Menjadi Kader Bangsa yang berjati diri Azhary dan Gontori) - IKPM KAIRO

Minggu, 10 Februari 2019

ORKABA IKPM (Menjadi Kader Bangsa yang berjati diri Azhary dan Gontori)


IKPM Kairo- Sudah menjadi sunnah bagi setiap mahasiswa baru al-Azhar untuk mengikuti orientasi pengenalan, baik seputar keazharan, keilmuan, keorganisasian, kehidupan Mesir, juga beberapa aktifitas lainnya. Pada kesempatan kali ini IKPM Kairo adakan orientasi khusus bagi mahasiswa baru IKPM dengan tajuk berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu ORKABA ( Orientasi Kader Bangsa). Acara ini diadakan pada hari Jum’at (08/02) di aula Darul Hasan KMJ, Hay Asyir. Acara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru IKPM kedatangan 2018. Acara diawali dengan sambutan dari Ketua IKPM selaku ketua acara.

ORKABA IKPM ini memiliki 2 konsep; indoor dan outdoor. Acara indoor ini berhasil menghadirkan dua pembicara, yaitu Muhammad Athar Afif, Lc., dan Nur Fuad Shofiyullah, Lc., M.M dengan mengangkat tema “Menjadi Kader Bangsa yang Berjati Diri Azhary dan Gontori.” Acara ini diawali dengan pemaparan singkat dari Muhammad Athar Afif, Lc., dalam kesempatan ini beliau menyampaikan, “Ada beberapa tujuan penting didirikannya IKPM Kairo, diantaranya: untuk membantu pondok dan sebagai wadah silaturrahmi antar alumni PMDG yang melanjutkan studinya di Kairo, menjaga dan menjunjung nama baik PMDG, menaati AD/ART dan kebijaksanaan PMDG, juga sebagai penyambung lidah antara al-Azhar dan PMDG.”


Beliau juga menjelaskan akan apa itu Gontori sebagaimana yang sering kita dengar selama ini. “Jiwa Gontori tidak harus berasal dari PMDG, namun sejatinya setiap orang  yang berjuang, dan memperjuangkan nilai-nilai Gontor sebagai perekat umat itulah yang disebut sebagai jiwa Gontori, sama halnya dengan Azhary, yaitu bukan hanya setiap orang yang lulus dari al-Azhar lalu dikatakan Azhary, namun setiap orang yang menjaga nilai-nilai Azhary dengan 3 pilarnya itulah Azhary. Idealnya, seseorang akan menjadi generasi emas setelah menjaga nilai-nilai dari keduanya; nilai-nilai Azhar dan nilai-nilai Gontor, tutur alumni Gontor tahun 2013 ini.


Pembicara selanjutnya adalah Nur Fuad Shofiyullah, Lc., M.M. Pada kesempatan kali ini beliau memaparkan secara singkat akan beberapa hal penting yang perlu dicamkan bagi kita sebagai alumni Gontor yang melanjutkan studi di Negri Kinanah ini, "ketika sampai di Mesir sebisa mungkin untuk mengkosongkan diri (kosong dari anggapan bahwa apa yang ada di pondok adalah sama seperti apa yang ada disini). Fahami situasi, kondisi sekitar, ketahui informasi, lalu tentukan. Perlu kita ketahui hal yang paling penting untuk mencapai kesejahteraan adalah informasi. Semakin banyak informasi maka semakin banyak sumber daya dan akses yang akan kita dapat. Apa yang kita tekuni sekarang, itulah yang akan kita teruskan dan kita dapatkan di masa mendatang."

Di penghujung acara beliau berpesan untuk menjadi kader bangsa yang berjati diri Azhary dan Gontori, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu dengan membaca apapun itu, perkaya wawasan dengan membaca, lalu mengetahui, ketahui apapun itu, lalu resapi dan terakhir tentukan.



Sesi selanjutnya adalah acara outdoor yang dilaksanakan di Hadiqoh Dauliyah. Kali ini peserta terbagi menjadi 10 kelompok dan diminta untuk menyelesaikan beberapa misi dan teka-teki dari panitia. Kesemangatan peserta yang patut diacungi jempol melihat dari kekompakan tim, keaktifan, dan kreatifitas dari setiap kelompok. Acara yang berlangsung selama setengah hari ini ditutup dengan pembagian hadiah dari panitia dan beberapa pengumuman dari ketua IKPM. Dari acara ini diharapkan setiap peserta  dapat mengetahui dan mengenal akan IKPM, dan tentunya juga mengenal lebih dekat dan akrab dengan angkatan kedatangan (Ghazi) sendiri.

Rep: Azimatul
Red: Naili

Tidak ada komentar: