Melantik Pengurus; antara Estafet, Sistem dan Totalitas - IKPM KAIRO

Sabtu, 27 Juli 2019

Melantik Pengurus; antara Estafet, Sistem dan Totalitas

Doc. Ketua IKPM Periode 2019/2020 dari kiri; Novan Hidayat, Adam Huda Haqiqi dan Mustofa Fadhilah.

 Estafetisasi  Kepengurusan dalam suatu organisasi adalah hal penting. Bukan demi masa depan organisasi semata, namun lebih luas, untuk masyarakat. Tepat pada tanggal 25 Juli 2019 di Aula Limas Kairo Hay Asyir, pelantikan Dewan Pengurus (DP) IKPM Cabang Kairo masa bakti 2019-2020 dilaksanakan. Dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran Surah An Nisa ayat 56-59, pelantikan berlangsung khidmat.

Para pengurus DP IKPM dilantik langsung oleh Pakdhe Aji Surya, selaku wakil Duta Besar Indonesia untuk Mesir. Demi efisiensi pelantikan, tidak semua pengurus dipanggil satu persatu, namun beberapa bagian diwakili oleh ketua bagian sedangkan anggotanya berdiri di tempat. Ikrar sumpah dibaca dengan lantang dan tegas. Kemantapan dan kepercayaan bahwa satu tahun ke depan, nasib organisasi ini ada di tangan pejuangnya.

Modal utama kekuatan bukan hanya kepercayaan diri sendiri, namun motivasi dan nasehat orang lain memiliki pengaruh kuat demi membentuk mental pejuang. Suntikan semangat disampaikan oleh Bapak Usman Syihab, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, beliau berpesan tentang perkembangan sistem pendidikan dulu dan sekarang. Dulu, metode pembelajaran berada dalam satu otoritas individu, berbeda halnya dengan sekarang yang sudah berada di bawah naungan sebuah institusi. Dimana dua sistem ini memiliki sisi positif dan negatifnya masing masing. Dengan berkembangnya zaman, sistem institusi inilah yang diakui secara resmi yang tak jarang membuat sistem individu merasa terkalahkan dengan institusi modern. Meskipun demikian, hal utamanya adalah agar para mahasiswa tidak hanya mencari ilmu demi mendapatkan sanad seorang syeikh, namun lebih daripada itu adalah pemahaman dan pemantapan akan suatu ilmu.

Tips dan trik untuk membangun organisasi yang baik disampaikan oleh Pakdhe Aji Surya. Mulai dari karakter pengurus dan kemampuan yang bermacam-macam, peran perempuan dalam organisasi, serta mengingatkan kembali tujuan dari sebuah organisasi. Setiap pengurus harus memiliki satu komitmen untuk mensukseskan tujuan, rela berkorban, dan memberi kritik yang membangun. Beliau juga menyampaikan, dalam menyusun suatu program sangatlah penting untuk memperhatikan empat hal: down to earth (mengetahui kebutuhan anggota sehingga mereka merasakan manfaat), prospektif (kegiatan yang tidak muluk-muluk tapi bermanfaat, riil (nyata) dan inovasi. Di akhir, beliau menyampaikan bahwa IKPM harus menjadi lem kebhinekaan  bangsa Indonesia.

Ketua IKPM baru, Ustadz Adam Huda juga menyampaikan harapannya agar para pengurus memiliki totalitas dalam mengemban amanah, karena masa depan IKPM ada di tangan mereka satu tahun ke depan. Acara ditutup dengan doa oleh Pakdhe Aji Surya dan foto bersama. Sebelum pulang, dewan pengurus berkumpul dengan bagian masing-masing guna mengenal rekan satu sama lain. Semoga organisasi IKPM bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Rep. Nur Ikma Hasanah
Red. Rahmadi Prima

Tidak ada komentar: