Rihlah Azhariyah; Mengenal Maktabah dan Madyafah Bersama IKPM Kairo - IKPM KAIRO

Sabtu, 23 Februari 2019

Rihlah Azhariyah; Mengenal Maktabah dan Madyafah Bersama IKPM Kairo


Doc: Perfotoan bersama angkatan Ghazi banin IKPM

  Ikpmkairo.com - IKPM Cabang Kairo bersuka-cita menyambut kedatangan pasukan Azhari Gontori yang lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Sebagai almamater yang menaungi anggota sekaligus perpanjangan tangan dari ibu kandung, diadakanlah Rihlah Azhariyah bagi Ghazi -nama angkatan mahasiswa baru kedatangan 2018- pada hari Jumat (22/2). Titik kumpul rihlah bertempat di Masjid al-Azhar, setelah shalat Jumat dilaksanakan. Acara dibuka dengan pengenalan sejarah Masjid al-Azhar sendiri, dan manhaj pengajaran al-Azhar.

Setelah itu, peserta dibagi per kelompok-kelompok kecil. Rihlah kali ini dibimbing langsung oleh senior-senior IKPM yang mumpuni. Rihlah Azhariyah bertujuan sebagai ajang pengenalan tentang madyafah dan maktabah. Madyafah sendiri diambil dari kata dhiyâfah yang berarti bertamu. Murid-murid bertamu kepada seorang syekh untuk menuntut ilmu. Karena tak bisa dipungkiri, penuntut ilmu Azhari yang sesungguhnya pasti tak lepas dari dunia buku dan talaqqi. Adapun destinasi yang dituju adalah ruwaq-ruwaq Masjid al-Azhar, Masjid Imam Dardir, Maktabah Dâr Ibn Hazm, Dâru al-Bashoir, Mujallad Arabi, Dâr Ushuluddin, Muassasah Risalah, Dârussalam, Madyafah Ummu Gulam, Madyafah Syekh Ismail Sodiq al-Adawi, dan  Madyafah Syekh Said Imran al-Dah.

Dalam setiap pemberhentian tempat, para pembimbing menjelaskan sejarah madyafah maupun pelajaran yang tengah berlangsung di madyafah tersebut, juga buku-buku apa saja yang direkomendasikan dari maktabah-maktabah yang dikunjungi serta penerbit mana saja yang perlu diwaspadai. Karena dalam memilih buku turâts, Judul dan penulis saja tidak cukup menjadi panduan. Dibutuhkan juga nama muhaqqiq, atau ahli filologi dan penerbit. Sahah Indonesia menjadi titik kumpul terakhir para peserta. Sahah Indonesia sendiri berdiri secara independen, tidak dibawah naungan organisasi manapun. Disini menjadi tempat berkumpulnya masyarakat Indonesia, dan diisi dengan kajian talaqqi juga tahfidz langsung dari Syekh Azhar.


Doc: Perfotoan bersama angkatan Ghazi banat IKPM

"Ada satu kalimat dari salah satu senior yang kami garis bawahi, bahwa selama di Mesir, jika kita memang niat belajar, kita akan mendapatkan banyak alasan untuk menuntut ilmu karena banyaknya buku, syekh, dan majelis ilmu. Tetapi kalau sudah malas, kita juga akan memiliki banyak alasan untuk tidak menuntut ilmu،" kenang Hana Ragidha sebagai salah satu peserta Rihlah Azhariyah seusai acara. Hanya saja, karena acara yang diadakan bertepatan dengan acara-acara lain yang berkaitan dengan mahasiswa baru dan daurah-daurah, sehingga peserta yang hadir tidak lengkap dari jumlah total 241 Angkatan Ghazi.

"Acara ini merupakan rentetan acara pengenalan mahasiswa baru. Dimulai dengan acara daurah Thuruq al-Manhajiyah- pengenalan manhaj belajar Azhari- disambung dengan ORKABA (Orientasi Kader Bangsa) kemudian rihlah. Adapun rihlah yang diagendakan IKPM ada empat. Pertama, Rihlah Tarîkhiyah, berkenaan dengan sejarah dengan mengunjungi Piramida dan Masjid Amru bin Ash. Kedua, Rihlah Azhariyah yang berkenaan dengan maktabah dan madyafah. Ketiga, Rihlah Rohaniah yaitu berkunjung ke makam  dan masyayikh. Terakhir, Rihlah Jasmaniyah, dengan destinasi Matruh dan Siwa," jelas Nurman Haris sebagai Ketua IKPM cabang Kairo. Untuk Rihlah Ruhaniah sendiri, IKPM merencanakan acara rihlah bersama Ghazi ke Alexandria pada tanggal 1-2 Maret mendatang.

Rep: Farah
Red: Nurman

Tidak ada komentar:

@way2themes