Kunjungan Ayahanda dan Tesis Ustadz Saidil Yusron - IKPM KAIRO

Minggu, 05 Mei 2019

Kunjungan Ayahanda dan Tesis Ustadz Saidil Yusron

Doc. Ustad Saidil Yusron bersama keluarga usai sidang tesis.

Kairo - Menjelang akhir bulan Sya'ban 1440 H, ayahanda K. H. Hasan Abdullah Sahal disela-sela padatnya kegiatan Pondok Modern Darussalam Gontor, beliau berkunjung ke negeri Kinanah, Jum'at (3/5). Sesampainya di Mesir, rentetan acara telah diagendakan dari kedatangan beliau hingga 4 hari kedepan. Dimulai dengan menghadiri sidang tesis al-Ustadz Saidil Yusron - suami dari putrinya, al-Ustadzah Dzorifah Niswah el-Fida- pada Sabtu sore (4/5).

Sidang bertempat di Ma'had Buhuts wa Dirasat Arabiyah, Universitas Liga Arab, Arab Lawyers Union, Garden City. Auditorium yang menjadi tempat sidang dipenuhi oleh tamu undangan, warga IKPM, serta kerabat al-Ustadz Saidil Yusron. Turut dihadiri pula oleh Atdikbud Kairo, Pak Usman Shihab dan Ketua IKPM Cabang Kairo.

Sebelum acara dimulai, Bapak Pimpinan selaku wali dari al-Ustadz Yusron turut menyambut dosen pembimbing dan penguji sidang tesis, yaitu al-Ustadz Dr. Muhammad Sayyid al-Julaind - dosen Falsafah Islamiyah di Kuliah Dar Ulum-selaku pembimbing. Turut hadir bersama beliau 2 penguji lainnya yaitu, al-Ustadz Dr. Abdul Hamid Madkur dan al-Ustadz Dr. Aiman Fuad Al-Sayyid.

Adapun tesis yang didiskusikan membahas disiplin Ilmu Kalam, dengan judul "Studi Literatur Kitab Tauhid yang berjudul kitab al-Tasdiid fii Syarh al-Tamhiid; Karya al-Imam al-Allamah Husain bin Ali bin Hajjaj bin Ali Hasamuddin al-Sighnaaji (wafat 714 H) dari awal kitab hingga pembahasan istbaat karaamaat al-awliyaa'."

Acara tersebut dimulai pukul 18.00 Clt, diawali sambutan dan pengantar dari pembimbing beliau, al-Ustadz Dr. Muhammad Sayyid al-Julainid. Salah satu kutipan sambutan beliau, "Saidil Yusron merupakan pelajar Indonesia yang patut dicontoh bagi pelajar lainnya. Begitupula patuhnya dia terhadap guru, " begitulah tutur beliau menjelang sidang tesis dilangsungkan.

Sepatah dua patah kata disampaikan pula oleh al-Ustadz Saidil Yusron. Hadirin dengan khidmat mendengarkan apa yang beliau sampaikan. Hingga tiba pada inti acara, diskusi dari penguji pertama lalu disambung dengan penguji kedua. Adapun salah satu kesan dari penguji pertama, al-Ustadz Abdul Hamid Madkur, "Ilmu Kalam merupakan disiplin ilmu yang terbilang sulit. Saya sudah menjadi penguji selama 30 tahun.  Dan tesis ini adalah yang paling tebal halamannya dengan kegigihan dan perjuangan, " ungkap dosen Filsafat Islam tersebut.

Sidang yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam tersebut ditutup dengan pengumuman predikat yang al-Ustadz Saidil Yusron raih dalam disiplin ilmu yang terbilang sulit, yaitu Jayyid Jiddan.

Rep. Ummu Maghfirah
Red. Rahmadi Prima

Tidak ada komentar: