Antum Anak Mahal - IKPM KAIRO

Kamis, 18 Juli 2019

Antum Anak Mahal


IKPM Kairo – Selepas pergantian pengurus IKPM Kairo, Sabtu (13/ 7) kegiatan tak berhenti begitu saja. Sebagaimana nilai yang telah ditanamkan Gontor tentang kegiatan yang berjalan dinamis, IKPM Kairo mengadakan acara silaturrahim dan dialog santai bersama K.H. Asep Sulaiman Sabanda selaku pimpinan PP Al-Ihya dan K.H. Anizar Masyhadi selaku pimpinan PM Tazakka. Acara yang diadakan pada Selasa malam (16/7) tersebut bertempat di Sekretariat IKPM Kairo.

Musthofa Fadhilah Akbar, selaku ketua IKPM Kairo periode 2019/2020 mengawali acara silaturahim dengan menjelaskan beberapa hal terkait IKPM Kairo dalam sambutannya. Acara dilanjutkan dengan sambutan, nasehat dan dialog santai bersama K.H. Anizar Masyhadi dan K.H. Asep Sulaiman.

Gelak canda dan tawa tak lepas saat sambutan dari K.H. Anizar berlangsung. Pembawaan penuh wibawa serta isi yang disampaikan penuh dengan nilai-nilai pondok yang memutar otak kembali berfikir ulang orientasi belajar ke Mesir.

 Lengahnya seseorang akan tujuannya saat waktu yang lapang, seperti saat hari-hari libur saat ini. Berbagai pelajaran ditransformasikan dari pembacaan beliau selama perjalanan dan pengalaman di Mesir hingga menjadi pimpinan PM Tazakka. Kalimat penyulut kesemangatan selalu saja terlontarkan menolak untuk diam, “Antum itu anak-anak yang mahal yang dinantikan kepulangannya oleh saya selaku pimpinan lembaga pendidikan, oleh pondok-pondok lainnya, dan oleh perusahaan-perusahaan yang lain pula,” jelas pimpinan PM Tazakka di tengah sambutannya.

Rentetan wejangan K.H. Anizar tak lepas dari pengalaman dan stateginya, yaitu untuk memainkan berbagai peran dalam keseharian kita, atau akrab kita sebut wahid ka alfin, satu bagai seribu, yakni menjadi individu yang dapat diandalkan dan tidak setengah-setengah dalam masyarakat nantinya. Tak bisa dipungkiri, sosok penuh wibawa yang dengan nasehatnya menggetarkan kembali hati hingga kembali bertanya pada diri sendiri, untuk apa dan bagaimana kita di sini?

Tak berhenti pada sambutan pimpinan PM Tazakka tersebut, K.H. Asep Sulaiman pun turut menghapus keremangan usaha dan perekonomian. Kisah sederhana terkait secuil perjalanan beliau jatuh pada sebuah kalimat yang dibalut kesederhanaan “Biarlah prestasi lebih besar dari pada penampilan kita,” ucapnya. Di balik penampilan sederhana tersebut, K.H. Asep Sulaiman menyimpan banyak cerita inspiratif serta nilai Islam dan Gontor yang melekat. Aliran cerita yang beliau sampaikan menghipnotis massa, mengetuk pintu di balik usaha dan perekonomian yang masih di ambang keremangan sebagai seorang mahasiswa.

Di samping menjadi pimpinan PP AL-Ihya yang didirikan pada 23 September 2018 tersebut, beliau merupakan pengusaha muda sukses yang mempunyai sekitar 100 perusahaan di bawah kendalinya. Prinsip al-Qur’an dan Hadis Rasulullah menjadi titik kembali beliau dalam perjuangannya. Fa amma man a’tho wattaqa wa shoddaqo bi al-khusna fa sa nuyassiruhu li al-‘usra. Beberapa ayat dalam surah al-Lail tersebut selalu beliau ulang sebagai penegasan akan ketakwaan kepada Allah Swt, bukan hanya dimudahkan namun dijalankan untuk menuju kemudahan.

Acara silaturahim tersebut menjadi sarana pembaharuan niat dan pengingat bahwa kita adalaha anak  mahal dan luar biasa di negeri orang. Yang kedatangannya dinanti unruk berkiprah dan berperan di Indonesia, baik di lembaga pendidikan, perusahaan atau bidang-bidang lainnya. Semuanya tak terlepas dari nilai Islam dan Gontor, yaitu dapat kita lihat dan baca dari cerita dan nasehat para senior seperti 2 tokoh luar biasa tersebut, K.H. Anizar Masyhadi dan K.H. Asep Sulaiman Sabanda.


Tidak ada komentar: