Perjalanan Sejarah dan Rohani (2): Menyusuri Sumur  Mata Air Nabi Musa As. dan Wadi Arba'in Tempat Uyun Nabi Musa As. memancar - IKPM KAIRO

Selasa, 01 Oktober 2019

Perjalanan Sejarah dan Rohani (2): Menyusuri Sumur  Mata Air Nabi Musa As. dan Wadi Arba'in Tempat Uyun Nabi Musa As. memancar

Doc. Sumur Nabi Musa As. Tampak dari Dekat
Dari sekian banyak sejarah yang memaparkan tentang mata air Nabi Musa, terdapat banyak cerita dan pendapat tentang kawasan tersebut. Salah satunya adalah di sebelah kanan setelah kawasan Benteng Berleif  di jalan menuju Tur Sinai. Tepat di sebelah kanan jalan ketika kendaraan meninggalkan kawasan Benteng Berlief dan berjalan menuju arah Tur Sinai akan kita temui kawasan yang bertuliskan Abar Uyun Musa, atau Sumur Mata Air Musa.
Kembali berbicara tentang sejarah yang tak habis-habisnya di Mesir ini, peninggalan dari Nabi Musa yang merupakan mukjizatnya terpaparkan walau tak mampu kita gali lebih dalam lagi. Mata air yang berjumlah 12 untuk setiap suku Nabi Musa dikisahkan berada di tempat ini. Bentuknya seperti sumur yang berada di kawasan ini terpisah-pisah dan hanya ditemukan sekitar 7 bi’ir (sumur) dan 5 lainnya tertimbun tanah dan sudah tak lagi bisa ditelusuri.

Ketika kita kembali melihat firman Allah dalam Surah al-Baqarah ayat 260:
“Dan(ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman,”Pukullah batu itu dengan tongkatmu!” Maka memancarlah daripadanya dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah dari rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan.” (Q.S. Al-Baqarah (2): 260)
Melihat ayat di atas, bahwa 12 mata air tersebut infajarot (memancar) dari sebuah batu bukan inthola’at (timbul di tanah) seperti yang kita saksikan di sumur ini.

Doc. Baru Besar yang Dikisahkan Memancar dari 12 Mata Air Nabi Musa As. di Wadi Arba'in

Selain itu terdapat pula batu besar di kawasan Wadi Arba’in yang terdapat padanya sebuah batu besar dengan bekas 12 mata air. Dikatakan yang terdapat di Wadi Arba’in itulah batu besar yang dipukulkan padanya tongkat Nabi Musa hingga terpancar darinya 12 mata air untuk setiap suku kaumnya.

Doc. Bi'ir Syeikh, Salah Satu Sumur Nabi Musa As

Selain yang telah disebutkan di atas, beberapa pendapat pun mengatakan bahwa sumur mata air Nabi Musa terdapat di Nuwaibah yang melewati Saudi, di Toba, dan di Suez yang kita kunjungi saat ini.

Namun melihat dari nama tempat yang terdapat di kawasan Suez ini, yaitu Abar Uyun Musa, terlihat bahwa penisbatan nama tidak menggunakan kata uyun yang berarti mata air, namun dengan kata abar yang merupakan bentuk jamak dari bi’ir yang berarti sumur. Untuk itu penulis sepakat pula dengan pendapat guru kami yang membimbing ketika perjalanan menyusuri sejarah, bahwa yang kita kunjungi di kawasan ini merupakan abar atau sumur bukan uyun atau mata air yang kita ketahui memancar dari sebuah batu. Adapun 12 mata air tersebut sebagian orang berpendapat terdapat di Wadi Arba’in seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Di samping salah satu abar, yaitu bi’ir syekh terdapat pohon bertuliskan kalimat Allah yang mana merupakan tempat di mana Nabi Musa duduk beristirahat bersama kaumnya saat dahaga. Namun huruf ha pada pohon tersebut yang membentuk kalimat Allah telah terpotong.

Doc. Syajaroh Musa As. yang dikisahkan bertuliskan lafadz Allah

Yang demikian telah dipaparkan tidak bisa kita pastikan mana yang lebih benar karena merupakan bagian dari mukjizat yang tidak bisa kita telusuri lebih dalam lagi, sepertihalnya azab. Namun dari pemaparan dan beberapa sumber sejarah tersebut menjadi momok bagi kita untuk kembali mengingat sejarah umat terdahulu hingga mengambil darinya pelajaran. Wallahu A’lam bi al-Showwab.

Rep: Ummu
Red:Rima

Tidak ada komentar: