KA'BAH DARI MASA KE MASA - IKPM KAIRO

Kamis, 21 Maret 2019

KA'BAH DARI MASA KE MASA



Oleh: Fiki Roi’atuz Zibrija, Salma Qodariah, Idham Khadi Maulana Al-Anshori
Kamis, 22 November 2018

 Ka’bah merupkan rumah pertama pertama yang dibangun atas nama Allah Swt. untuk beribadah kepada Nya, dan bertauhid di dalamnya. Sebenarnya batu pertama Ka’bah sudah diletakkan kepada Nabi Adam As, kemudian ditinggikan kembalin pondasinya pada zaman Nabi Ibrahim dan Ismail As, dan kemudian lambat laun Ka’bah mulai direnovasi dan diperbesar berkali-kali hingga datangnya masa Nabi Muhammad Saw. Rasulullah Saw. juga ikut serta dalam pembangunan Ka’bah dan pengulangan renovasinya sebelum waktu diutusannya menjadi nabi dan rasul.

 Rasulullah Saw. juga mempunyai pengaruh yang besar dalam memecahkan masalah yang disebabkan oleh pertentangan-pertentangan qabilah-qabilah untuk mendapatkan kemuliaan dalam menempatkan Hajar Aswad di tempatnya dan kemudian menyarankan Rasulullah Saw. untuk mengeluarkan pendapat dalam memecahkan masalah yang ada diantara mereka, karena mereka tahu bahwa Rasulullah Saw. adalah orang yang terpercaya dan dicintai dari khalayak umum.

 Adapun beberapa pelajaran dan bahan renungan yang diambil dari judul ini adalah martabat tinggi yang dimiliki oleh Rasulullah Saw. diantara para pemuka Quraisy, dan diberi nama panggilan Al-Amin yang artinya terpercaya diantara mereka, selain itu ada juga bagaimana urgensi Ka’bah dalam kehidupan umat Muslim, yaitu Allah Swt. menjadikan Ka’bah sesuatu yang suci serta mulia di bumi, dan dengan perintah Allah Swt. kepada Nabi Ibrahim As untuk  membangun dan mendirikannya, serta Allah Swt. jadikan sebagai rumah untuk beribadah kepada Nya serta tempat berkumpul yang aman bagi manusia. Ka’bah merupakan sesuatu yang suci dan agung bagi Allah Swt., yang menjadi symbol dari keesaan Nya, dan yang menjadi tanda serta syiar nya dalam menghapus semua kebatilan, syirik, serta penyembahan berhala yang ada sebelumnya pada masa Nabi Ibrahim.

 Adapun beberapa rangkaian peristiwa penting yang terjadi pada Ka’bah baik dalam pembangunan, renovasi, dan kerusakannya. Ka’bah dibangun serta direnovasi empat kali sepanjang masa, namun masih ada beberapa riwayat yang lain yang menyatakan lebih dari itu, diantaranya:

 Pertama :Nabi Ibrahim As untuk membangun Ka’bah yang dibantu oleh anaknya Nabi Ismail As sebagai jawaban dari perintah Tuhan nya yang Maha Agung, sebagaimana yang ada di dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Berikut ini yang dari Al-Qur’an :
وإذ يرفع إبراهيم القواعيد من البيت وإسماعيل ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم (البقرة: 127)

 Sedangkan dalam Sunnah  yang diriwatkan oleh  Imam Bukhari dengan sanad Ibnu Abbas yang artinya : Ibrahim berkata: “wahai Ismail, sesungguhnya Allah memerintahkanku dengan sebuah perintah”, maka Nabi Ismail menjawab: “maka lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Tuhanmu”, kemudian Nabi Ibrahim berkata: “apakah kamu dapat membantuku?” Nabi Ismail menjawab: “aku akan membantumu”. Nabi Ibrahim berkata: “sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membangun rumah (Ka'bah) disini”, lalu ia menunjuk ke arah bukit yang tinggi serta daerah di sekitarnya, maka ketika itu ditinggikan pondasi Baitullah, Nabi Ismail membawa batu dan Nabi Ibrahim membangunnya.

 Kedua : ketika dibangun oleh Kaum Quraisy sebelum datangnya islam, dan Nabi Muhammad Saw ikut serta di dalamnya. Mereka menjadikan Ka'bah dengan tinggi 18 hasta, dan mengurangi enam hasta dari lebar sebelumnya, dan membiarkan batu yang lainnya.

 Ketiga : Ka'bah terbakar pada masa khalifah Yazid bin Muawiyah saat diserang oleh tentara dari Syam dibawah pimpinan Husain bin Namir Assakuni yang kala itu sedang mengepung Abdullah bin Zubair, mereka melempari Ka'bah dengan batu ketapel, sehingga Ka'bah menjadi rapuh dan terbakar, ini merupakan siasat dari Yazid untuk menghentikan pemberontakan yang dilakukan oleh Ibnu Zubair. Kemudian datanglah kabar kematian Yazid yang menjadikan tentara Syam yang di Mekkah menghentikan pengepungannya. Kemudian kesempatan itu digunakan oleh Ibnu Zubair (Abdullah bin Zubair) untuk berbicara di depan khalayak umum dan membangun kembali  Ka'bah dan mengembalikan yang seharusnya ada padanya, maka Ibnu Zubair segera menegakkan tiang-tiang disekitarnya, dan menutup nya. Kemudian, mulailah mereka membangun dan meninggikan bangunan Ka’bah secara bersama-sama, serta menambah enam hasta yang telah dikurangi sebelumnya, dan menambah tinggi Ka’bah sepuluh hasta, lalu membuat dua pintu untuk pintu masuk dan pintu keluar.

 Keempat : Ibnu Zubair pernah meletakkan dasar Ka’bah yang disaksikan oleh penduduk Mekah sebelum kematiannya, maka Hajjaj memberitahukan Abdul Malik bin Marwan tentang itu setelah kematiannya. Maka Abdul Malik mengembalikan batu kembali ke tempatnya sebelum terjadinya perubahan, menutup pintu Ka'bah, serta mengembalikan Ka'bah seperti sedia kala.

 Juga diriwayatkan bahwa, Khalifah Harun ar Rasyid telah berencana untuk menghancurkan Ka’bah dan membangunnya kembali sebagaimana bangunan ‘Abdullah bin Zubair, akan tetapi Imam Malik bin Anas berkata kepadanya: “Aku bersumpah, demi Allah, wahai Amirul Mukminin, janganlah engkau menjadikan Ka’bah ini sebagai permainan para raja setelah engkau, sehingga tidaklah seseorang dari mereka yang ingin merubahnya, kecuali dia pun akan merubahnya, dan kemudian hilanglah kewibawaan Ka’bah dari hati kaum Muslimin,” lalu Khalifah Harun ar Rasyid pun menggagalkan rencana tersebut.

Tidak ada komentar:

@way2themes