Bangun Inovasi Baru; Keputrian IKPM Cab Kairo berasosiasi dengan Sema-FSI, Prakasai Seminar Ilmiah - IKPM KAIRO

Rabu, 10 April 2019

Bangun Inovasi Baru; Keputrian IKPM Cab Kairo berasosiasi dengan Sema-FSI, Prakasai Seminar Ilmiah


Doc: Seminar Ilmiah International 

IKPM Kairo – Setelah acara Sayyidah Kuliyyah juga Silaturrahim Akbar berhasil diselenggarakan, Seminar Ilmiah Internasional bertajuk “Peranan Wanita dalam Menghadapi Tantangan Era Modern” mengakhiri rentetan acara tahunan keputrian IKPM tahun ini. Bekerjasama dengan senat Fakultas Syari’ah Islamiyah digelar dengan sukses dan meriah di Aula Qism Lughah, Universitas al-Azhar Putri pada (8/4). Menghadirkan pembicara; Dr. I’timad ‘Abdu Shodiq Afifi – Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah Universitas al-Azhar Putri, juga al-Ustadzah Wirdah Fakhiroh Fachri – Kandidat Doktor Linguistik Universitas al-Azhar membahas secara runtun tentang polemik kehidupan dan peranan hakiki sosok wanita.

Pada pembukaan acara, saudari Dhoriefah Niswah El-Fida –  yang akrab dipanggil Fissa selaku moderator menegaskan, bahwa wujud kita disini adalah sebagai utusan-utusan al-Azhar untuk negara kita bahkan dunia. Agar seyogyanya para mahasiswi al-Azhar tidak lupa akan kewajibannya yang perlu dipertanggungjawabkan.

Seminar ini menyuguhkan kita peranan yang tidak hanya sebatas menjadi perempuan, namun juga menjadi ibu, guru, istri dan qudwah yang baik bagi masyarakat kecil maupun besar. Dr. I’timad memaparkan, “sangat banyak dalil-dalil dari Al-Qur’an maupun Sunnah yang menjelaskan tentang kemuliaan wanita, Khadijah Kubra dalam kedermawanannya dan Sayyidah Hafsah dalam amanahnya misalnya, yang menjadi pertanyaan sekarang ‘sejauh mana posisi kita dari mereka’?”

“Sama halnya al-Qur’an yang banyak menganjurkan kita untuk menjadi mu’minaat, shalihaat, muslimaat, thayyibat, qanitaat. Jangan sampai seperti istri Nabi Nuh dan Luth, mengkhianati suaminya yang merupakan ‘ibaadillahi al-shalihin, maka kita harus benar-benar paham dan sadar akan beban yang kita pikul sebagai seorang perempuan,” timpalnya.

Beralih ke Ustadzah Wirdah, dalam penjelasannya ia menyebutkan bahwa ada nilai-nilai yang harus dijaga oleh seorang wanita untuk melahirkan generasi-generasi ideal; nilai-nilai keagamaan, akhlak dan keistiqomahan, juga nilai-nilai kebudayaan adat istiadat, pemikiran dan pengajaran pendidikan – yang merupakan asas dari nilai-nilai diatas. Dengannya akan menuntun kita pada akhlak diniyyah dan menjaga kita dari penyelewengan akhlak dan suluk.


Beberapa pertanyaan diajukan pada sesi tanya jawab, yang menarik, ketika seorang mahasiswi Mesir bertanya tentang keadaan wanita di Indonesia dengan tantangan milenial yang berpaut pada teknologi. Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah itu mengakui merasa bangga dan terhormat pada kunjungannya ke Gontor Putri, Indonesia. Melihat pondok dengan segala kegiatannya yang sangat tertata dan bernilai. Harapannya, semoga gadis masa kini menjadi wanita shalihah, ummah shalihah, zaujatan muti’ah dan mu’allimah jayyidah. Pengakuannya tersebut mengakhiri acara yang digelar pada siang hari itu.

Nurman Haris selaku Ketua IKPM Cabang Kairo juga sangat mengapresiasi acara ini khususnya dan rentetan kegiatan keputrian umumnya. “Saya lihat keputrian IKPM sekarang ingin membagi kebaikan bukan hanya untuk warga IKPM sendiri, namun pada masisir umumnya bahkan sampai mahasiswa dari Mesir sendiri di kuliah. Mereka lebih masif dalam mengadakan kegiatan-kegiatan ini. Semoga kebaikan-kebaikan ini dapat diteruskan oleh adek-adeknya di masa mendatang.”

“Acara ini sangat inspiratif. Saya merasa sangat senang berpartisipasi didalamnya dan sangat tersentuh hingga meneteskan air mata, semoga mahasiswi Indonesia bisa terus menginspirasi bagi para Azhariyyah dan muslimah seluruhnya,” ujar Marwah, seorang mahasiswi Mesir yang menghadiri acara.

Rep: Hanifah
Red: Naili

Tidak ada komentar:

@way2themes