Historis Cakrawala Bersemi dari Rumah Kecil "Mahameru" - IKPM KAIRO

Minggu, 24 Maret 2019

Historis Cakrawala Bersemi dari Rumah Kecil "Mahameru"


Doc: Penyerahan Sertifikat Penghargaan kepada Ustadz Fuad

Majalah Cakrawala yang merupakan salah satu ikon literasi Masisir, kini telah memasuki usia hampir dua windu. Sepanjang perjalanannya, Cakrawala terus berbenah dengan kualitas penulisan yang semakin baik dan meningkat, dari tahun ke tahun. Upaya pembenahan dan perbaikan tersebut menunjukkan komitmen tinggi Cakrawala untuk terus berkembang.

Perjalanan Cakrawala tak terlepas dari para pencetus ide yang membidani awal pendiriannya. Pada tahun 2004, dari sebuah flat (rumah) dua kamar yang diberi nama “Mahameru” lantaran lokasinya di lantai teratas sebuah imarah di kawasan Bawabah Dua, empat orang mahasiswa bernama Muhammad Taufan Khasani, Danein Topan, Nur Fuad Shofiyullah Serta Aunillah A’la Habib berhasil menggagas lahirnya sebuah media baru Masisir yang menginspirasi. Dari tangan mereka lahirlah Cakrawala dengan slogannya 'Akrab dan Beda'.

Nama Cakrawala terinspirasi dari garis pandang horison yang terlihat indah dari rumah Mahameru yang memang terletak di sutuh. Menurut KBBI, salah satu makna cakrawala adalah jangkauan pandangan, seolah para penggagas ide pendirian Cakrawala ingin mengajak kita semua untuk berpandangan luas, ke depan dan tidak terkungkung dalam realitas. Adapun slogan “Akrab dan Beda”, kata “akrab” adalah perlambang keinginan untuk mendekatkan Cakrawala sedekat mungkin ke pembaca (Masisir), sedang kata “beda” berfungsi mempertegas diferensiasi Cakrawala dari media lain di kalangan Masisir, beda dari segi desain, serta beda isi dan gaya penulisan dengan buletin yang lain.


Di awal langkahnya, Cakrawala berbentuk buletin, karena saat itu buletin adalah mercusuar literasi Masisir. Mulanya Cakrawala berdiri independen dengan dapur redaksi yang berada di rumah Mahameru. Dua tahun kemudian, Cakrawala berpindah ke IKPM, seiring pindahnya para kru redaksi Cakrawala menjadi pengurus IKPM Cairo. Hingga akhirnya, di tahun 2011 Cakrawala bertransformasi menjadi majalah. Cakrawala dalam perjalanannya  kemudian menjadi wadah literasi bagi bagi mahasiswa-mahasiswi baru IKPM Cairo yang makin tahun jumlahnya makin meningkat.

Ketika diwawancara, Ustadz Fuad yang merupakan salah satu pendiri yang masih berdomisili di Mesir menyatakan sangat senang dengan perkembangan positif Cakrawala. Ia tidak menyangka buletin yang dirintis masih eksis dan bertahan sampai sekarang. Ia mengisahkan bahwa di awal berdirinya, proses redaksional Cakrawala cukup menantang, karena Cakrawala mengusung pembaruan yang keluar dari sejumlah pakem perbuletinan di Masisir pada zamannya.

Sosok-sosok pendiri Cakrawala ini yang perlu kita teladani. Terutama terkait kegigihan mereka menuangkan dan merealisasikan ide sehingga menjadi sebuah gerakan literasi nyata yang hasilnya dapat memberikan manfaat bagi kalangan luas. Bahwa, hal-hal kecil yang kadang diremehkan orang banyak, ternyata bisa menjadi sesuatu yang besar jika dilakukan secara gigih dan istiqamah.

Rep: Naili dan Farah
Red: Ustadz Fuad

Tidak ada komentar:

@way2themes