Yusuf Al-Amin: Terjemah adalah Jembatan Dua Bahasa - IKPM KAIRO

Minggu, 27 Oktober 2019

Yusuf Al-Amin: Terjemah adalah Jembatan Dua Bahasa

IKPM Cabang Kairo -Dinamika kegiatan IKPM Cabang Kairo kembali diwarnai dengan seminar terjemah yang diadakan oleh Forter IKPM pada Sabtu (26/10) di Aula KM-NTB. Terjemah yang merupakan jembatan antara 2 bahasa ditekankan oleh al-Ustadz M. S. Yusuf al-Amin dalam seminar tersebut dilanjutkan dengan peluncuran buku perdana Forter IKPM.

Doc. Seminar Terjemah IKPM bersama al-Usatdz Yusuf al-Amin

Sambutan ketua panitia, Fakhri Abdul Ghaffar mengawali pembicaraan ringan mengenai urgensi penerjemahan dari satu bahasa ke bahasa lainnya. Bahasa Indonesia termasuk bahasa yang miskin ilmu pengetahuannya dibanding bahasa Arab dan Inggris. Bahasa Arab pun dulu demikian, mulai kaya akan ilmu pengetahuan dengan adanya pergerakan penerjemahan kitab-kitab pada masa khalifah al-Manshur.

Terjemah yang merupakan sebuah jembatan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran menjadi sarana dalam komunikasi baik secara individu atau masyarakat secara luas. Dapat diambil contoh saat penyebaran Islam ke Indonesia, yaitu transformasi nilai keislaman melalui proses penerjemahan dari bahasa arab ke bahasa pribumi hingga Islam tersebar luas saat ini di Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu contoh peran terjemah dan pentingnya kita memiliki kemampuan tersebut.

Lebih jauh dari itu, proses penerjemahan sudah ada sejak zaman Rasulullah Saw. Dilihat dalam diplomasi Rasulullah Saw. melalui surat kepada para penguasa, salah satunya Kaisar Persia Heraklius. Pesan yang disampaikan melalui lisan Rasulullah berbahasa Arab lalu dituliskan oleh sahabat yang menjadi utusan dalam bentuk surat dengan bahasa wilayah yang dituju. Bukankah terdapat perbedaan bahasa pada tiap wilayah saat Islam disebarkan? Dari situlah sang utusan dituntut untuk menjadi penyambung maksud bahasa sumber ke bahasa sasaran agar mampu dipahami.

Demikianlah pentingnya terjemah sudah terlihat sejak dulu dan memiliki pengaruh besar. Setelah pembukaan renyah seputar terjemah tersebut, narasumber yang merupakan salah satu penerjemah resmi al-Azhar di bawah naungan masyikhoh, al-Ustadz Yusuf al-Amin melanjutkan 4 pembahasan utama dalam waktu kurang lebih 3 jam, lalu dilanjutkan dengan sedikit praktek.
"Terjemah adalah jembatan yang menghubungkan bahasa sumber dan bahasa sasaran," Tutur Yusuf al-Amin menekankan pentingnya terjemah. Untuk itu, adanya Forum Terjemah (Forter) IKPM menjadi sarana belajar dalam mengaplikasikan penerjemahan, khususnya dalam bentuk tulisan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia.

Doc. Penyerahan Buku Untuk Anakku kepada al-Ustadz Yusuf al-Amin selaku pembimbing Forter IKPM

Akhir acara, Bana Fatahillah -founder Forter IKPM- memaparkan secara singkat mengenai buku pertama Forter IKPM, "Untuk Anakku" yang ditulis oleh Sastrawan Mesir Ahmad Amin. Buku yang berjudul 'Ila Waladi' ini telah diterjemahkan oleh Forter IKPM sebagai buah karya dan bukti kesungguhan teman-teman Forter IKPM dalam belajar menerjemahkan.

Rep: Ummu
Red: Fakhri



Tidak ada komentar: